Raudatun Nashiyah
Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Yuridis Sanksi Bagi Notaris Akibat Kesalahan Penomoran Atau Format Akta: Kelalaian Formal Hingga Akibat Hukum Euis Nuraisyah; Kuratulaini Kuratulaini; Reva Sari Anggraini; Raudatun Nashiyah
Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Vol. 4 No. 2 (2026)
Publisher : SPT. haria Journal and Education Center Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ijijel.v4i2.1857

Abstract

Penelitian ini menganalisis akibat hukum dan sanksi yang dapat dikenakan kepada notaris akibat kesalahan penomoran atau format akta di Indonesia, mulai dari dimensi kelalaian formal hingga pertanggungjawaban hukumnya. Dengan menggunakan metode yuridis normatif melalui pendekatan perundang-undangan dan konseptual, penelitian ini menelaah ketentuan Undang-Undang Jabatan Notaris (UUJN) Nomor 2 Tahun 2014, Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (BW), KUHP, serta literatur akademik dan yurisprudensi yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesalahan formil dalam akta notaris diklasifikasikan ke dalam kesalahan substantif dan non-substantif, di mana kesalahan penomoran secara spesifik diatur dalam Pasal 58 ayat (2) UUJN sebagai kewajiban pencatatan repertorium yang bersifat imperatif. Dampak yuridisnya mencakup degradasi kekuatan pembuktian akta dari akta otentik menjadi akta di bawah tangan, tanggung jawab perdata berdasarkan Pasal 1365 BW yang bersifat pribadi dan melekat seumur hidup, serta sanksi administratif berjenjang dari Majelis Pengawas Notaris. Dalam kondisi yang melibatkan unsur kesengajaan, tanggung jawab pidana berdasarkan Pasal 263–264 KUHP juga dapat dijatuhkan. Prosedur perbaikan melalui mekanisme renvoi (Pasal 49 UUJN) dan Berita Acara Pembetulan (Pasal 51 UUJN) merupakan jalur hukum yang wajib ditempuh. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan sistem pengawasan, pemanfaatan teknologi secara terukur, dan peningkatan kompetensi berkelanjutan merupakan strategi terpadu yang diperlukan untuk mencegah kelalaian formil dan menjaga kepercayaan publik terhadap institusi kenotariatan Indonesia.
Analisis Fiqih Muamalah Terhadap Program Penghasil Uang Pada Aplikasi Melolo Raudatun Nashiyah
Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Vol. 4 No. 2 (2026)
Publisher : SPT. haria Journal and Education Center Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ijijel.v4i2.1946

Abstract

Penelitian ini mengkaji penerapan prinsip fiqih muamalah terhadap program penghasil uang pada aplikasi Melolo. Perkembangan platform digital mendorong munculnya berbagai aplikasi yang tidak hanya berfungsi sebagai media hiburan, tetapi juga menawarkan peluang penghasilan tambahan bagi pengguna. Fenomena ini menimbulkan pertanyaan mengenai kejelasan akad, sumber imbalan, serta kemungkinan adanya unsur gharar atau maysir dalam mekanisme yang digunakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif normatif melalui studi pustaka dan analisis dokumentasi terhadap fitur aplikasi, sistem reward, dan konsep hukum Islam yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program penghasil uang pada aplikasi Melolo dapat dipandang mendekati konsep ju’alah apabila aktivitas pengguna, bentuk imbalan, dan mekanisme pencairan dijelaskan secara transparan. Namun, apabila sistem reward tidak jelas, berubah sepihak, atau bergantung pada insentif spekulatif, maka program tersebut berpotensi mengandung unsur gharar atau maysir. Dengan demikian, kebolehan program sangat bergantung pada kejelasan dan transparansi mekanisme operasionalnya.