Albinus Prima Indradi
Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS MANAJAMEN SAFETY PEMELIHARAAN TINGKAT SEDANG DENGAN METODE HAZARD IDENTIFICATION, RISK ASSESSMENT AND RISK CONTROL (HIRARC) DI SKADRON TEKNIK 021 Albinus Prima Indradi; Waspada Tedja Bhirawa; Basuki Arianto; Afrizal Hendra; Sipon Al Munir
Jurnal Teknik Industri Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma (Unsurya) Vol. 15 No. 1 (2026): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/jtin.v15i1.2003

Abstract

Keselamatan penerbangan merupakan prioritas utama dalam kegiatan pemeliharaan pesawat karena setiap aktivitas memiliki potensi bahaya yang dapat mengancam keselamatan personel maupun keberlangsungan operasi. Penelitian ini bertujuan untukmengidentifikasi potensi bahaya, menilai tingkat risiko, dan memberikan rekomendasi pengendalian risiko pada aktivitas pemeliharaan tingkat sedang di Skadron Teknik 021. Metode yang digunakan adalah Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control (HIRARC) dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan matriks risiko berdasarkan parameter Likelihood dan Severity. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas pemeriksaan avionik dan FOD pada engine intake memiliki tingkat risiko tinggi (R=12), sedangkan pengisian bahanbakar dan pekerjaan di ketinggian berada pada kategori High Risk (R=10–15). Risiko kategori Moderate ditemukan pada aktivitas pembersihan pesawat, ergonomi kerja, dan engine ground run (R=8–9). Pengendalian risiko direkomendasikan melalui engineering control, administrative control, serta penggunaan alat pelindung diri sesuai jenis pekerjaan. Penerapan pengendalian risiko secara konsisten diharapkan mampu menurunkan tingkat kecelakaan kerja, mendukung keselamatan terbang dan kerja (Lambangja), serta memperkuat budaya keselamatan (Safety Culture) di Skadron Teknik 021.