Keselamatan penerbangan merupakan prioritas utama dalam kegiatan pemeliharaan pesawat karena setiap aktivitas memiliki potensi bahaya yang dapat mengancam keselamatan personel maupun keberlangsungan operasi. Penelitian ini bertujuan untukmengidentifikasi potensi bahaya, menilai tingkat risiko, dan memberikan rekomendasi pengendalian risiko pada aktivitas pemeliharaan tingkat sedang di Skadron Teknik 021. Metode yang digunakan adalah Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control (HIRARC) dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan matriks risiko berdasarkan parameter Likelihood dan Severity. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas pemeriksaan avionik dan FOD pada engine intake memiliki tingkat risiko tinggi (R=12), sedangkan pengisian bahanbakar dan pekerjaan di ketinggian berada pada kategori High Risk (R=10–15). Risiko kategori Moderate ditemukan pada aktivitas pembersihan pesawat, ergonomi kerja, dan engine ground run (R=8–9). Pengendalian risiko direkomendasikan melalui engineering control, administrative control, serta penggunaan alat pelindung diri sesuai jenis pekerjaan. Penerapan pengendalian risiko secara konsisten diharapkan mampu menurunkan tingkat kecelakaan kerja, mendukung keselamatan terbang dan kerja (Lambangja), serta memperkuat budaya keselamatan (Safety Culture) di Skadron Teknik 021.
Copyrights © 2026