Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Pengaruh Stabilitas Nilai Tukar dan Cadangan Devisa terhadap Foreign Direct Investment (FDI) Amerika Lilis Febiola; Nazira Maulidia Nasution; Andina Febriana Lubis; Ibtisaam Ashiil Zidane Nasution
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.4025

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh stabilitas nilai tukar dan cadangan devisa terhadap Foreign Direct Investment (FDI) Amerika Serikat di Indonesia selama periode 2005–2024. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder tahunan yang bersumber dari Bank Indonesia dan Badan Pusat Statistik. Analisis dilakukan melalui regresi linier berganda menggunakan perangkat lunak EViews, disertai uji normalitas, multikolinearitas, heteroskedastisitas, dan autokorelasi untuk memastikan kelayakan model. Variabel dependen penelitian adalah nilai investasi langsung Amerika Serikat, sedangkan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika dan cadangan devisa digunakan sebagai variabel independen. Hasil pengujian menunjukkan bahwa nilai tukar memiliki koefisien positif sebesar 0,003305, tetapi tidak berpengaruh signifikan terhadap FDI Amerika Serikat karena nilai probabilitasnya sebesar 0,9814. Sebaliknya, cadangan devisa memiliki koefisien positif sebesar 0,038657 dan berpengaruh signifikan dengan nilai probabilitas 0,0008. Secara simultan, nilai tukar dan cadangan devisa berpengaruh signifikan terhadap FDI, sebagaimana ditunjukkan oleh nilai Prob(F-statistic) sebesar 0,000013. Nilai R-squared sebesar 0,734163 menunjukkan bahwa kedua variabel mampu menjelaskan 73,42% variasi FDI, sedangkan 26,58% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa investor Amerika Serikat tidak menjadikan perubahan nilai tukar sebagai pertimbangan utama, sementara kekuatan cadangan devisa berperan penting dalam membangun kepercayaan terhadap ketahanan ekonomi Indonesia. Implikasi penelitian menekankan pentingnya kebijakan ekonomi makro yang menjaga dan memperkuat cadangan devisa untuk meningkatkan daya tarik investasi asing secara berkelanjutan.
Pengaruh Nilai Tukar dan Suku Bunga Riil Amerika Serikat terhadap Utang Luar Negeri Indonesia Periode 2000–2024: Pendekatan Error Correction Model Geby Natalia Butarbutar; Anisa Nur Shafana; Ibtisaam Ashiil Zidane Nasution; Rut Natal Ria Tarihoran; Sri Zalfa Avrilya; Vivian Ester Panggabean
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.14196

Abstract

Utang luar negeri (ULN) Indonesia yang berdenominasi valuta asing membuat perekonomian rentan terhadap pelemahan rupiah dan perubahan kondisi keuangan Amerika Serikat (AS). Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh nilai tukar dan suku bunga riil AS terhadap ULN Indonesia dalam jangka panjang dan jangka pendek. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan data tahunan 2000–2024 dari World Bank dan Federal Reserve Economic Data (FRED). Analisis memakai Error Correction Model (ECM) Engle–Granger, diawali uji akar unit ADF yang menyamakan orde integrasi seluruh variabel pada second difference, uji kointegrasi, serta uji asumsi klasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai tukar berpengaruh positif dan signifikan terhadap ULN, sedangkan suku bunga riil AS berpengaruh negatif dan signifikan, baik dalam jangka panjang maupun jangka pendek. Uji Engle–Granger mengindikasikan adanya kointegrasi pada taraf 5 persen, dan koefisien error correction term yang negatif serta signifikan menandakan penyesuaian menuju keseimbangan jangka panjang. Dapat disimpulkan bahwa nilai tukar dan suku bunga riil AS merupakan faktor eksternal penting dalam pergerakan ULN Indonesia. Kebaruan penelitian ini terletak pada penggunaan suku bunga riil AS yang memperhitungkan ekspektasi inflasi sebagai variabel eksternal, sedangkan studi terdahulu umumnya memakai suku bunga nominal atau domestik. Pengelolaan ULN perlu disertai upaya menjaga stabilitas nilai tukar dan mengantisipasi arah kebijakan moneter AS.