Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Gen Z and Tolerance: How Young People Maintain Peace in the Digital World Nazira Maulidia Nasution; Andina Febriana Lubis; Lilis Febiola; Sugianto
Aimmah: Social Sciences Journal Vol. 2 No. 2 (2026)
Publisher : Konsultan Jurnal Ilmiah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63738/aimmah.v2i2.34

Abstract

This article aims to analyze the contribution of Generation Z in maintaining and enhancing tolerance in the digital world amid the rapid development of information technology. Generation Z, as a group born and raised in a digital environment, holds an important position in shaping patterns of social interaction on the internet. This study employs a qualitative approach using a literature review method to examine Generation Z’s tolerant behavior, perspectives on tolerance from an Islamic viewpoint, various practices of tolerance, the challenges faced, and strategies for strengthening tolerance based on Islamic values. The findings show that Generation Z tends to be open to various differences, yet is also vulnerable to negative impacts from content such as hate speech and misinformation. From an Islamic perspective, tolerance is an essential element of the concept of rahmatan lil ‘alamin, which emphasizes the importance of mutual respect in diversity. The implementation of tolerance among Generation Z in the digital sphere can be seen in various forms, including the dissemination of counter-hate narratives, the application of value-based digital literacy, inter-identity collaboration, reporting intolerant content, and the use of more inclusive language. However, several challenges persist, such as the phenomenon of echo chambers, user anonymity, and low levels of digital literacy. To address these issues, strengthening efforts are needed through the integration of religious education and digital literacy, the optimization of moderate public figures’ roles, the creation of open digital communities, and the application of moderation principles in religious practices. In this way, Generation Z has great potential to act as agents of peace in creating a harmonious, inclusive, and ethical digital space.
Evaluasi Kebijakan Pembangunan Nasional Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Inklusif Melalui Penurunan Kemiskinan Dan Pengangguran: Studi Komparatif Provinsi Sumatera Utara & Provinsi Aceh Tahun 2019-2024 Lilis Febiola; Nazira Maulidia Nasution; Armin Rahmansyah Nasution
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.1039

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menilai seberapa efektif kebijakan pembangunan nasional dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang merata dengan cara menurunkan angka kemiskinan dan kemiskinan di Provinsi Sumatera Utara serta Aceh selama periode 2019–2024. Studi ini bersifat komparatif dan menerapkan pendekatan deskriptif kuantitatif, menggunakan data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS). Tiga indikator utama yang dijelaskan yaitu tingkat pertumbuhan ekonomi, proporsi penduduk yang hidup dalam kemiskinan, dan tingkat kemiskinan terbuka (TPT). Temuan penelitian mengindikasikan bahwa kedua daerah mengalami tekanan ekonomi yang signifikan pada tahun 2020 akibat pandemi COVID-19, tetapi berhasil melakukan pemulihan secara bertahap mulai dari tahun 2021. Sumatera Utara menunjukkan kinerja yang lebih baik dibandingkan Aceh, baik dari segi pertumbuhan ekonomi maupun penurunan tingkat kemiskinan, meskipun keduanya menunjukkan kecenderungan konvergensi yang positif menjelang tahun 2024. Aceh masih menghadapi tantangan pendanaan dengan jumlah penduduk miskin mencapai 14,23% pada tahun 2024, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan Sumatera Utara saja yang 7,99%. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kebijakan pembangunan nasional melalui program perlindungan sosial, investasi infrastruktur, dan pengembangan sektor unggulan lokal memiliki peranan yang penting dalam meningkatkan inklusivitas pertumbuhan ekonomi, meskipun perbedaan antarprovinsi tetap harus mendapat perhatian serius dari pemerintah baik pusat maupun daerah.
Analisis Keamanan Siber Perbankan dan Peran OJK: Studi Kasus Serangan Ransomware pada Bank Syariah Indonesia Tahun 2023 Cantika Sarma Seicilia Silalahi; Agni Maria Veronika Manullang; Nazira Maulidia Nasution; Lia Oktafriani Pandiangan; Geby Natalia Butar Butar
Journal of Management Accounting, Tax and Production Vol. 4 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/mantap.v4i1.8169

Abstract

Perkembangan teknologi digital membawa dampak ganda bagi sektor perbankan di satu sisi mempermudah layanan keuangan, namun di sisi lain membuka celah terhadap ancaman siber yang kian serius. Hal ini terbukti dari serangan ransomware yang menimpa Bank Syariah Indonesia (BSI) pada tahun 2023, yang tidak hanya melumpuhkan layanan perbankan tetapi juga menggoyahkan kepercayaan nasabah terhadap keamanan sistem digital. Penelitian ini bertujuan mengkaji kasus tersebut secara mendalam sekaligus melihat sejauh mana peran OJK dalam menjaga ketahanan sistem perbankan nasional, menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi pustaka dan analisis sumber data sekunder. Temuan penelitian menunjukkan bahwa serangan ransomware mampu memberikan dampak yang sangat signifikan, mulai dari terganggunya operasional bank hingga ancaman terhadap stabilitas sistem keuangan secara luas. OJK sebagai regulator memegang peran krusial dalam mendorong perbankan untuk terus memperbarui dan memperkuat infrastruktur keamanan teknologi informasi mereka. Oleh sebab itu, evaluasi sistem secara rutin dan pengelolaan risiko yang lebih matang menjadi langkah yang tidak bisa lagi ditunda oleh industri perbankan Indonesia.
Analisis Pengaruh Stabilitas Nilai Tukar dan Cadangan Devisa terhadap Foreign Direct Investment (FDI) Amerika Lilis Febiola; Nazira Maulidia Nasution; Andina Febriana Lubis; Ibtisaam Ashiil Zidane Nasution
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.4025

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh stabilitas nilai tukar dan cadangan devisa terhadap Foreign Direct Investment (FDI) Amerika Serikat di Indonesia selama periode 2005–2024. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder tahunan yang bersumber dari Bank Indonesia dan Badan Pusat Statistik. Analisis dilakukan melalui regresi linier berganda menggunakan perangkat lunak EViews, disertai uji normalitas, multikolinearitas, heteroskedastisitas, dan autokorelasi untuk memastikan kelayakan model. Variabel dependen penelitian adalah nilai investasi langsung Amerika Serikat, sedangkan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika dan cadangan devisa digunakan sebagai variabel independen. Hasil pengujian menunjukkan bahwa nilai tukar memiliki koefisien positif sebesar 0,003305, tetapi tidak berpengaruh signifikan terhadap FDI Amerika Serikat karena nilai probabilitasnya sebesar 0,9814. Sebaliknya, cadangan devisa memiliki koefisien positif sebesar 0,038657 dan berpengaruh signifikan dengan nilai probabilitas 0,0008. Secara simultan, nilai tukar dan cadangan devisa berpengaruh signifikan terhadap FDI, sebagaimana ditunjukkan oleh nilai Prob(F-statistic) sebesar 0,000013. Nilai R-squared sebesar 0,734163 menunjukkan bahwa kedua variabel mampu menjelaskan 73,42% variasi FDI, sedangkan 26,58% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa investor Amerika Serikat tidak menjadikan perubahan nilai tukar sebagai pertimbangan utama, sementara kekuatan cadangan devisa berperan penting dalam membangun kepercayaan terhadap ketahanan ekonomi Indonesia. Implikasi penelitian menekankan pentingnya kebijakan ekonomi makro yang menjaga dan memperkuat cadangan devisa untuk meningkatkan daya tarik investasi asing secara berkelanjutan.
Analisis Pengaruh Indeks Pembangunan Manusia Dan Rata-Rata Lama Sekolah Terhadap Tingkat Pengangguran Terbuka Dikabupaten Nias, Deli Serdang Dan Batu Bara Tahun 2019-2023 lilis febiola; Andina Febriana Lubis; Nazira Maulidia Nasution; Mutia Sugianto
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1180

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan Rata-Rata Lama Sekolah (RLS) terhadap Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di tiga daerah di Provinsi Sumatera Utara, yaitu Kabupaten Nias, Kabupaten Deli Serdang, dan Kabupaten Batu Bara, dalam rentang waktu antara tahun 2019 hingga 2023. Ketiga daerah tersebut dipilih karena masing-masing mencerminkan karakteristik sosial-ekonomi yang berbeda, yang memungkinkan adanya analisis variasi pengaruh IPM dan RLS terhadap TPT di antara daerah. Data yang digunakan adalah data sekunder bertipe panel yang diambil dari Badan Pusat Statistik (BPS), yang mengkombinasikan dimensi cross-section (antar daerah) dan time-series (antar tahun). Proses pemilihan model regresi panel yang paling tepat dilakukan melalui serangkaian pengujian spesifikasi, yaitu uji Chow, uji Hausman, dan uji Lagrange Multiplier. Dari hasil pengujian tersebut, Fixed Effect Model (FEM) ditetapkan sebagai model estimasi yang paling sesuai untuk menjelaskan hubungan antar variabel dalam penelitian ini. Hasil estimasi menunjukkan bahwa IPM memiliki dampak positif dan signifikan terhadap TPT, sedangkan RLS memberikan dampak negatif dan signifikan. Di samping itu, ditemukan adanya perbedaan efek tetap (fixed effect) di antara daerah-daerah yang menunjukkan bahwa karakteristik unik masing-masing wilayah juga mempengaruhi variasi tingkat pengangguran. Temuan ini menekankan pentingnya adanya sinkronisasi kebijakan antara peningkatan kualitas sumber daya manusia dan perluasan kesempatan kerja formal. Tanpa adanya penyerapan tenaga kerja yang memadai, peningkatan IPM dan RLS mungkin tidak secara otomatis menyebabkan penurunan angka pengangguran, sehingga diperlukan strategi pembangunan yang lebih terpadu di tingkat kabupaten.