Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Gen Z and Tolerance: How Young People Maintain Peace in the Digital World Nazira Maulidia Nasution; Andina Febriana Lubis; Lilis Febiola; Sugianto
Aimmah: Social Sciences Journal Vol. 2 No. 2 (2026)
Publisher : Konsultan Jurnal Ilmiah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63738/aimmah.v2i2.34

Abstract

This article aims to analyze the contribution of Generation Z in maintaining and enhancing tolerance in the digital world amid the rapid development of information technology. Generation Z, as a group born and raised in a digital environment, holds an important position in shaping patterns of social interaction on the internet. This study employs a qualitative approach using a literature review method to examine Generation Z’s tolerant behavior, perspectives on tolerance from an Islamic viewpoint, various practices of tolerance, the challenges faced, and strategies for strengthening tolerance based on Islamic values. The findings show that Generation Z tends to be open to various differences, yet is also vulnerable to negative impacts from content such as hate speech and misinformation. From an Islamic perspective, tolerance is an essential element of the concept of rahmatan lil ‘alamin, which emphasizes the importance of mutual respect in diversity. The implementation of tolerance among Generation Z in the digital sphere can be seen in various forms, including the dissemination of counter-hate narratives, the application of value-based digital literacy, inter-identity collaboration, reporting intolerant content, and the use of more inclusive language. However, several challenges persist, such as the phenomenon of echo chambers, user anonymity, and low levels of digital literacy. To address these issues, strengthening efforts are needed through the integration of religious education and digital literacy, the optimization of moderate public figures’ roles, the creation of open digital communities, and the application of moderation principles in religious practices. In this way, Generation Z has great potential to act as agents of peace in creating a harmonious, inclusive, and ethical digital space.
Analisis Manajemen Risiko Kredit pada Bank Pembangunan Daerah: Studi Kasus Dugaan Kredit Fiktif Bank Jatim 2023–2025 Septriani Theresia Siagian; Reisya Andini; Mutia Sugianto; Andina Febriana Lubis; Diaz Ayudis; Zahra Fadila; Joy Datista Siregar
Journal of Management Accounting, Tax and Production Vol. 4 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/mantap.v4i1.8163

Abstract

Penelitian ini menganalisis kegagalan manajemen risiko kredit pada PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) melalui studi kasus dugaan kredit fiktif di Kantor Cabang Jakarta periode 2023–2025. Pendekatan kualitatif deskriptif-analitis dengan metode studi kasus digunakan untuk mengkaji data sekunder dari laporan keuangan resmi, keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, dan dokumen hukum Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kredit sebesar Rp569,42 miliar dicairkan kepada PT Indi Daya Group melalui skema perusahaan nominee menggunakan agunan fiktif dari BUMN. Kegagalan terjadi sistematis pada prinsip 5C dan Three Lines of Defense. Dampak finansial mencakup penurunan laba bersih 12,86%, lonjakan CKPN 25,38%, dan kenaikan NPL dari 2,49% menjadi 4,10%. Penelitian ini merekomendasikan penguatan verifikasi agunan independen dan penerapan four-eyes principle.
Analisis Pengaruh Stabilitas Nilai Tukar dan Cadangan Devisa terhadap Foreign Direct Investment (FDI) Amerika Lilis Febiola; Nazira Maulidia Nasution; Andina Febriana Lubis; Ibtisaam Ashiil Zidane Nasution
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.4025

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh stabilitas nilai tukar dan cadangan devisa terhadap Foreign Direct Investment (FDI) Amerika Serikat di Indonesia selama periode 2005–2024. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder tahunan yang bersumber dari Bank Indonesia dan Badan Pusat Statistik. Analisis dilakukan melalui regresi linier berganda menggunakan perangkat lunak EViews, disertai uji normalitas, multikolinearitas, heteroskedastisitas, dan autokorelasi untuk memastikan kelayakan model. Variabel dependen penelitian adalah nilai investasi langsung Amerika Serikat, sedangkan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika dan cadangan devisa digunakan sebagai variabel independen. Hasil pengujian menunjukkan bahwa nilai tukar memiliki koefisien positif sebesar 0,003305, tetapi tidak berpengaruh signifikan terhadap FDI Amerika Serikat karena nilai probabilitasnya sebesar 0,9814. Sebaliknya, cadangan devisa memiliki koefisien positif sebesar 0,038657 dan berpengaruh signifikan dengan nilai probabilitas 0,0008. Secara simultan, nilai tukar dan cadangan devisa berpengaruh signifikan terhadap FDI, sebagaimana ditunjukkan oleh nilai Prob(F-statistic) sebesar 0,000013. Nilai R-squared sebesar 0,734163 menunjukkan bahwa kedua variabel mampu menjelaskan 73,42% variasi FDI, sedangkan 26,58% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa investor Amerika Serikat tidak menjadikan perubahan nilai tukar sebagai pertimbangan utama, sementara kekuatan cadangan devisa berperan penting dalam membangun kepercayaan terhadap ketahanan ekonomi Indonesia. Implikasi penelitian menekankan pentingnya kebijakan ekonomi makro yang menjaga dan memperkuat cadangan devisa untuk meningkatkan daya tarik investasi asing secara berkelanjutan.
Analisis Pengaruh Indeks Pembangunan Manusia Dan Rata-Rata Lama Sekolah Terhadap Tingkat Pengangguran Terbuka Dikabupaten Nias, Deli Serdang Dan Batu Bara Tahun 2019-2023 lilis febiola; Andina Febriana Lubis; Nazira Maulidia Nasution; Mutia Sugianto
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1180

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan Rata-Rata Lama Sekolah (RLS) terhadap Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di tiga daerah di Provinsi Sumatera Utara, yaitu Kabupaten Nias, Kabupaten Deli Serdang, dan Kabupaten Batu Bara, dalam rentang waktu antara tahun 2019 hingga 2023. Ketiga daerah tersebut dipilih karena masing-masing mencerminkan karakteristik sosial-ekonomi yang berbeda, yang memungkinkan adanya analisis variasi pengaruh IPM dan RLS terhadap TPT di antara daerah. Data yang digunakan adalah data sekunder bertipe panel yang diambil dari Badan Pusat Statistik (BPS), yang mengkombinasikan dimensi cross-section (antar daerah) dan time-series (antar tahun). Proses pemilihan model regresi panel yang paling tepat dilakukan melalui serangkaian pengujian spesifikasi, yaitu uji Chow, uji Hausman, dan uji Lagrange Multiplier. Dari hasil pengujian tersebut, Fixed Effect Model (FEM) ditetapkan sebagai model estimasi yang paling sesuai untuk menjelaskan hubungan antar variabel dalam penelitian ini. Hasil estimasi menunjukkan bahwa IPM memiliki dampak positif dan signifikan terhadap TPT, sedangkan RLS memberikan dampak negatif dan signifikan. Di samping itu, ditemukan adanya perbedaan efek tetap (fixed effect) di antara daerah-daerah yang menunjukkan bahwa karakteristik unik masing-masing wilayah juga mempengaruhi variasi tingkat pengangguran. Temuan ini menekankan pentingnya adanya sinkronisasi kebijakan antara peningkatan kualitas sumber daya manusia dan perluasan kesempatan kerja formal. Tanpa adanya penyerapan tenaga kerja yang memadai, peningkatan IPM dan RLS mungkin tidak secara otomatis menyebabkan penurunan angka pengangguran, sehingga diperlukan strategi pembangunan yang lebih terpadu di tingkat kabupaten.