Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Analisis Kebijakan Rekrutmen Berbasis Kompetensi di Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas B Nias (BASARNAS) Ria Jernita Lahagu; Fatolosa Hulu; Robin Markus Putra Waruwu; Palindungan Lahagu
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.9110

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan kebijakan rekrutmen berbasis kompetensi di Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas B Nias (BASARNAS), mengidentifikasi kendala yang dihadapi dalam pelaksanaannya, serta menganalisis upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi kendala tersebut. Rekrutmen berbasis kompetensi merupakan salah satu strategi penting dalam memperoleh sumber daya manusia yang memiliki kemampuan, keterampilan, dan karakteristik yang sesuai dengan kebutuhan organisasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari pegawai dan pihak terkait yang terlibat dalam proses rekrutmen di lingkungan Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas B Nias. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses rekrutmen telah dilaksanakan secara sistematis, transparan, dan berbasis kompetensi. Pelaksanaan rekrutmen dilakukan melalui tahapan yang terstruktur mulai dari analisis kebutuhan pegawai, pengumuman lowongan, seleksi administrasi, hingga tahapan pengujian kompetensi dan wawancara. Selain itu, proses rekrutmen juga melibatkan koordinasi antarunit kerja serta penggunaan metode seleksi yang disesuaikan dengan kebutuhan operasional organisasi guna memperoleh calon pegawai yang berkualitas. Namun demikian, masih terdapat beberapa kendala, seperti belum optimalnya dokumentasi evaluasi dan standar kompetensi secara formal, keterbatasan sumber daya dalam pelaksanaan proses seleksi, serta perlunya peningkatan pemanfaatan teknologi pendukung rekrutmen. Untuk mengatasi kendala tersebut, diperlukan peningkatan sistem dokumentasi, penguatan standar kompetensi, pengembangan kapasitas sumber daya manusia, serta optimalisasi sistem informasi kepegawaian agar proses rekrutmen dapat berjalan lebih efektif, efisien, dan sesuai dengan tujuan organisasi.