Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Beban Kerja, Work Life Balance, dan Employee Engagement terhadap Kepuasan Kerja: Penelitian Kuantitatif pada karyawan di Perusahaan Asuransi Tenaga Kerja Bandung Maudhy Rahmawati Hartono Putri; Ridlwan Muttaqin; Andhika Mochamad Siddiq
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.9461

Abstract

Studi ini dirancang untuk mengukur sejauh mana beban kerja, work life balance serta employee engagement, memberikan dampak terhadap tingkat kepuasan kerja karyawan di Perusahaan Asuransi Tenaga Kerja Bandung. Latar belakang penelitian ini berawal dari tingginya tekanan operasional yang dialami karyawan, di mana sepanjang tahun 2025 terdapat 79.472 klaim yang harus diselesaikan oleh 36 karyawan, atau setara 184 kasus per orang setiap bulannya. Selain itu, setiap karyawan juga bertanggung jawab mengelola 73.565 peserta kelolaan secara bersamaan. Tingginya tekanan kerja tersebut berdampak pada meningkatnya angka absensi karyawan yang rata-rata mencapai 10,19% per bulan. Kondisi tersebut membuat work life balance karyawan terganggu dan employee engagement melemah, yang pada akhirnya berpotensi menurunkan kepuasan kerja. Dengan memanfaatkan total sampling, seluruh 36 karyawan diikutsertakan dalam penelitian ini, yang memanfaatkan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif-verifikatif. Dengan mempergunakan SPSS, penulis melaksanakan beberapa analisa terhadap data yang terkumpul. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner yang dilengkapi dengan observasi lapangan, sedangkan data sekunder diperoleh dari dokumen internal perusahaan. Pengujian instrumen mencakup uji validitas (Pearson) dan reliabilitas (Cronbach’s Alpha), serta empat uji asumsi klasik sebelum dilakukan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial beban kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja (t=−0,878; p=0,387), sementara work life balance (t=4,246; p=0,000) dan employee engagement (t=4,934; p=0,000) masing-masing berpengaruh positif dan signifikan. Secara simultan, ketiga variabel berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja dengan kontribusi sebesar 47,6% (F=9,680; p=0,000; R²=0,476). Temuan ini mengindikasikan bahwa manajemen perlu memprioritaskan peningkatan work life balance dan penguatan employee engagement sebagai strategi utama meningkatkan kepuasan kerja karyawan.
Analisis Risiko Likuiditas dan Kebijakan Dividen pada PT Sido Muncul Tbk Maudhy Rahmawati Hartono Putri; Siti Sabila; Yoyo Sudaryo; Eko Djoko Prabowo
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.11613

Abstract

Kebijakan dividen agresif berpotensi menggerus laba ditahan dan meningkatkan risiko likuiditas perusahaan, meskipun dividen tinggi dianggap daya tarik utama investor income di pasar modal Indonesia. PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) menjadi sorotan karena reputasinya sebagai dividend champion dengan rasio pembayaran tinggi, sehingga muncul pertanyaan apakah pola tersebut sejalan dengan kecukupan bantalan likuiditasnya. Penelitian ini menganalisis pola kebijakan dividen SIDO tahun buku 2021–2025, mengaitkannya dengan risiko likuiditas, serta menelaah peran alokasi laba ditahan RUPS sebagai cash buffer, menggunakan desain deskriptif kualitatif non-statistik dan teknik tren horizontal atas data sekunder risalah RUPS dan laporan keuangan tahunan Bursa Efek Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan pola eskalasi bertahap: rasio pembagian laba meningkat konsisten dari 90% (2021) menjadi 99,1% (2022) dan 96,6% (2023), mencapai puncaknya 100% (2024), sebelum terkoreksi ke 88,6% pada 2025. Temuan ini mengonfirmasi bahwa SIDO baru menurunkan proporsi dividen secara berarti setelah laba ditahan tergerus selama tiga tahun buku berturut-turut. Penelitian ini menyarankan laba ditahan dijaga pada level memadai secara konsisten setiap tahun, bukan hanya setelah tekanan likuiditas terakumulasi, sebagai cash buffer untuk memitigasi risiko likuiditas mendadak, sekaligus menjadi rujukan komparatif bagi investor, kreditur, dan manajemen emiten sejenis.