Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Kinerja Keuangan APBD Kabupaten Kebumen Berdasarkan Rasio Keuangan Daerah Tahun 2023–2025 Annisa Septia Kurniadewi; Ruth Oktafiana Sitompul; Nurita Manurung; Devi Apriliana; Fitri Salsabyla; Putri Latifa Nur Aulia; Dudi Duta Akbar
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.9520

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja keuangan Pemerintah Kabupaten Kebumen dalam pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) selama periode 2023–2025 berdasarkan rasio keuangan daerah. Kinerja keuangan daerah menjadi salah satu indikator penting dalam menilai tingkat kemandirian fiskal serta efektivitas pemerintah daerah dalam mengelola sumber pendapatan dan belanja daerah. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan data sekunder yang diperoleh dari APBD dan Laporan Realisasi Anggaran (LRA) Kabupaten Kebumen yang bersumber dari Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan. Teknik analisis data dilakukan dengan menggunakan beberapa rasio keuangan daerah, yaitu rasio desentralisasi fiskal, rasio kemandirian keuangan daerah, rasio efektivitas Pendapatan Asli Daerah (PAD), dan rasio efisiensi keuangan daerah. Rasio-rasio tersebut digunakan untuk menggambarkan tingkat ketergantungan daerah terhadap pemerintah pusat, kemampuan daerah dalam membiayai pengeluaran melalui PAD, serta efektivitas dan efisiensi pengelolaan anggaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasio desentralisasi fiskal mengalami peningkatan dari 14,78% pada tahun 2023 menjadi 18,91% pada tahun 2025, namun masih berada dalam kategori kurang. Rasio kemandirian keuangan daerah juga mengalami peningkatan dari 17,35% menjadi 23,32%, tetapi masih menunjukkan pola hubungan instruktif yang berarti ketergantungan terhadap pemerintah pusat masih tinggi. Rasio efektivitas PAD menunjukkan kondisi yang efektif pada tahun 2024 dan 2025, sedangkan rasio efisiensi keuangan daerah menunjukkan adanya perbaikan dari tahun ke tahun. Secara keseluruhan, kinerja keuangan Pemerintah Kabupaten Kebumen menunjukkan tren peningkatan, namun tingkat kemandirian fiskal masih rendah dan ketergantungan terhadap dana transfer pusat masih cukup dominan.
Optimasi Bisnis Fashion Lokal: Peran Sistem Pengendalian Manajemen dalam Strategi Digital Marketing Hawa Khalilah Nuryadini; Nayla Arifiani; Mahfudallah Abshar Musa; Helena Maniku; Ammar Ziko Mukhtar; Putri Latifa Nur Aulia
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.9702

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis dan mensintesis pengaruh kompensasi serta motivasi kerja terhadap kinerja karyawan pada sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia melalui metode Systematic Literature Review (SLR). UMKM memiliki peranan penting dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional, namun masih menghadapi tantangan dalam pengelolaan sumber daya manusia, terutama terkait pemberian kompensasi, peningkatan motivasi, dan pencapaian kinerja karyawan yang optimal. Data penelitian diperoleh dari 21 artikel terdahulu yang dipublikasikan pada rentang tahun 2022 hingga 2026. Artikel yang dianalisis mencakup berbagai objek UMKM, seperti sektor kuliner, industri kreatif, perdagangan, dan jasa transportasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa kompensasi, baik finansial maupun nonfinansial, cenderung berpengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas, loyalitas, disiplin, serta kualitas kerja karyawan. Kompensasi yang adil dapat meningkatkan rasa dihargai dan mendorong karyawan bekerja lebih efektif. Selain itu, motivasi kerja berperan sebagai faktor internal yang memperkuat semangat, tanggung jawab, dan komitmen karyawan dalam menyelesaikan tugas. Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa motivasi dapat menjadi variabel mediasi yang memperkuat hubungan antara kompensasi dan kinerja. Meskipun terdapat variasi hasil pada beberapa objek penelitian, secara umum sinergi antara kompensasi yang layak dan motivasi kerja yang tinggi terbukti menjadi faktor penting dalam peningkatan kinerja karyawan UMKM. Penelitian ini merekomendasikan pemilik UMKM untuk menerapkan sistem reward yang jelas, memberikan penghargaan nonfinansial, menciptakan lingkungan kerja kondusif, serta membangun komunikasi yang terbuka agar motivasi dan kinerja karyawan dapat terjaga secara berkelanjutan. Temuan ini diharapkan menjadi dasar pengambilan keputusan manajerial bagi pelaku UMKM dalam merancang strategi pengelolaan tenaga kerja yang lebih adil, adaptif, dan kompetitif secara berkesinambungan ke depan.