Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Digital Banking dan Literasi Keuangan Digital terhadap Minat Investasi Generasi Z di Indonesia Lintang Maritza Basari Putri; Agus Wawan Setiawan; Harry Ariandi Sepnadi; Icha Mustika Wahyudi; Silvi Rosyanti; Yoyo Sudaryo; Eko Djoko Prabowo
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.11490

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh digital banking dan literasi keuangan digital terhadap minat investasi Generasi Z di Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksplanatori melalui survei terhadap 30 responden Generasi Z yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner berskala Likert dan dianalisis dengan uji validitas, reliabilitas, uji asumsi klasik, serta regresi linear berganda. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh semakin pesatnya perkembangan teknologi digital yang mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam memanfaatkan layanan keuangan berbasis digital, termasuk aktivitas investasi. Generasi Z sebagai kelompok yang tumbuh di era digital memiliki akses yang lebih mudah terhadap berbagai layanan perbankan dan platform investasi sehingga perlu dikaji faktor-faktor yang memengaruhi minat investasinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digital banking berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat investasi dengan nilai signifikansi 0,027 (<0,05). Sebaliknya, literasi keuangan digital tidak berpengaruh signifikan terhadap minat investasi dengan nilai signifikansi 0,295 (>0,05). Namun, secara simultan kedua variabel berpengaruh signifikan terhadap minat investasi dengan nilai signifikansi 0,001 dan mampu menjelaskan 41,0% variasi minat investasi. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan kualitas layanan digital banking yang didukung edukasi keuangan digital dapat menjadi strategi dalam meningkatkan minat investasi Generasi Z di Indonesia. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan kajian mengenai perilaku investasi generasi muda serta menjadi referensi bagi perbankan, penyedia layanan keuangan digital, dan regulator dalam merumuskan kebijakan yang mendukung peningkatan partisipasi investasi di Indonesia.
Integrasi Deversity dan Inclusion terhadap Perilaku Inovatif Karyawan Ima Damayanti; Intan Dwicahya; Harry Ariandi Sepnadi; Dudu Durahman
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.12415

Abstract

Diversity and  Inclusion merupakan  dua  konsep  strategis  yang    menjadi  fokus  utama  dalam pengelolaan  organisasi  modern.  Keberagaman  (diversity)  menekankan  pentingnya  pengakuan  terhadap  perbedaan  identitas,  latar belakang, dan perspektif individu., sedangkan inklusi (inclusion) memastikan bahwa setiap individu merasa dihargai, diterima, dan memiliki ruang untuk berpartisipasi  secara  penuh.  Penelitian  ini  bertujuan untuk  mengkaji  hubungan  antara  kedua  konsep  tersebut  serta  bagaimana penerapannya  dapat  meningkatkan  perilaku  inovatif karyawan dalam organisasi.  Melalui  pendekatan  studi  literatur,  penelitian  ini mengidentifikasi bahwa implementasi diversity dan inclusion memberikan dampak positif terhadap peningkatan produktivitas, kreativitas, dan retensi karyawan. Selain itu, organisasi yang menerapkan diversity dan inclusion secara konsisten terbukti lebih adaptif dalam menghadapi perubahan lingkungan kerja yang dinamis. Dengan demikian, diversity dan inclusion bukan hanya sekadar program sosial, melainkan strategi fundamental untuk menciptakan lingkungan organisasi yang berkeadilan, inklusif, dan berkelanjutan. Karyawan swasta di wilayah Bandung Raya pada umumnya merasa lingkungan kerja mereka nyaman untuk mengekspresikan identitas, baik dalam hal agama, budaya, gender, maupun latar belakang personal. Misalnya, kemudahan cuti umroh yang diberikan meski atasan berbeda agama, serta fleksibilitas waktu kerja yang memungkinkan penyesuaian antara ritme personal dan profesional dalam meningkatakan Perilaku Inovatif Karyawan. Interaksi sosial di lingkungan kerja yang beragam ditandai dengan hubungan santai dan suportif antara atasan dan bawahan, serta upaya aktif karyawan dalam menyesuaikan diri, seperti menggunakan code switching. Perilaku inovatif karyawan merupakan faktor strategis dalam meningkatkan daya saing organisasi di tengah perubahan teknologi dan dinamika bisnis. Keberagaman menyediakan variasi pengetahuan, pengalaman, dan perspektif yang memperkaya proses penciptaan ide.