Diversity and Inclusion merupakan dua konsep strategis yang menjadi fokus utama dalam pengelolaan organisasi modern. Keberagaman (diversity) menekankan pentingnya pengakuan terhadap perbedaan identitas, latar belakang, dan perspektif individu., sedangkan inklusi (inclusion) memastikan bahwa setiap individu merasa dihargai, diterima, dan memiliki ruang untuk berpartisipasi secara penuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara kedua konsep tersebut serta bagaimana penerapannya dapat meningkatkan perilaku inovatif karyawan dalam organisasi. Melalui pendekatan studi literatur, penelitian ini mengidentifikasi bahwa implementasi diversity dan inclusion memberikan dampak positif terhadap peningkatan produktivitas, kreativitas, dan retensi karyawan. Selain itu, organisasi yang menerapkan diversity dan inclusion secara konsisten terbukti lebih adaptif dalam menghadapi perubahan lingkungan kerja yang dinamis. Dengan demikian, diversity dan inclusion bukan hanya sekadar program sosial, melainkan strategi fundamental untuk menciptakan lingkungan organisasi yang berkeadilan, inklusif, dan berkelanjutan. Karyawan swasta di wilayah Bandung Raya pada umumnya merasa lingkungan kerja mereka nyaman untuk mengekspresikan identitas, baik dalam hal agama, budaya, gender, maupun latar belakang personal. Misalnya, kemudahan cuti umroh yang diberikan meski atasan berbeda agama, serta fleksibilitas waktu kerja yang memungkinkan penyesuaian antara ritme personal dan profesional dalam meningkatakan Perilaku Inovatif Karyawan. Interaksi sosial di lingkungan kerja yang beragam ditandai dengan hubungan santai dan suportif antara atasan dan bawahan, serta upaya aktif karyawan dalam menyesuaikan diri, seperti menggunakan code switching. Perilaku inovatif karyawan merupakan faktor strategis dalam meningkatkan daya saing organisasi di tengah perubahan teknologi dan dinamika bisnis. Keberagaman menyediakan variasi pengetahuan, pengalaman, dan perspektif yang memperkaya proses penciptaan ide.