Perkembangan ekonomi kreatif dan perubahan perilaku konsumen telah meningkatkan permintaan terhadap produk hadiah yang tidak hanya berfungsi sebagai pemberian, tetapi juga mampu menghadirkan pengalaman emosional dan nilai personal. Namun, sebagian besar produk gifting di pasaran masih bersifat generik, memiliki tingkat personalisasi yang rendah, serta belum mengintegrasikan konsep creative storytelling sebagai nilai tambah. Kondisi ini membuka peluang bagi pengembangan usaha kreatif yang menawarkan diferensiasi produk dan daya saing yang lebih tinggi. Penelitian ini bertujuan menganalisis kelayakan usaha Chacu's Gift melalui pengembangan produk Bloom Box Series, yaitu hampers dan bouquet estetik yang dapat dikustomisasi sesuai kebutuhan pelanggan dengan mengusung konsep creative storytelling dan emotional gifting. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan business planning, meliputi analisis kebutuhan pasar, strategi pemasaran digital, perencanaan operasional, pengadaan alat dan bahan, analisis biaya, penetapan harga jual, perhitungan Break Even Point (BEP), serta evaluasi kelayakan usaha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan modal awal sebesar Rp7.950.000, dengan sebagian besar dialokasikan untuk pengadaan bahan baku premium guna menjaga kualitas produk. Harga jual rata-rata ditetapkan sebesar Rp175.000 per unit dengan estimasi laba kotor sekitar Rp50.000 per produk. Berdasarkan analisis BEP, usaha diperkirakan mencapai titik impas pada penjualan sekitar 14 unit per bulan, sedangkan target penjualan ditetapkan sebanyak 30–40 unit per bulan sehingga berpotensi menghasilkan keuntungan yang optimal. Keunggulan kompetitif Chacu's Gift terletak pada layanan desain kustom, penggunaan material premium, penerapan creative storytelling, serta pemasaran digital melalui media sosial. Dengan demikian, Chacu's Gift dinilai layak dikembangkan sebagai usaha kreatif yang inovatif, berorientasi pasar, dan berpotensi mendukung pengembangan ekonomi kreatif berbasis kewirausahaan mahasiswa.