Rahendra Maya
Institut Agama Islam Al Hidayah Bogor

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kesadaran Pendidikan Islam Generasi Z: Telaah Konseptual Al-Qur'an dan Hadits Tarbawi di Tengah Krisis Moral Digital Rosalina Zulhijjah; Rahendra Maya
Advances In Education Journal Vol. 3 No. 1 (2026): Advances In Education Journal (Agustus)
Publisher : Yayasan Al-Afif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena krisis kesadaran pendidikan dan dekadensi moral yang melanda Generasi Z di Indonesia, ditandai dengan tingginya angka cyberbullying, penyebaran hoaks, normalisasi cancel culture, serta plagiarisme digital sebagai akibat dari budaya scroll culture dan shallow thinking yang muncul di tengah derasnya arus informasi digital. Kesenjangan antara pemahaman teoritis nilai-nilai agama dan praktik perilaku nyata semakin diperparah oleh sistem pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) yang masih bersifat konvensional, monoton, dan berorientasi pada hafalan kognitif semata, sehingga kurang menyentuh dimensi afektif dan spiritual peserta didik. Penelitian ini bertujuan menggali landasan konseptual kesadaran pendidikan Islam yang bersumber dari Al-Qur'an dan Hadits Tarbawi, serta merumuskan model pendidikan yang relevan dan kontekstual bagi karakteristik Generasi Z. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif jenis studi kepustakaan (library research), dengan data dihimpun dari artikel jurnal, buku akademik, dan prosiding yang relevan melalui penelusuran sistematis pada Google Scholar, Garuda, dan basis data jurnal nasional maupun internasional, kemudian dianalisis melalui identifikasi, seleksi, pengelompokan tema, interpretasi, dan sintesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesadaran pendidikan Islam dibangun atas pemahaman manusia sebagai hamba Allah (‘abdullah) dan khalifah fi al-ardh, yang diwujudkan melalui integrasi tiga konsep utama: al-Tarbiyah (pengembangan potensi diri), al-Ta'lim (transfer ilmu pengetahuan), dan al-Ta'dib (penanaman adab dan karakter mulia) sebagai fondasi epistemologis utama. Nilai-nilai dalam Surah Luqman ayat 13–19 dan Hadits Tarbawi terbukti relevan dalam membentuk keimanan, tanggung jawab, kemandirian, serta etika bermedia digital. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini merumuskan Model PAI Adaptif-Reflektif, yang memadukan pemanfaatan teknologi digital sebagai media pembelajaran dengan proses internalisasi nilai melalui muhasabah dan tadabbur, sebagai solusi paradigmatik untuk mencetak generasi Muslim yang unggul secara intelektual, kokoh secara spiritual, dan beradab di ruang digital.
Keteladan dalam Pendidikan Perspektif Al-Qur’an dan Hadis Tarbawi Harun Sutara; Rahendra Maya
Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 1 (2026): Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam (Juli)
Publisher : Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menurunnya kualitas karakter peserta didik serta lemahnya implementasi nilai-nilai keteladanan menjadi tantangan pendidikan Islam pada era kontemporer. Kondisi ini menunjukkan perlunya penguatan konsep keteladan yang berlandaskan Al-Qur’an dan Hadis Tarbawi sebagai dasar pembentukan akhlak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep keteladanan dalam perspektif Al-Qur’an dan Hadis Tarbawi serta relevansinya terhadap pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan, melalui pengumpulan data dari Al-Qur’an, hadis, kitab tafsir, dan literatur ilmiah, serta dianalisis menggunakan teknis analisi isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa uswah hasanah merupakan metode pendidikan yang efektif dalam membentuk karakter peserta didik. Kebaharuan penelitian ini terletak pada integrasi Al-Qur’an dan Hadis Tarbawi sebagai kerangka konseptual keteladanan yang relevan dengan tantangan pendidikan Islam Kontemporer. Penelitian ini menyimpulkan bahwa konsep keteladan tersebut layak dijadikan paradigma penguatan pendidikan karakter untuk membentuk generasi yang beriman, berakhlak mulia, dan berintegrasi.