Habbodin, Muhtar
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Karaeng in Service Habbodin, Muhtar; Mujiburrohman, M. Alexander
GOVERNABILITAS (Jurnal Ilmu Pemerintahan Semesta) Vol 4 No 2 (2023): Bringing the Government Back in
Publisher : Program Studi Ilmu Pemerintahan - Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa "APMD"

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47431/governabilitas.v4i2.333

Abstract

This article explores the conduct of local politics of the karaeng group serves and citizens in Kampala Village, Arungkeke District, Jeneponto Regency, South Sulawesi. The Karaeng group has the highest status in South Sulawesi’s social structure when compared to the Daeng and Ata groups. Even though the Karaeng group is the ruling elite, this does not mean that its citizens always serve them. However, it is quite the opposite. The method used is a case study. The choice of case studies is based on the idea that cases are limited, actual, and unique. Meanwhile, the data collection mechanism is by combining interviews and literature study. When the data has been collected, the next step is to analyze it critically. Field findings indicate that the karaeng group uses two instruments to provide services to their citizens. First, large land ownership. Residents are free to use this land for living and housing purposes free of charge. Second, position as an instrument to help and serve the needs of its citizens. Proper use of land and positions strengthens the power base of the karaeng group as a traditional elite and as the ruling elite in Kampala Village. These findings confirm that political changes at the village level require the karaeng group to adapt to remain powerful through the choice to provide services to the community. In this way, the Karaeng group has a stronger position in front of its citizens.
Resistensi Sosial atas Praktik Politik Uang dalam Pemilihan Kepala Desa di Kabupaten Malang Adi, Muhammad Wahyu Prasetyo; Habbodin, Muhtar; Hakim, Muhammad Lukman
Sospol Vol. 10 No. 2 (2024): Juli-Desember
Publisher : Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jurnalsospol.v10i2.38412

Abstract

Penelitian ini bertujuan menguraikan resistensi sosial atas praktik politik uang dalam pemilihan kepala desa Karanganyar, Kabupaten Malang. Sejauh ini eksistensi resistensi terhadap praktik politik uang sangat variatif, melaui pendidikan politik, pemberdayaan masyarakat hingga pelaporan terduga penyuap kepada pihak berwajib. Berbeda dengan literatur-literatur terdahulu, kajian ini mengupas restrukturisasi resistensi dari motif, jaringan bawah tanah hingga menuju permukaan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif karena ingin mengupas, menelaah, mendeskripsikan hingga menganalisis perjuangan dari warga yang resisten secara murni dalam perhelatan pemilihan kepala desa Karanganyar kecamatan poncokusumo kabupaten malang tahun 2023. Dengan menggunakan teori Scoot tentang resistensi sebagai pisau analisis utama, penelitian ini mengasilkan temuan bahwa terdapat dua bentuk resistensi warga Karanganyar terhadap politik uang yaitu resistensi terbuka dan resistensi tertutup. Resistensi terbuka tampak dari adanya edukasi politik secara publik, pemasangan banner dan penjagaan pos. Sedangkan resistensi tertutup dapat dilihat dari penolakan individual, hingga edukasi dari rumah ke rumah. Temuan ini lantas memperbarui penelitian sebelumnya yang massif terhadap pendidikan politik, baik melalui tokoh masyarakat maupun melalui lembaga resmi dalam menstimulisasi resistensi.
MILITARY IN LEADERSHIP SUCCESSION Habbodin, Muhtar
GOVERNABILITAS (Jurnal Ilmu Pemerintahan Semesta) Vol 5 No 2 (2024): The Remaking of the New State
Publisher : Program Studi Ilmu Pemerintahan - Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa "APMD"

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47431/governabilitas.v5i2.499

Abstract

This article aims to explain the presence of the military in the succession of national leadership. The military's presence in the succession of leadership shows that power is a contested item between civilian leaders and military leaders. Through direct elections, both the military and civilians have the opportunity to become national leaders. However, only one will be the winner. This is aimed at Prabowo's victory in leadership succession. The 2024 leadership succession equals the superiority of the military over civilian politicians. Prabowo's victory sparked the return of military political power. In fact, this victory further emphasizes the military's resilience in competing peacefully. This is because democracy requires all succession of national leadership to be carried out periodically, regularly, and constitutionally. Thus, the elected leader is the people's choice. This is because the people are the owners of sovereignty as well as the source of political legitimacy.
Kepemimpinan Jawa Arek di Desa Hulurejo dalam Perspektif Kewirausahaan Politik Sadewa, Bayu; Sobari, Wawan; Habbodin, Muhtar
Jurnal Transformative Vol. 10 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Faculty of Social and Political Science Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.transformative.2024.010.01.5

Abstract

Penelitian studi kasus kausalitas ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana praktik kewirausahaan politik dengan mempertimbangkan variabel kebudayaan dalam menjalankan strategi sebagai seorang usahawan politik dimana studi ini belum banyak didiskusikan dalam riset akademis. Kewirausahaan politik menurut pandangan Petridou (2016) dibagi menjadi empat aspek utama, yakni Who, How, Where dan Impact. Berbeda dengan teori yang digunakan, penelitian ini berusaha untuk menjelaskan aspek how dari sisi kebudayaan. Dua indikator penting yang dimuat dari aspek how adalah interaksi antar aktor dan strategi seorang usahawan politik akan dielaborasikan dengan kebudayaan jawa arek. Kebudayaan Jawa Arek yang dikenal dengan karakter lugas, blak-blakan, hingga bondho nekat akan mewarnai terhadap bagaimana kepemimpinan Kepala Desa Hulurejo yang menjadi subjek penelitian. Penelitian ini menunjukkan bahwa filosofi jawa arek yang diimplementasikan dalam strategi kewirausahaan politik kepala desa mampu untuk menjadi solusi terkait dengan berbagai permasalahan yang ada di masyarakat, hal ini didasarkan pada pola komunikasi yang cair dan mampu mengakomodasi kepentingan masyarakat. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa dalam praktik kewirausahaan ini juga mengandung dua cabang utama kewirausahaan politik yakni ekonomi politik dalam hal relokasi sumber daya dan perubahan kebijakan. Fenomena penyaluran BLTDD pandemi mendukung pernyataan Petridou (2016) tentang imbalan beberapa jenis keuntungan politik dalam proses relokasi sumber daya.