Tari Lacak Apung merupakan salah satu tari kreasi berasal dari daerah Sumatera Selatan yang terinspirasi dari kehidupan masyarakat di rumah apung Sungai Musi. Secara etimologis, nama tarian ini berasal dari kata "lacak" yang berarti ”mencari” atau “melacak”, dan "apung" yang merujuk “mengapung” atau “di atas air”. Tarian ini lahir dari pengamatan kehidupan masyarakat rumah apung di Sungai Musi, yang menjadi jantung budaya dan ekonomi Palembang. Sebagai tari kreasi baru, proses penciptaannya melibatkan eksplorasi gerak, musik, dan kostum yang terinspirasi langsung dari aktivitas warga sungai, seperti mendayung, memancing, dan interaksi sosial di atas air. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif, teknik pengumpulan data yaitu melalui observasi, wawancara, dan dokuinentasi kemudian dianalisis dengan teknik analisis data observasi, teknik analisis data wawancara, dan teknik analisis data dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa tari lacak apung memiliki 3 struktur, yakni : Struktur awal, Struktur tengah, Struktur akhir. Jumlah penari yakni 5 orang penari perempuan dan memiliki 20 ragam gerak yang di bentuk dalam tiga adegan mulai dari awal, konfik, serta berakhirnya tarian. Keywords: Struktur tari lacak apung
Copyrights © 2025