This Author published in this journals
All Journal Sawerigading
Nur Amalia Balqis
Universitas Islam Malang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Local Traditions in Digital Format: The “Siraman Gong Kiai Pradah” E-Textbook For Cultural And Ecological Literacy Nur Amalia Balqis; Sri Wahyuni; Abdul Rani; Lilik Wahyuni
SAWERIGADING Vol 32, No 1 (2026): Sawerigading, Edisi Juni 2026
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/sawer.v32i1.1722

Abstract

This study aims to develop culturally and ecologically oriented digital learning materials by integrating the Siraman Gong Kiai Pradah tradition into Indonesian language learning. The study employed a Research and Development (RD) approach based on the 4D model, limited to the Develop phase. Initially, a needs assessment was conducted through teacher interviews and student questionnaires, alongside observations and interviews with local cultural practitioners. Data analysis utilized a combination of qualitative and quantitative descriptive techniques. The results of the analysis served as the basis for revising and refining the developed instructional materials until they were deemed appropriate for use. The findings indicate that, in the Define phase, teachers expressed the need for learning materials integrated with local culture, while students preferred digital, accessible, and interactive media. In the Design phase, a discourse structure, interactive learning activities, and a digital flipbook supported by text, images, and videos were developed. The Develop phase produced a prototype validated by experts in content, language, and media, achieving an average score of 3.6, categorized as good. Teachers’ evaluation of the material feasibility reached 82.5%, while the limited trial yielded positive responses (73–78%) across all aspects. Therefore, this local wisdom-based digital learning material is considered feasible as an alternative medium for Indonesian language instruction that is contextual, interactive, and capable of enhancing students’ cultural literacy. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengembangkan materi pembelajaran digital berorientasi budaya dan ekologi dengan menggabungkan tradisi Siraman Gong Kiai Pradah dengan pembelajaran bahasa Indonesia. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan Penelitian dan Pengembangan (4D), yang terbatas sampai fase Develop. Pertama, dilakukan penilaian kebutuhan melalui wawancara guru dan kuesioner siswa, sementara pada saat yang sama, observasi dan wawancara dengan praktisi budaya lokal juga dilakukan. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan kombinasi analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil analisis tersebut digunakan sebagai dasar untuk melakukan revisi dan penyempurnaan bahan ajar yang dikembangkan hingga dinyatakan layak digunakan. Hasil penelitian menunjukkan sebagai berikut. Pada tahap Define, ternyata guru menginginkan materi pembelajaran yang terintegrasi dengan budaya lokal, sedangkan siswa lebih menyukai media yang digital, mudah diakses, dan interaktif. Pada tahap Design, dirancang struktur wacana, aktivitas pembelajaran interaktif, dan buku digital (flipbook) yang didukung dengan teks, gambar, dan video. Tahap Pengembangan menghasilkan prototipe yang divalidasi oleh para ahli di bidang konten, bahasa, dan media, serta mencapai skor rata-rata 3,6 dalam kategori baik. Penilaian guru terhadap kelayakan materi mencapai 82,5%, sementara uji coba kecil menghasilkan reaksi positif (73-78%) dalam semua aspek. Dengan demikian, bahan ajar digital berbasis kearifan lokal ini dinyatakan layak digunakan sebagai alternatif media pembelajaran bahasa Indonesia yang kontekstual, interaktif, dan mampu mendukung penguatan literasi budaya siswa.