Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

ANALISIS DAN PERENCANAAN JALAN PADA RUAS JALAN LEGOK - JIPANG Fahmi Siddik; Martinus Agus Sugiyanto
Jurnal Konstruksi dan Infrastruktur : Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 8 No 1 (2019): JURNAL KONSTRUKSI (JANUARI 2019)
Publisher : Civil Engineering Department, Faculty of Engineering, Universitas Swadaya Gunung Jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jki.v8i1.3765

Abstract

ABSTRAKTransportasi darat (jalan raya dan jalan berbasis rel) adalah pergerakan arus manusia, kendaraan dan barang dari satu tempat ke tempat lainnya dengan menggunakan jaringan jalan. Jalan adalah bentuk infrastruktur utama yang memiliki peran vital dalam kehidupan karena aspek distribusi adalah satu dari tiga aspek pembentuk ekonomi selain produksi dan konsumsi.Brebes merupakan kota kecil di pesisir utara ujung paling barat wilayah Jawa Tengah. Letaknya yang berada di jalur lalu-lintas pantai utara (Pantura) dan merupakan pintu gerbang ke Jawa Tengah dari arah barat di samping berbatasan dengan wilayah Jawa Barat, menjadikan daerah ini sebagai kota lintasan yang cukup penting. Kabupaten Brebes terdiri atas dataran rendah, dataran tinggi, pegunungan dan perbukitan dengan iklim tropis yang bercurah hujan rata-rata 18,94 mm; curah hujan maksimum 347 mm dan curah hujan minimum 2 mm. Kondisi itu menjadikan kawasan tesebut sangat potensial untuk pengembangan produk pertanian seperti tanaman padi, hortikultura, perkebunan, perikanan, peternakan dan banyak lagi. Kota Brebes dengan letaknya yang strategis, yaitu di persimpangan jalan utama pada pertengahan Pulau Jawa, Kabupaten Brebes memegang peranan penting bagi kelancaran transportasi darat di Pulau Jawa. Mengingat pentingnya peranan Kabupaten Brebes bagi kelancaran transportasi darat, maka kelayakan prasarana transportasi yang terdapat di kota tersebut harus benar-benar diperhatikan.Pada ruas jalan Legok - Jipang yang berlokasi di Kecamatan Bantarkawung adalah ruas jalan yang berada di Kabupaten Brebes tepatnya di jalur Provinsi Kec. Bantarkawungyang memiliki ketinggian ±323 meter diatas permukaan laut. Oleh karena itu volume lalu lintas di daerah tersebut tidak cukup padat, dikarnakan kurangnya prasarana tranportasi d jalan tersebut kurang di perhatikan.Berdasarkan hal tersebut di atas kabupaten Brebes atau tepatnya di jalan Legok - Jipang perlu di adakan pembangunan jalan baru, dengan adanya pembangunan jalan baru akan lebih mendukung kelancaran tranportasi, kenyamanan dan keselamatan di jalan tersebut.Kata kunci : Transportasi, Lalu Lintas, Geometrik Jalan. ABSTRACTLand transportation (highways and rail-based roads) is the movement of the flow of people, vehicles and goods from one place to another using road networks. Roads are a major form of infrastructure that has a vital role in life because the distribution aspect is one of the three aspects that shape the economy besides production and consumption.Brebes is a small town on the coast north of the westernmost part of the Central Java region. Its location is in the northern coast traffic lane (Pantura) and is the gateway to Central Java from the west side adjacent to the West Java region, making this area a fairly important trajectory city. Brebes Regency consists of lowlands, highlands, mountains and hills with a tropical climate that has rainfall averaging 18.94 mm; maximum rainfall of 347 mm and minimum rainfall of 2 mm. This condition makes the area very potential for the development of agricultural products such as rice, horticulture, plantations, fisheries, livestock and many more. Brebes City with its strategic location, namely at the main crossroads in the middle of Java Island, Brebes Regency plays an important role for the smooth operation of land transportation on the island of Java. Considering the important role of Brebes Regency for the smooth operation of land transportation, the feasibility of transportation infrastructure in the city must be taken into account.On the Legok - Jipang road, located in Bantarkawung Subdistrict, the road is located in Brebes Regency, precisely in the Province of Kec. Bantarkawungyang has a height of ± 323 meters above sea level. Therefore, the traffic volume in the area is not sufficiently solid, because the lack of transportation infrastructure in the road is less noticed.Based on the above, Brebes district or precisely on Legok - Jipang road needs to be carried out for the construction of new roads, with the construction of new roads will further support the smooth transportation, comfort and safety on the road.Keywords: Transportation, Traffic, Geometric Roads  
Analisis Pengembangan Ruas Jalan Panjalin - Arjawinangun Shalehuddin Malik; Martinus Agus Sugiyanto; Arief Firmanto
Jurnal Konstruksi dan Infrastruktur : Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 5 No 1 (2016): JURNAL KONSTRUKSI (JANUARI 2016)
Publisher : Civil Engineering Department, Faculty of Engineering, Universitas Swadaya Gunung Jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jki.v5i1.3770

Abstract

ABSTRAK Ruas jalan Panjalin - Arjawinangun merupakan salah satu jalur alternatif yang menghubungkan wilayah timur Kabupaten Majalengka yaitu Kecamatan Sumberjaya dengan wilayah barat laut Kabupaten Cirebon yaitu Kecamatan Ciwaringin dan Kecamatan Susukan. Secara georafis jalur ini diapit oleh 2 pintu masuk Tol yaitu pintu Tol Sumberjaya Km 175 berjarak 5 Km dari persimpangan Panjalin dan pintu Tol Palimanan Km 188 berjarak 11 Km dari Persimpangan Bunder Susukan. Jalan Tol baru tentunya akan menimbulkan dampak ekonomis bagi kawasan yang dilalui. Menurut Alfred Pakasi (2015) pengembangan suatu kawasan dapat terjadi sejalan dengan terbukanya jalur transportasi, misalnya jalur kereta api atau jalan raya.Dalam Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Cirebon Tahun 2011 – 2031, Kecamatan Ciwaringin dan Kecamatan Susukan termasuk dalam rencana kawasan peruntukan industri menengah, industri kecil dan mikro, , wisata argopolitan Agro Arjawinangun, pertanian dan peternakan. Dengan telah dirumuskanya konsep Rencana Tata Ruang Wilayah di dua kawasan tersebut, maka dibutuhkan pula suatu rencana pengembangan jaringan jalan yang terintegrasi dan mendukung serta mengakomodasi seluruh kebutuhan rencana tata ruang.Dalam PERDA Kabupaten Cirebon Nomor 17 Tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah, pengembangan kawasan dilakukan dengan strategi meningkatkan dan mengembangkan infrastruktur penunjang kegiatan pengembangan di kawasan tersebut. Kata kunci : Jalan Tol, RTRW, Pengembangan Kawasan, Infrastruktur Jalan. ABSTRACT Roads Panjalin - Arjawinangun is one of the alternative paths that connects the eastern part of the District Sumberjaya Majalengka with the northwest region of the District Ciwaringin Cirebon and District Susukan. Geographically this pathway flanked by two entrance gate higway namely entrance gate Sumberjaya Km 175 within 5 km from the junction Panjalin entrance gatel Palimanan 188 Km within 11 Km of the crossroads Bunder Susukan. The new highway will create an economic impact for the region traversed. According to Alfred Pakasi (2015) the development of an area can take place in line with the opening of transportation lines, such as railways or highway.In the Spatial Plan of Cirebon Regency Year 2011 - 2031, District Ciwaringin and District Susukan included in the plan area of industrial designation medium, small and micro industries, travel argopolitan Arjawinangun Agro, agriculture and livestock. With the concept of Spatial Planning in the two regions, it also needed a plan for the integrated development of road networks and to support and accommodate all the needs of spatial planning.In PERDA Cirebon No. 17 of 2011 on Spatial Planning, area development is done by a strategy to improve and develop the supporting infrastructure development activities in the region.  Keywords: Highway, RTRW, Development area, Road infrastructure.
Analisis Pengembangan dan Peningkatan Jalan Pada Ruas Jalan Rajagaluh – Panjalin Teja faisal Helmi; Martinus Agus Sugiyanto; Arief Firmanto
Jurnal Konstruksi dan Infrastruktur : Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 5 No 1 (2016): JURNAL KONSTRUKSI (JANUARI 2016)
Publisher : Civil Engineering Department, Faculty of Engineering, Universitas Swadaya Gunung Jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jki.v5i1.3774

Abstract

ABSTRAKAnalisis ini untuk mengetahui berapa besar kontribusi pertambahan Volume lalu lintas akibat adanya pengalihan arus lalu lintas yang berdampak pada Ruas jalan Panjalin menuju Rajagaluh ini disebabkan oleh adanya pasar Panjalin. Serta bertujuan untuk mengevaluasi ruas jalan Rajagaluh – Panjalin untuk dilakukan pengembengan jalan berupa peningkatan jalan.  Hasil analisis didapatkan bahwa nilai DS pada saat penelitian yaitu sebesar 0,56, Setelah di prediksikan bahwa empat tahun kemudian nilai DS menjadi 0,91 dikarenakan adanya pengalihan arus lalu lintas dari adanya pasar Panjalin maka dari itu perlu dilakukan peningkatan jalan berupa pelebaran jalan Panjalin – Rajagaluh dengan kondisi eksisting 6 m kemudian dilebarkan menjadi  8 meter dengan tipe jalan 2 lajur 2 arah (2/2UD)agar jalan mampu melayani volume lalulintas.Kata Kunci : Pengalihan Arus Lalulintas, Pasar Panjalin, Kapasitas Jalan, Derajat Kejenuhan, Prediksi Pertumbuhan Volume Lalu Lintas. ABSTRACTThis analysis to determine how much contribution the growth of traffic volume due to the diversion of traffic flows that impact on road section Panjalin towards Rajagaluh is caused by the market Panjalin. And aims to evaluate the roads Rajagaluh - Panjalin to do development path of increased road. Results of the analysis showed that the value of the DS when the study is 0.56, Once predicted that four years later the value of DS to 0.91 due to the diversion of traffic from the market Panjalin therefore necessary to improve the way in the form of road widening Panjalin - Rajagaluh with the existing condition of 6 m and then widened to 8 meters with type 2 lane 2-way road (2 / 2UD) to be able to serve the volume of road traffic.Keywords: Trafic Diversion, Market Panjain, Capacity Road, Degree of Saturation, increase in Traffic
Analisis Pengembangan dan Peningkatan Jalan Pada Ruas Jalan Talaga – Wado Angga Ahmad Rosandi; Martinus Agus Sugiyanto
Jurnal Konstruksi dan Infrastruktur : Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 5 No 2 (2016): JURNAL KONSTRUKSI (JANUARI 2016)
Publisher : Civil Engineering Department, Faculty of Engineering, Universitas Swadaya Gunung Jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jki.v5i2.3778

Abstract

ABSTRAKAnalisis ini untuk  mengetahui berapa besar kontribusi pertambahan volume lalu lintas akibat dari dibangunnya Bandar Udara Internasional Kertajati terhadap ruas jalan Talaga – Wado yang juga bertujuan untuk mengevaluasi ruas jalan Talaga – Wado untuk dilakukan pengembangan dan peningkatan jalan berupa pelebaran jalan dan perbaikan alinyemen. Hasil analisis didapat bahwa nilai DS (Degree of Saturation) pada saat penelitian yaitu sebesar 0,29, sepuluh tahun kemudian pada tahun 2025 setelah bandar udara beroperasi sekitar 8 tahun, nilai DS mencapai 1,15 yakni dari pertumbuhan volume lalu lintas di sepanjang ruas jalan Talaga – Wado.Dengan demikian ruas jalan Talaga – Wado harus dilakukan pelebaran jalan menjadi 7 meter dan bahu jalan 2 meter dengan tipe 2 lajur 2 arah (2/2 UD) supaya jalan mampu melayani volume lalu lintas. Perbaikan alinyemen disepanjang ruas jalan Talaga – Wado dilakukan dari Km.Cn 79+227 – Km.Cn 79+603 karena terdapat empat tikungan atau tiga lengkung berbalik arah dengan masing-masing tangent kurang dari 30 meter.Kata kunci : Derajat Kejenuhan, Kapasitas Jalan, Perbaikan Alinyemen, Prediksi Pertumbuhan Volme Lalu Lintasm, Volume Lalu Lintas.ABSTRACTThis analysis to determine how large contribution in volume traffic a result of the construction the international airport kertajati to roads talaga - wado who also aimed to evaluate roads talaga - wado to further investigated and improving road of the project and repairs alignment. The analysis found that the ds ( degree of saturation ) at the time of the which is 0,29, ten years later in 2025 after the airport in operation about 8 years, the ds reached 1,15 volume of growth traffic along the road talaga - wado.Thus roads talaga - wado must widening of the road 7 feet tall and roadside 2 yards with type 2 lanes 2 direction ( 2 / 2 ud ) that able to serve volume road traffic. Improvement alignment along roads talaga - wado done from km.cn 79+227 - km.cn 79+603 because there are four bends or three arch the return with each tangent less than 30 meters. Keywords : Degrees of Saturation, The Road Capacity, Alignment  Improvement, A Prediction Growth Volme Traffic, Volume Traffic
Perencanaan Geometrik Jalan Ruas Jalan Kertawangunan-Kadugede Kabupaten Kuningan Egi Rizky Yuono; Martinus Agus Sugiyanto
Jurnal Konstruksi dan Infrastruktur : Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 5 No 3 (2016): JURNAL KONSTRUKSI (APRIL 2016)
Publisher : Civil Engineering Department, Faculty of Engineering, Universitas Swadaya Gunung Jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jki.v5i3.3789

Abstract

ABSTRAKRuas jalan Kertawangunan-Kadugede merupakan jalur utama penghubung Kabupaten Kuningan dan Kabupaten Ciamis, akan tetapi pada saat sekarang ini arus lalu lintas yang melewati ruas jalan yang ada sudah dirasa memiliki volume lalu lintas yang cukup padat. Dengan direncanakannya jalan lingkar luar Kabupaten Kuningan ruas Sampora-Caracas-Panawuan-Japara-Kedungarum-Kertawangunan oleh Pemerintah Kabupaten Kuningan, ruas jalan Kertawangunan-Kadugede ini akan sangat mendukung pada lanjutan jalan lingkar luar Kuningan yang telah direncanakan sebelumnya.Perencanaan Geometrik Jalan Ruas Jalan Kertawangunan-Kadugede direncanakan dengan maksud membangun infrastruktur baru berupa jalan lingkar luar Kuningan yang dapat mengakomodir kegiatan masyarakat dengan menyediakan alternatif baru bagi pengguna ruas jalan Provinsi sehingga memudahkan akses khususnya kendaraan umum baik dari arah Kabupaten/Kota Cirebon menuju Kabupaten Ciamis maupun sebaliknya tanpa melewati daerah Kuningan kota. Kata kunci       : Jalan, Kendaraan, Geometrik.  ABSTRACTKertawangunan-Kadugede road tour is the main route connecting the Kuningan and Ciamis District, but in the present traffic flow through roads that are already considered to have the volume of traffic is pretty solid. The planned ring road outside the Kuningan District section Sampora-Caracas-Panawuan-Japara-Kedungarum-Kertawangunan by the Government of Kuningan, Kertawangunan-Kadugede road tour will strongly support the continuation of the ring road outside the Kuningan previously planned.Geometric Road Planning Section Kertawangunan-Kadugede tour is planned with the intention of building new infrastructure in the form of a ring road outside Kuningan who can accommodate the community by providing a new alternative to the road of making it easier to access, especially public transport both from the Cirebon to Ciamis District/City or otherwise without passing through the town of Kuningan. Keywords          : road, vehicles, Geometric.
Perbandingan Teknis Aspal Bakar Dan Aspal Emulsi Sebagai Bahan Pengikat Pada Campuran Perkerasan Jalan Rusmana Rusmana; Martinus Agus Sugiyanto
Jurnal Konstruksi dan Infrastruktur : Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 5 No 3 (2016): JURNAL KONSTRUKSI (APRIL 2016)
Publisher : Civil Engineering Department, Faculty of Engineering, Universitas Swadaya Gunung Jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jki.v5i3.3794

Abstract

ABSTRAKAspal sebagai bahan pengikat sering disesuai dengan sifat-sifat fisiknya,(kelekatan dan kekentalan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Aspal bakar/minyak layak digunakan untuk perkerasan jalan dengan kondisi lalu lintas padat,karena memiliki kemampuan menerima lendutan berulang akibat repetisi beban,tanpa terjadinya kelelehan berupa alur dan retak. kelebihan dari aspal bakar/minyak antara lain : (a) nilai rongga udara terisi aspal (VFA) lebih tinggi, (b) nilai kelelehan (flow) lebih tinggi, dan (c) nilai IRS lebih tinggi. kekurangan dari aspal bakar/minyak antara lain : (a) memiliki nilai stabilitas lebih rendah, (b) nilai rongga antar butiran agregat (VMA) lebih rendah (c) nilai porositas (VIM) lebih rendah, (d) nilai density lebih rendah, dan (e) nilai MQ memiliki lebih rendah. (2) Aspal emulsi layak digunakan untuk perkerasan jalan dengan kondisi lalu lintas ringan, karena kurang memiliki kemampuan menerima lendutan berulang akibat repetisi beban, sehingga mudah retak : kelebihan dari aspal emulsi antara lain : (a) memiliki nilai stabilitas lebih tinggi, (b) nilai rongga antar butiran agregat (VMA) lebih tinggi (c) nilai porositas (VIM) , (d) nilai density lebih tinggi, dan (e) nilai MQ memiliki lebih tinggi. kekurangan dari aspal emulsi  antara lain : (a) nilai rongga udara terisi aspal ((VFA) lebih rendah, (b) nilai kelelehan (flow) lebih rendah, dan (c) nilai IRS lebih rendah.Kata Kunci :  Aspal Bakar dan Emulsi, Bahan Pengikat Campuran Perkerasan Jalan ABSTRACTAsphalt as a binder often adapted to their physical properties, (viscosity and viscosity). The results showed that: (1) Asphalt fuel / oil suitable for use in pavement with dense traffic conditions, because it has the ability to accept repeated deflection due to load reps, without the occurrence of melting in the form of grooves and cracks. an excess of bitumen fuel / oil, among others: (a) the value of air cavity filled with asphalt (VFA) is higher, (b) the value of melting (flow) is higher, and (c) higher IRS values. shortage of bitumen fuel / oil, among others: (a) has a value of stability is lower, (b) the value of the cavity between the granular aggregate (VMA) is lower (c) porosity (VIM) lower, (d) the value of density is lower, and (e) have a lower MQ value. (2) Asphalt emulsions suitable for use in pavement by traffic conditions light, because lack the ability to receive a deflection repeatedly due to repetition of the load, so it is easy to crack: an excess of bitumen emulsion, among others: (a) has a value of stability is higher, (b) the cavity between the value of granular aggregate (VMA) higher (c) porosity (VIM), (d) the value of higher density, and (e) have a higher value MQ. shortage of bitumen emulsion, among others: (a) the value of air cavity filled with asphalt ((VFA) lower, (b) the value of melting (flow) is lower, and (c) lower the value of the IRS. Keywords         : Asphalt and Emulsion Fuel, Pavement Materials binder mixture
ANALISIS KERUSAKAN PERKERASAN JALAN KOTA CIREBON JAWA BARAT Kurniasih Kurniasih; Martinus Agus Sugiyanto; Ingrid Multi Rezeki
Jurnal Konstruksi dan Infrastruktur : Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 5 No 5 (2016): JURNAL KONSTRUKSI (AGUSTUS 2016)
Publisher : Civil Engineering Department, Faculty of Engineering, Universitas Swadaya Gunung Jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jki.v5i5.3810

Abstract

ABSTRAK           Jaringan jalan raya yang merupakan prasarana transportasi dapat memegang peranan yang sangat penting dalam sektor perhubungan, terutama untuk kesinambungan distribusi barang dan jasa maupun orang. Keberadan jalan raya sangatlah diperlukan untuk menunjang laju pertumbuhan ekonomi, pertanian, dan sektor lainnya.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kerusakan jalan, sehingga bisa ditentukan indeks permukaan atau present serviceability index (PSI). Dalam dilakukan pada 3 (tiga) wilayah ruas jalan kota Cirebon yaitu, ruas jalan Dr. Cipto Mangunkusumo, ruas jalan Benda, ruas jalan Bongo.Pemeliharaan yang dapat dilakukan untuk memperbaiki tingkat layanan jalan antara lain dengan memberi lapis tambahan, memperbaiki drainase, celah diisi campuran aspal dan pasir, serta lapis perkerasan dibongkar dan kemudian dilapis kembali dengan bahan yang sama.Kata Kunci : Ruas Jalan, Kerusakan, PSI.  ABSTRACTRoad traffic is an infrastructure transport can play an important role in the transport sector, notably for the sustainability of goods and services and people. The existence of the highway is needed to support economic growth, agriculture, and other sectors. Study aims to determine the damage to the road, so that the surface can be specified index or present serviceability index (PSI). In performed on three (3) regions ie Cirebon city roads, roads Dr. Cipto Mangunkusumo Benda roads, roads Bongo. Maintenance can be done to improve the level of service roads among others by providing an additional layer, improve drainage, a gap filled mix asphalt and sand, as well as the pavement was dismantled and then re-coated with the same material.Keywords: Roads, Damage, PSI. 
ANALISIS PENINGKATAN JALAN PADA RUAS JALAN SINDANG JAWA KABUPATEN CIREBON – MANDIRANCAN – CARACAS KABUPATEN KUNINGAN Yoga Sugama; Martinus Agus Sugiyanto
Jurnal Konstruksi dan Infrastruktur : Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 5 No 5 (2016): JURNAL KONSTRUKSI (AGUSTUS 2016)
Publisher : Civil Engineering Department, Faculty of Engineering, Universitas Swadaya Gunung Jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jki.v5i5.3813

Abstract

ABSTRAKRuas jalan Sindang jawa Kabupaten Cirebon – Mandirancan – Caracas Kabupaten Kuningan merupakan jalur alternatif yang menghubungkan Kabupaten Kuningan dengan Kabupaten Cirebon. Jalur  alternatif ini memiliki 2 fungsi yaitu sebagai jalan kolektor berstatus jalan provinsi dan jalan kabupaten. Ruas jalan Sindang jawa Kabupaten Cirebon – Mandirancan – Caracas Kabupaten Kuningan merupakan jalan alternatif bisa menuju ke kabupaten Majalengka, dan  akan segera beroperasinya Bandara Kertajati di Majalengka tidak menutup kemungkinan kawasan tersebut akan semakin ramai dilalui oleh kendaraan pribadi maupun kendaraan transportasi umum, seiring dengan meningkatnya pertumbuhan lalu lintas maka akan semakin strategis untuk dilakukannya peningkatan di kawasan tersebutDaerah ruas jalan Sindang Jawa - Caracas  ini memiliki kapasitas jalan saat ini sebesar 2117 smp/jam dengan derajat kejenuhannya 0,45 yang termasuk tingkat pelayanan C. Daerah ruas jalan Sindang Jawa – Caracas Berdasarkan dari tabel volume kendaraan dapat terlihat bahwa jam puncak sebesar 958 smp/jam,  pada hari sabtu, tanggal 28 Mei 2015 (minggu kedua) yaitu pukul 15.00 – 16.00 WIB.Setelah melakukan analisis dan perhitungan diketahui tebal lapisan tambahan pada ruas jalan Sindang Jawa - Caracas adalah 3 cm dengan jenis aspal Laston  590.Kata Kunci     :  Volume Lalu Lintas , Kapasitas Jalan, Peningkatan Jalan.  ABSTRACTSindang Jawa street Cirebon District – Mandirancan – Caracas Kuningan District is alternative route connecting between Kuningan District and Cirebon District. This alternative route has 2 functions: as a provincial road status collector roads and District roads. Sindang Jawa street Cirebon district – Mandirancan – Caracas Kuningan District is alternative route to Majalengka district and will soon operation Kertajati Airport in Majalengka not rule the region will increasingly well-traveled by private car or public transport vehicle, along with the increasing growth traffic will increasingly strategic for improvements to be made in the regionRegional roads Sindang Jawa - Caracas have a capacity road is currently at 2117 smp / hour with a degree of saturation of 0.45 that includes service level C. The area roads Sindang Jawa - Caracas based on the volume table of vehicles can be seen that the peak hours for 958 smp / h, on Saturday, on May 28, 2015 (the second week) is 15.00 - 16.00.After analysis and calculation of unknown thick extra layer on roads Sindang Jawa Caracas is 3 cm with the type of asphalt Laston 590.Keywords         :  Volume Traffic, Capacity Roads, Road Improvement.
ANALISIS PENINGKATAN JALAN PADA RUAS JALAN JALAKSANA-CIAWIGEBANG Ian Fitriana; Martinus Agus Sugiyanto
Jurnal Konstruksi dan Infrastruktur : Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 5 No 6 (2016): JURNAL KONSTRUKSI (AGUSTUS 2016)
Publisher : Civil Engineering Department, Faculty of Engineering, Universitas Swadaya Gunung Jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jki.v5i6.3819

Abstract

ABSTRAKRuas jalan Jalaksana – Ciawigebang merupakan jalur alternatif yang menghubungkan Kabupaten Kuningan dengan Kabupaten Cirebon (Cirebon Timur). Jalur  alternatif ini memiliki fungsi sebagai Jalan Kolektor berstatus Jalan Kabupaten, Ruas jalan ini merupakan jalur tercepat dari arah Kuningan menuju Cirebon Timur maupun sebaliknya, membuat jalan ini sering dilalui oleh kendaraan pribadi maupun kendaraan umum.Maka dari itu ruas jalan ini perlu dilakukan peningkatan kinerjanya agar mampu mendukung dan menampung aktifitas masyarakat ruas jalan Jalaksana  – Ciawigebang ini memiliki kapasitas jalan saat ini sebesar 2033 smp/jam dengan derajat kejenuhannya 0,58 yang termasuk tingkat pelayanan C. ruas jalan Jalaksana – Ciawigebang Berdasarkan dari tabel volume kendaraan dapat terlihat bahwa jam puncak sebesar 1196 smp/jam,  pada hari senin, tanggal 2 Mei 2016 (minggukedua) yaitupukul 07.00 – 08.00 WIB. Untuk meningkatkan indeks permukaan jalan, dari hasil perhitungan ruas jalan Jalaksana – Ciawigebang perlu di beri lapis tambahan tambahan (overlay) setebal 4cm. Kata kunci : Ruas jalan, Peningkatan, Analisis. ABSTRACTJalaksana-Ciawigebang as road alternative connectivity which connect between  kuningan district  and Cirebon distric (East Cirebon) , there are as a collector as a united sub-road , as the high  speed road from the kuningan to Cirebon east or the other hand , the road is always be the premier road way , although privet  transportation or public transport , conside  all of reason this sub-road must have to employ  upgrade  to support the public activity .            Jalaksana-Ciawigebang sub-road has the 2033 smp/h actually with the 0,58 degree of saturation its into the C class service , jalaksana-ciawigebang sub-road conside the traffic table volume there submit traffic time is 1196 smp/h at the Monday 2 may 2016 ( second week ) at 07,00-08,00 WIB , to improve the performance surface road ,  in the final count  jalaksana-ciawigebang sub-road must have the overlay addition for 4 cm high.Keyword : Sub-road , Upgrade , Analysis.
ANALISIS PERENCANAAN DAN PENGEMBANGAN JALAN PADA RUAS JALAN CIAWIGEBANG - LURAGUNG KABUPATEN KUNINGAN - JAWA BARAT Ady Slamet Riyadi; Martinus Agus Sugiyanto
Jurnal Konstruksi dan Infrastruktur : Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 6 No 3 (2017): JURNAL KONSTRUKSI (JANUARI 2017)
Publisher : Civil Engineering Department, Faculty of Engineering, Universitas Swadaya Gunung Jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jki.v6i3.3838

Abstract

ABSTRAKRuas jalan Ciawigebang – Luragung merupakan jalur alternatif yang menghubungkan Kabupaten Kuningan dengan Kabupaten Cirebon (Cirebon Timur). Jalur  alternatif ini memiliki fungsi sebagai Jalan Kolektor berstatus Jalan Kabupaten. Secara geografis jalur ini menghubungkan 2 jalan Provinsi yaitu ruas jalan Provinsi Kuningan-Cirebon dan ruas jalan Provinsi Ciawigebang-Waled (Cirebon timur), sehingga ruas jalan Ciawigebang-Luragung harus mendukung kedua jalur Provinsi tersebut dengan dilakukannya analisis peningkatan pada ruas jalan tersebut, agar mampu melayani jumlah kendaraan dan beban lalu lintas dari jalur Provinsi, disamping itu untuk pengembangan wilayah perkotaan di Kabupaten Kuningan. Pada ruas jalan Ciawigebang-Luragung terdapat beberapa daerah perbukitan, pesawahan dan pemukimanRuas jalan ini memiliki kondisi jalan yang kecil. Jalan ini merupakan jalur alternatif dari arah Kuningan menuju Jawa Tengah maupun sebaliknya. Maka dari itu ruas jalan ini perlu dilakukan peningkatan kinerjanya agar mampu mendukung dan menampung aktifitas masyarakat.Kata Kunci : Perencanaan Dan Pengembangan Jalan ABSTRACTRoad section Ciawigebang - Luragung an alternative route connecting with the Kuningan regency of Cirebon (Cirebon East). This alternative path has a function as District Collector Road status Road.Geographically this pathway connecting the two roads province which roads Province Kuningan-Cirebon and roads Provincial Ciawigebang-Waled (Cirebon east), so the road Ciawigebang-Luragung must support both lines of that province to do the analysis of the increase in these roads, to be able serve the number of vehicles and traffic load of the path of the Province, in addition to the development of urban areas in the district of Kuningan. On the road Ciawigebang-Luragung there are several hillsides, paddies and settlement.This road has a small road conditions. This road is an alternative path from the direction of Brass to Central Java and vice versa. Therefore the road is necessary to improve performance in order to support and accommodate the community activities.Keywords  : Planning And Development Road