Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran strategis dalam perekonomian lokal, namun masih banyak pelaku UMKM yang menghadapi permasalahan dalam pengelolaan keuangan usaha. Salah satu permasalahan utama yang sering ditemui adalah rendahnya literasi keuangan, yang ditandai dengan tidak adanya pencatatan keuangan yang terstruktur, pengelolaan arus kas yang belum optimal, serta minimnya pemanfaatan teknologi keuangan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi keuangan dan kemampuan pengelolaan keuangan usaha pada UMKM makanan Kedai Bu Is di Kecamatan Tembalang, Kota Semarang. Metode pengabdian yang digunakan meliputi sosialisasi, pelatihan literasi keuangan dan perencanaan keuangan, pendampingan penerapan pencatatan keuangan, serta implementasi sistem pembayaran non-tunai melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Selain itu, kegiatan ini juga disertai dengan pemberian bantuan alat produksi berupa kompor gas dua tungku dan blender guna mendukung peningkatan kapasitas produksi usaha. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman mitra terhadap pentingnya pencatatan keuangan, pengelolaan arus kas, serta perencanaan keuangan usaha yang lebih tertib dan terstruktur. Penerapan QRIS membantu mempermudah transaksi pembayaran sekaligus mendukung pencatatan keuangan yang lebih transparan. Secara keseluruhan, kegiatan pengabdian ini memberikan dampak positif terhadap pengelolaan keuangan dan efisiensi operasional UMKM, serta berpotensi mendukung keberlanjutan dan pengembangan usaha mitra di masa mendatang.