Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Determinan Balita Stunting di Kabupaten Landak, Kalimantan Barat: Studi Potong Lintang: The Stunting Determinants in Toddlers from Landak Regency, West Kalimantan: A Cross-Sectional Study Trisnawati, Elly; Widyastutik, Otik; Suryadi, Edy; Alamsyah, Dedi; Budiastutik, Indah; Ruhama', Ufi
Amerta Nutrition Vol. 8 No. 1SP (2024): AMERTA NUTRITION SUPPLEMENTARY EDITION
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/amnt.v8i1SP.2024.61-69

Abstract

Background: Stunting is a nutrition problem that can slow down the growth. With prevalence at 32.5%, Landak Regency in West Kalimantan has been designated as a stunting hotspot. The lack of a maximum penalty for the stunting case in Landak Regency is not based on factors causing the stunting itself, because there is no identifiable factor causing the stunting in certain area due to narrow roads and sharp curves. Objectives: The objective of this study was to identify causes and distribution of the stunting case in Landak Regency. Methods: A total of 330 households in Meranti, Sebangki, and Senakin were included in this cross-sectional study because they were at a risk of the stunting. Toddlers, mothers, health care, and environmental factors were among the found variables. The researchers employed a basic random sampling strategy for the sampling and used the secondary health center data to find out whether or not toddlers were stunted. Researchers in this study collected data on the independent variables by observing and interviewing participants. Using the chi-square test, the data was analyzed. Results: The results showed that determinants of the stunting in Landak Regency were the history of early breastfeeding initiation (p-value=0.032), exclusive breastfeeding (p-value=0.042), frequency of exclusive breastfeeding (p-value=0.040), the continued breastfeeding (p-value=0.024), complementary feeding (p-value=0.042), immunization history (p-value=0.007), infectious disease history (p-value=0.000), maternal height (p-value=0.046), delivery assistance (p-value=0.000), access to health services (p-value=0.004), the role of health workers (p-value=0.002), and family latrine ownership (p-value=0.000). Conclusions: Several factors were found to be associated with incidence of the stunting among toddlers in Landak Regency.
Breakfast Behavior and Limited Types of Food influence the nutritional status of working mothers Informal Sector in Sungai Ambawang, Kubu Raya Pujana, Betri; Widyastutik, Otik; Trisnawati , Elly
Jurnal EduHealth Vol. 13 No. 02 (2022): Jurnal eduHealth, Periode Oktober - December, 2022
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.122 KB)

Abstract

Nutritional status is the condition of the body due to food consumption which achieves success in fulfilling nutrition and a balance between the amount of nutrient intake and the amount needed by the body. The number of female workers in Indonesia tends to increase from year to year, but the health and nutritional status of workers in general has not received attention. Research objectives this for knowing connection Knowledge, Breakfast Behavior, Limited Types of food with nutritional status Mother work in the informal sector. Research type this is using a cross sectional design. Number of Samples in study this is as many as 51 working mothers Informal sector, taking sample in study this using purposive sampling, data analysis techniques using the Chi-Square test. Research results there is connection significant Among Breakfast Behavior (p=0.015) and Limitations type food (p=0.033), nutritional status Mother work informal sector, and no there is connection between, Knowledge (0.986) with nutritional status Mother work informal sector.
Penguatan Tauhid bagi Diaspora sebagai Regenerasi Kader Pimpinan Ranting Istimewa Muhammadiyah (PRIM) Kansai Jepang Ruhama, Ufi; Yulian, Ryani; Widyastutik, Otik; Asyifa, Sayyiduna Nisa
Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 1 No. 6 (2024): April
Publisher : PT. Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/4z24xn57

Abstract

Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman Tauhid bagi warga diaspora yang ada di Kansai, Jepang. Kegiatan ini disajikan melalui sesi ceramah dan forum diskusi yang dirancang untuk   menjawab tantangan dakwah di wilayah PRIM di Kansai, Jepang. Kansai, dengan populasi sekitar 22,5 juta jiwa, merupakan wilayah terbesar kedua di Jepang, setelah wilayah Kanto. Kota Osaka, pusat industri terkemuka, merupakan kota utama di Kansai dan merupakan kota terbesar kedua di Jepang setelah Tokyo. Majelis Tabligh,Pimpinan Ranting Istimea Muhammadiyah Kansai (PRIM)  meskipun memiliki anggota yang terbatas dari komunitas Muslim di wilayah tersebut, memainkan peran penting dalam mendukung dunia dakwah disana. Strategi inklusif yang berakar pada kearifan lokal ini telah berhasil menarik minat warga Muslim lokal dan diaspora untuk berpartisipasi dalam kegiatan PRIM Kansai, seperti acara barbekyu dan pengajian terbuka. Komunitas PRIM Kansai sangat beragam, terdiri dari pekerja magang, perawat, siswa sekolah, individu, dan keluarga, termasuk penduduk tetap yang memiliki pasangan warga negara Jepang. Selain itu, ada juga mualaf yang berasal dari Jepang. Atmosper Islam di Jepang sangat dipengaruhi oleh kehadiran komunitas Pakistan dan Bangladesh. Program layanan Masyarakat melalui ceramah telah  meningkatkan kemampuan kader di PRIM Kansai. Pendekatan yang dilakukan adalah dengan memberikan materi ketauhidan melalui sesi offline dan melaksanakan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan diaspora.
Prevalensi Kejadian Stunting Pada Balita (12-59 Bulan) Di Pontianak Tenggara Kalimantan Barat Alamsyah, Dedi; Widyastutik, Otik
Jumantik Vol 8 No 2 (2021): JUMANTIK: Jurnal Mahasiswa dan Peneliti Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jjum.v8i2.3704

Abstract

ABSTRAKWilayah Kecamatan Pontianak Tenggara kejadian Stunting pada Balita sebesar 302 Kasus (25,1 %). Faktor risiko Kejadian Stunting adalah Agent (Asupan Protein, ASI Eksklusif), Host (BBLR, Penyakit Infeksi, Usia Kehamilan), Enviroment (BAB sembarangan tempat, Cuci Tangan Dengan Sabun, Ketersedian Air Bersih, Pengolahan Sampah dan Pengamanan Limbah Cair Rumah Tangga). Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui Prevalensi Kejadian Stunting Pada Balita Dan Mengetahui Persebaran Kejadian Stunting Pada Balita di Pontianak Tenggara Kalimantan Barat Tahun 2019. Desain penelitian ini adalah pendekatan observasional dengan. Kajian kuantitatif dengan desain Cross Sectional. Pada penelitian ini juga menggunakan aplikasi GIS untuk mengetahui persebaran kasus Stunting. Hasil penelitian diketahui variable berhubungan dengan kejadian Stunting adalah asupan protein P-Value 0,002, Penyakit diare P-Value 0,000 dan Usia melahirkan P-Value 0,019. Sedangkan variabel tidak berhubungan Asi eksklusif, penyakit ISPA, penyakit Pnemonia, BBLR, dan Sanitasi Lingkungan Adapun sarannya adalah Mengkonsumsi makanan banyak mengandung protein yang beragam seperti telur ayam, ikan, daging ayam, daging sapi, tahu, dan tempe. Pemantauan terkait penyakit infeksi pada balita oleh posyandu setempat dan diadakan penyuluhan terkait dengan pola asuh pada anak, khususnya pola asuh yang baik dapat berdampak kepada status gizi yang lebih baik. Serta diharapkan usia melahirkan untuk perempuan berusia diatas 21 sampai 35 tahun. Kata kunci: Asupan Protein, Diare, Riwayat Usia Melahirkan, GIS, Stunting, Balita 
FAKTOR- FAKTOR YANG MEMENGARUHI KEJADIAN HIPERTENSI DI DESA SUNGAI ITIK KECAMATAN SUNGAI KAKAP Wijayanti, Wijayanti; Widyastutik, Otik; Alamsyah, Dedi
Jumantik Vol 9 No 1 (2022): JUMANTIK: Jurnal Mahasiswa dan Penelitian Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jjum.v9i1.4537

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit yang menyebabkan angka kesakitan yang tinggi. Menurut data WHO  prevalensi terus meningkat secara g lobal dan 9.4 juta orang meninggal setiap tahun akibat hipertensi dan komplikasinya. Hipertensi pada lansia memiliki dampak diantaranya memperparah keadaan suatu penyakit seperti timbulnya penyakit jantung dan ginjal. Berdasarkan pengumpulan data menggunakan kobocollect  bulan Maret 2020 sebanyak 90 responden di Desa Sungai Itik, ditemukan penyakit tertinggi yaitu kasus hipertensi sebanyak 27 kasus pada lansia (56-65 tahun) 19 orang  (21,11 %) dan anggota lainnya sebanyak 8 (8,89%).Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi kejadian hipertensi pada lansia (56-65 tahun) di Desa Sungai Itik. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Sampel penelitian ini sebanyak 64 orang yang diambil dengan teknik proportional sampling. Dengan melakukan pengukuran tekanan darah, berat badan dan tinggi badan.Uji statistik yang digunakan uji chi-square dengan tingkat kepercayaan 95%.hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna konsumsi makanan asin (p value= 0,041. PR=1,883) dan kebiasaan merokok (p value = 0,002, PR = 2,333) dengan kejadian hipertensi.Variabel yang tidak berhubungan diantaranya aktivitas fisik (p value = 0,918, PR =0,911) dan obesitas (p value= 0,441, PR = 1,278). Kesimpulannya konsumsi makanan asin dan kebiasaan merokok merupakan faktor risiko kejadian hipertensi. Disarankan kepada lansia yang mengalami hipertensi untuk membatasi  konsumsi ikan asin maksimal 2 kali dalam seminggu dan memperbanyak konsumsi buah-buahan sepeti pisang dan semangka dan sayuran seperti sawi dan bayam serta mengurangi kebiasaan merokok dengan cara metode pengobatan yaitu mencari obat yang bisa menyembuhkan kecanduan terhadap rokok, seperti bupropion dan varenicline.
Determinan Penggunaan APD Pada Petani Penyemprot Pestisida Di Desa Ambawang Kuala Setyowati, Retno Diah; Widyastutik, Otik; Selviana, Selviana
Jumantik Vol 10 No 1 (2023): JUMANTIK : Jurnal Mahasiswa dan Peneliti Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jjum.v10i1.4890

Abstract

Berdasarkan hasil pemeriksaan kadar kolineterase dalam darah sebanyak 8 petani (13%) di Desa Ambawang kuala menunjukan bahwa mengalami keracunan yang ditandai dengan Kolinesterase nya (<75%). Tujuan peneltian ini yaitu untuk mengetahui Determinan dari Penggunaan APD Pada Petani Penyemprot Pestisida Di Desa Ambawang Kuala. Penelitian ini menggunakan desain cros sectional. Sampel penelitian sebanyak 58 sampel yang didapatkan dengan teknik pengambilan sampel yaitu total sampling. Uji statistik yang digunakan uji chi-square dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan (p value=0,000, PR=5,824), Peran Rekan Kerja (p value 0,001, PR=3,333), Ketersediaan APD (p value=0,000, PR=2,194) dan tidak terdapat hubungan antara keluhan kesehatan dengan penggunaan APD, Keluhan Kesehatan (p value=0,386). Disarankan untuk Pos UKK agar mengadakan penyuluhan dari lahan ke lahan untuk menambah pengetahuan bagi para petani, pada forum yang tersedia agar lebih mengaktifkan kegiatannya serta bagi pemerintah serta fasyankes agar menyediakan apd dengan cara berkoordinasi dengan intansi-intansi terkait.