Komala Dewi, Ria Risti
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku Buang Air Besar Sembarangan (Babs) Di Desa Nanga Pemubuh Kabupaten Sekadau Tahun 2020 Putra, Gandha Sunaryo; Komala Dewi, Ria Risti
Jumantik Vol 8 No 2 (2021): JUMANTIK: Jurnal Mahasiswa dan Peneliti Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jjum.v8i2.3553

Abstract

Perilaku penduduk dan warga masyarakat terbiasa buang air besar sembarangan  (BABS) masih menjadi tantangan sanitasi di sejumlah negara. BABS di area terbuka dapat menimbulkan dampak negatif bagi kesehatatan lingkungan masyarakat serta berbagai penyakit yang kompleks akibat tinja mauusia. Data menunjukkan bahwa sekitar 73% dari 637 kepala keluarga di Desa Nanga Pemubuh Kabupaten Sekadau masih melakukan BABS. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku Buang Air Besar Sembarangan (BABS) Di Desa Nanga Pemubuh Kabupaten Sekadau tahun 2020”. Metode dalam penelitian ini survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Instrumen pengumpul data berupa lembar observasi dan kuisioner. Sampel penelitian 84 orang dan teknik pengambilan sampel dengan proportional random sampling. Uji statistik menggunakan uji chi-square dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara pendidikan, tingkat ekonomi dan budaya dengan perilaku BABS di Desa Nanga Pemubuh, Kabupaten Sekadau Tahun 2020. Tidak terdapat hubungan antara faktor pengetahuan (p value 0,587) dengan perilaku BABS di Desa Nanga Pemubuh. Faktor determinan dari kebiasaan BABS pada masyarakat di Desa Nanga Pemubuh adalah karena faktor tingkat pendidikan yang rendah, sehingga diharapkan kepada tenaga kesehatan untuk memberikan edukasi mengenai pentingnya jamban sehat kepada masyarakat Desa Nanga Pemubuh.
Determinan Kejadian Tuberkulosis Paru Di Kalimantan Barat (Studi Data Riskesdas Tahun 2018) Komala Dewi, Ria Risti; Fazri, Ekhsan
Jumantik Vol 9 No 2 (2022): JUMANTIK : Jurnal Mahasiswa dan Peneliti Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jjum.v9i2.4734

Abstract

Tuberkulosis merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh Mycobacterium Tuberculosis, penyakit ini masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat secara global. Termasuk di Indonesia TB Paru masih menjadi masalah yang belum dapat terselesaikan. Jumlah kasus TB Paru berdasarkan data Riskesdas pada Tahun 2018 sebesar 7.331 kasus yang terdiri dari laki-laki (64%) perempuan (36%). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang menjadi resiko terkena TB Paru diwilayah Kalimantan Barat. Penelitian ini menggunkan desain case control. Sampel penelitian sebanyak 194 orang (97 kasus dan 97 kontrol) yang diambil dengan teknik total sampling. Uji statistik yang digunakan ialah uji chi-square dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara jenis kelamin ( p =0,015) pendidikan ( p = 0,044) perilaku merokok ( p = 0,008), konsumsi alkohol (p = 0,000), akses pelayanan kesehatan (p = 0,004), dengan kejadian TB Paru. Sementara tidak terdapat hubungan antara kebiasaan membuka jendela (p = 0,885) dan ventilasi (p = 0,224) dengan kejadian TB Paru. Disarankan agar masyarakat mengubah kebiasaan buruk yang berisiko seperti merokok dan konsumsi alkohol. Perlu pula dukungan petugas kesehatan untuk memberikan edukasi langsung ke masyarakat dengan cara home visit agar semua masyarakat mendapatkan informasi mengenai bahaya merokok dan konsumsi alkohol
Faktor Yang Berhubungan Dengan Pemberian Makan Pada Bayi dan Anak Di Wilayah Kerja Puskesmas Pemuar Tahun 2022 Yanti, Marsa; Putra, Gandha Sunaryo; Komala Dewi, Ria Risti
Jumantik Vol 10 No 1 (2023): JUMANTIK : Jurnal Mahasiswa dan Peneliti Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jjum.v10i1.5451

Abstract

Pemberian makanan yang baik sejak lahir hingga usia dua tahun merupakan salah satu upaya mendasar untuk menjamin pencapaian kualitas tumbuh kembang sekaligus memenuhi hak. Usia 0-24 bulan merupakan masa pertumbuhan dan perkembangan yang pesat, sehingga kerap diistilahkan sebagai periode emas. Periode emas dapat diwujudkan apabila pada masa ini bayi dan anak memperoleh asupan gizi yang sesuai untuk tumbuh kembang optimal. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemberian makan pada bayi dan anak (PMBA). Jenis penelitian ini adalah penelitian dengan pendekatan kuantitatif. Desain penelitian yang digunakan adalah rancangan studi cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah sebanyak 404 jiwa. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 190 responden yang diambil dengan proportional random sampling yang diambil dari 17 Desa. Uji statistik yang digunakan adalah chi-square dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara pendidikan ibu (p-value = 0,017), ketersediaan sarana informasi (p-value = 0,008), pengetahuan (p-value = 0,000), sikap (p-value = 0,000), peran tenaga kesehatan (p-value = 0,039), dukungan keluarga ( p-value = 0,039) dan dukungan kader posyandu (p-value = 0,000) dengan PMBA. Faktor determinan dalam penelitian ini adalah pengetahuan. Disarankan bagi puskesmas agar meningkatkan edukasi kepada masyarakat mengenai PMBA.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku Pencegahan Gigitan Hewan Penular Rabies (GHPR) Di Desa Tempunak Kapuas Kabupaten Sintang Tahun 2023 Salsabila, Naila; Putra, Gandha Sunaryo; Komala Dewi, Ria Risti
Jumantik Vol 11 No 1 (2024): JUMANTIK : Jurnal Mahasiswa dan Penelitian Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jjum.v11i1.7195

Abstract

Penyakit rabies menjadi salah satu prioritas utama di Indonesia. Rabies adalah salah satu penyakit zoonosis yang ditularkan melalui gigitan atau cakaran hewan yang terinfeksi lyssavirus. Kabupaten Sintang merupakan kabupaten yang berstatus Kejadian Luar Biasa (KLB) sejak tahun 2023. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan Perilaku Pencegahan Gigitan Hewan Penular Rabies (GHPR) di Desa Tempunak Kapuas Kabupaten Sintang Tahun 2023. Di Wilayah Tempunak terdapat 43 kasus Gigitan Hewan Penular Rabies (GHPR) dengan satu kasus kematian di Desa Tempunak Kapuas. Bahkan ketika hewan pembawa rabies di Kecamatan Tempunak telah menerima vaksinasi sebesar 10%, cakupan vaksinasi masih relatif rendah. Penelitian ini dilakukan di Desa Tempunak Kapuas Kabupaten Sintang yang dilaksanakan pada bulan Juli 2023 sampai bulan Agustus 2023 dengan desain studi cross-sectional menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat.  Populasi dalam penelitiam ini sebanyak 360 Kepala Keluarga (KK) dengan sampel berjumlah 167 sampel, dan diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling. Variabel pengetahuan (p-value = 0,000), sikap (p-value = 0,000), media informasi (p-value = 0,000), dan dukungan tenaga kesehatan (p-value = 0,000) menunjukkan bahwa variabel-variabel yang diteliti memiliki hubungan dengan Perilaku Pencegahan Gigitan Hewan Penular Rabies (GHPR) di Desa Tempunak Kapuas Kabupaten Sintang. Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang diharapkan terus memperkuat jaringan di tiap puskesmas dan kerjasama lintas sektor serupa dengan menerapkan pendekatan One Health.