Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT BERBASIS COASTAL RESOURCES MANAGEMENT (CRS) DALAM MENINGKATKAN TARAF HIDUP MASYARAKAT ADAT PESISIR PANTAI DI DESA MALIKIAN KALIMANTAN BARAT ., Heriansyah; Putra, Gandha Sunaryo; Yanto, Hendri; Suwarni, Linda; Ruhama, Ufi
Jurnal Pengabdi Vol 2, No 2 (2019): OKTOBER 2019
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1500.328 KB) | DOI: 10.26418/jplp2km.v2i2.35323

Abstract

Desa Malikian merupakan suatu desa yang terletak di pesisir pantai Kabupaten Mempawah. Desa ini memiliki sumber daya perikanan dan kelautan yang melimpah karena letaknya di pesisir laut. Potensi tersebut dimanfaatkan oleh masyarakat yang bermata pencaharian sebagai nelayan. Di desa ini memiliki beberapa kelompok pengolah pemasar (POKLAHSAR) hasil perikanan dan kelautan dan kelompok tani, sehingga potensi tersebut dapat dikembangkan dan menjadi wadah dalam peningkatkan keterampilan dan pengolahan hasil alam dalam rangka meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar.Namun, ditemukan beberapa masalah di desa ini diantaranya masih banyaknya masyarakat yang berobat ke dukun, tingginya angka kejadian diare dan ISPA, masalah air bersih, pergaulan bebas remaja, tingginya angka pernikahan dini yang disebabkan kehamilan yang tidak diinginkan, dan penggunaan narkoba. Masalah lainnya yang ditemukan di desa ini adalah pengolahan hasil laut dan pertanian masih bersifat tradisional. Hal ini menyebabkan produktifitas menjadi terbatas, padahal permintaan pasar terhadap produk sangat tinggi.Tujuan yang ingin dicapai dari kegiatan ini adalah meningkatkan taraf hidup masyarakat pesisir pantai melalui peningkatkan sosial kemasyarakat, perekonomian serta kesehatan masyarakat. Metode pelaksanaan yang akan digunakan dalam pengabdian ini adalah sosialisasi, penyuluhan, pelatihan, dan demonstrasi kelompok dengan konsep pemberdayaan masyarakat berbasis Coastal Resources Management (CRS) pada masyarakat adat pesisir pantai di Desa Malikian Kalimantan Barat.Hasil dari kegiatan ini adalah telah terlaksananya peningkatan pendidikan keagamaan melalui kegiatan sosialisasi dan pembentukan remaja Masjid Nurul Iman, pembinaan remaja masjid dan tata kelola pendidikan quran. Telah terlaksananya peningkatan gerakan masyarakat hidup sehat (GERMAS) melalui kegiatan lokakarya mini, promosi kesehatan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), kesehatan reproduksi remaja, sanitasi lingkungan dan tanaman obat keluarga (TOGA), pembuatan media penyaringan air bersih percontohan, pembuatan media dan praktik cuci tangan pakai sabun (CTPS). Terlaksananya kegiatan kewirausahaan ekonomi pertanian dan perikanan melalui kegiatan musyawarah masyarakat desa (MMD), pembinaan kelompok POKLAHSAR, pelatihan pengolahan, packing produk, dan pemasaran hasil perikanan dan perkebunan dan pembuatan kolam terpal percontohan.Kata Kunci: Desa Malikian, Coastal Resources Management (CRS),  Pemberdayaan, Masyarakat Pesisir, POKLAHSAR, Germas 
DETERMINAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT PADA SISWA SD MUHAMMADIYAH 1 DAN 3 DI KOTA PONTIANAK Selviana, Selviana; Putra, Gandha Sunaryo; Suwarni, Linda; Ruhama, Ufi
Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 5, No 2 (2018): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpkmi.v5i2.5483

Abstract

AbstrakPerilaku hidup bersih dan Sehat harus di mulai sejak dini, dalam rangka menekan kejadian penyakit berbasis lingkungan seperti diare. Angka kesakitan diare di Kota Pontianak pada tahun 2014 mencapai 21,5 per 1000 penduduk.. Anak-anak merupakan masa keemasan untuk menanamkan nilai-nilai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan berpotensi sebagai agent of change untuk mempromosikan PHBS baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat pada siswa SD Muhammadiyah 1 dan 3 Kota Pontianak. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SD kelas 4 dan 5 di SD Muhammadiyah 1 dan 3 kota Pontianak dengan jumlah sampel sebanyak 96 responden. Instrumen penelitian dalam bentuk angket (kuisioner). Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat dan multivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan (p-value= 0,001), peran keluarga (p-value= 0,0001), peran guru (p-value= 0,009) dan peran teman (p-value= 0,01) dengan perilaku PHBS siswa di sekolah, sedangkan untuk kategori sikap menujukkan hasil bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna antara sikap dengan perilaku PHBS siswa di sekolah. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan disimpulkan bahwa pengetahuan, peran keluarga, peran guru serta peran teman berhubungan dengan penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat pada Anak SD Muhammadiyah 1 dan 3 di Kota Pontianak.Kata-kata kunci: Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, anak SD, muhammadiyahAbstractClean and healthy living behavior must be started early, in order to reduce the incidence of environment-based diseases such as diarrhea. The morbidity rate of diarrhea in Pontianak City in 2018 reaches 21.5 per 1000 population. Childhood is the golden age to learn about the clean and healthy living behavior because the children can be the agent of change to promote clean and healthy living behavior in the school, home and neighborhood. The purpose of this research was to analyze the clean and healthy living behavior as the implementation of the policy in Islamic life of Muhammadiyah members which was done in Elementary School of Muhammadiyah 1 and 3 in Pontianak. The method used in this research was quantitative with cross sectional approach. The population was elementary students in grade 4 and 5 in elementary school of Muhammadiyah 1 and 3 with the samples of 96 students. The research instrument was in the form of a questionnaire. The data were analyzed by univariate, bivariate and multivariate. The result showed that there was significant correlation between knowledge (p-value= 0.001), family role (p-value= 0.0001), teacher role (p-value= 0.009) and friend role (p-value= 0.01) and students clean and healthy living behavior in the school, while there was no correlation between students attitude and students clean and healthy living behavior in the school. Based on the research that has been done, it can be concluded that knowledge, family role, teacher's role and the role of friends relate to the Clean and Healthy Living Behavior in Elementary School of Muhammadiyah 1 and 3 in Pontianak City.Keywords: Clean and healthy living behavior, elementary students, muhammadiyah
PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI TB PARU TERINTEGRASI BERBASIS WEB UNTUK EVALUASI PROGRAM TB PARU DI WILAYAH PERBATASAN KABUPATEN SINTANG Hariana, Evy; Sunaryo Putra, Gandha
Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 6, No 2 (2019): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpkmi.v6i2.7452

Abstract

ABSTRAKTuberkulosis Paru (TB Paru) merupakan penyakit yang endemis di Kabupaten Sintang. Akan tetapi evaluasi program TB Paru tidak berjalan sebagaimana mestinya. Hal ini disebabkan karena pengelolaan data TB masih dilakukan secara manual sehingga timbul permasalahan laporan tidak tepat waktu, sulitnya untuk mengakses informasi dan laporan mengenai pasien TB dengan HIV-AIDS masih belum ada. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan sistem informasi TB Paru terintegrasi berbasis Web untuk mendukung evaluasi program TB Paru Di Wilayah Perbatasan Kabupaten Sintan. Metode penelitian ini adalah metode kuantitatif dan kualitatif. Metode kuantitatif digunakan untuk mengevaluasi kualitas informasi setelah dilakukan pengembangan sistem informasi menggunakan kuesioner. Sementara metode kualitatif digunakan untuk membantu dalam proses indentifikasi pada setiap tahapan dalam metodologi pengembangan sistem menggunakan tekhnik wawancara mendalam (indept interview) kepada pengguna sistem. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh yang positif dan signifikan tentang aksesibilitas informasi (p value=0,008), kecepatan untuk memperoleh informasi (p value=0,016), dan ketepatan waktu informasi (p value=0,016) sebelum dan sesudah sistem dikembangkan. Perlu adanya dukungan dan komitmen dari Dinas Kesehatan Kab. Sintang dalam mendukung implementasi dari Sistem Informasi TB terintegrasi sebagai sumber informasi untuk mendukung evaluasi kegiatan TB di Dinas Kesehatan Kab. Sintang.Kata-kata kunci : TB Paru, sistem informasi, kabupaten sintangABSTRACTPulmonary tuberculosis is an endemic disease in Sintang Regency. However, the evaluation of the Pulmonary TB program did not proceed as it should. This is due to the fact that TB data management is still done manually resulting in problems with reports that are not timely, it is difficult to access information and reports regarding TB patients with HIV-AIDS. The purpose of this research is to develop a Web-based integrated pulmonary TB information system to support the evaluation of the Pulmonary TB program in the Border Region of Sintang Regency. This research method is quantitative and qualitative methods. Quantitative methods are used to evaluate the quality of information after the development of information systems using a questionnaire. While qualitative methods are used to assist in the identification process at each stage in the system development methodology using indepth interview techniques to system users. The results showed a positive and significant effect on information accessibility (p value = 0.008), speed to obtain information (p value = 0.016), and timeliness of information (p value = 0.016) before and after the system was developed. There needs to be support and commitment from the District Health Office. Sintang in supporting the implementation of the integrated TB Information System as a source of information to support the evaluation of TB activities in the District Health Office. SintangKeywords : Pulmonary tuberculosis, information systen, sintang regency
Implementasi Promosi Kesehatan untuk Menurunkan Kasus Stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Darajuanti Kabupaten Sintang Komala Dewi, Ria Risti; Putra, Gandha Sunaryo
Jurnal Pengabdi Vol 3, No 2 (2020): Oktober 2020
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jplp2km.v3i2.41946

Abstract

Abstrak: Puskesmas Dara Juanti menduduki peringkat pertama dengan kasus stunting tertinggi di Kecamatan Sintang dengan angka kejadian sebesar 26,62 % pada Tahun 2016, mengalami peningkatan sebesar 27,02% pada tahun 2017, dan pada tahun 2018 turun menjadi 22,79%. Walaupun kasus stunting mengalami penurunan, akan tetapi kasus stunting maksimal yang dipersyaratkan oleh World Health Organization (WHO) adalah 20%. Permasalahan yang terjadi di wilayah kerja Puskesmas Darajuanti yaitu belum dilakukannya program intervensi yang efektif terhadap kasus stunting khususnya peningkatan pemahaman akan pentingnya asupan gizi dan cara pengasuhan yang benar pada ibu yang memiliki balita.  Adapun solusi yang akan dilaksanakan dalam rangka penyelesaian masalah diatas adalah peningkatan pengetahuan melalui penyuluhan tentang gizi balita dan praktik pemberian makan pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Darajuanti. Tujuan dan target khusus yang ingin dicapai dari kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan ibu balita tentang pentingnya asupan gizi dan cara pengasuhan yang benar pada balitanya serta peningkatan pengetahuan tentang bahaya stunting. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 12 September 2020 di posyandu Ulak Jaya. Metode pelaksanaan yang digunakan dalam pengabdian ini adalah sosialisasi, penyuluhan, dan pelatihan. Hasil kegiatan juga menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang bermakna tingkat pengetahuan responden sebelum dan sesudah dilaksanakan penyuluhan (p value=0,00).
KKN PPM Pemberdayaan Masyarakat Suku Adat Pesisir Pantai Berbasis Resource Base Strategy (RBS) di Desa Kuala Secapah Kalimantan Barat Selviana, Selviana; Farida, Farida; Putra, Gandha Sunaryo; Suwarni, Linda
Community Empowerment Vol 6 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (502.849 KB) | DOI: 10.31603/ce.4473

Abstract

Desa Kuala Secapah merupakan salah satu desa yang berada di wilayah Pesisir Pantai Kalimantan Barat. Umumnya masyarakat di desa ini bermata pencaharian sebagai nelayan laut. Potensi sumber daya alam daerah ini sangat melimpah, seperti hasil laut dan perkebunan. Namun selama ini potensi tersebut belum ter manfaatkan dengan optimal. Hasil laut dan perkebunan hanya dijual mentah ke pasar lokal. Tujuan kegiatan KKN PPM ini adalah meningkatkan perekonomian masyarakat melalui program kewirausahaan dalam memanfaatkan potensi alam. Target dalam kegiatan ini adalah dibuatnya teknologi kolam terpal percontohan, teknologi alat pemotongan kerupuk ikan, dan dibuatnya berbagai produksi olahan ikan. Metode partisipatif digunakan untuk melibatkan mitra secara aktif dalam kegiatan ini. Adapun teknologi diperkenalkan adalah pelatihan budidaya perikanan, pembuatan kolam terpal percontohan, pengolahan produk perikanan berbagai macam bentuk olahan, pembuatan alat pemotong percontohan, pengemas produk (sealer), dan serta packing produk dengan merek dagang, komposisi bahan, komposisi gizi, dan PIRT (izin). Hasil kegiatan yang sudah dilaksanakan yaitu, introduksi IPTEKS kolam terpal dan aquaponik percontohan, alat pemotong, dan perangkat packing produk. Program KKN PPM yang sudah dilaksanakan ini membantu masyarakat dalam menyelesaikan permasalahan dan meningkatkan produktivitas masyarakat, khususnya para nelayan.
PKM Penerapan Inovasi Pembelajaran di Paud Pati Gumentar Gandha Sunaryo Putra; Iin Maulina; Ufi Ruhama; Selviana; Linda Suwarni
Jurnal Pengabdian UntukMu NegeRI Vol 4 No 2 (2020): Pengabdian Untuk Mu negeRI
Publisher : LPPM UMRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/jpumri.v4i2.2097

Abstract

Paud Pati Gumentar adalah Paud yang terletak di daerah Pesisir di Desa Pasir Kabupaten Mempawah. Paud ini memiliki banyak keterbatasan, diantaranya tenaga pengajar yang hanya lulusan SMA. Selain itu Guru Paud juga kurang memahami pelaksanaan Kurikulum 2013 yang seharusnya dilaksanakan di Paud seluruh Kalimantan Barat. Selain itu bangunan dan media edukasi di Paud ini sangat terbatas sehingga anak-anak menjadi terbatas dalam mengembangkan kemampuan dirinya. Di bidang kesehatan, jarangnya promosi kesehatan di Paud ini menyebabkan banyak anak tidak memahami pentingnya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk memberikan informasi mengenai inovasi-inovasi pembelajaran dan penerapan PHBS di Paud KB Putri Gumentar. Metode kegiatan ini adalah dengan sosialisasi kurikulum 2013 dan pelatihan model model pembelajaran PAUD serta pemberian bantuan Alat Peraga Edukasi dan Media, Komik, dan Senam Cuci Tangan pakai Sabun (CTPS). Hasil dari kegiatan adalah terlaksananya pelatihan model-model pembelajaran PAUD dan Kurikulum 2013 dengan peningkatan pengetahuan sebesar 60% dengan p value 0,000. Terlaksananya pemberian bantuan Modul Model Pembelajaran PAUD, Alat Peraga Edukasi (APE), Media Wastafel dan Komik CTPS (Cuci Tangan Pakai Sabun), serta Video Senam CTPS di KB PAUD Putri Gumentar. Kata Kunci: Paud, Pati Gumentar, Kurikulum 2013, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat
FAKTOR DETERMINAN PERILAKU PENCEGAHAN DBD DI KELURAHAN KAPUAS KANAN HULU KABUPATEN SINTANG Nanang Rusadi; Gandha Sunaryo Putra
Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 7, No 4 (2020): JURNAL KESMAS (Kesehatan Masyarakat) KHATULISTIWA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jkmk.v7i4.2413

Abstract

DBD adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang pada Tahun 2019  tercatat jumlah kejadian DBD sebanyak 231 kasus. Kasus terbanyak terjadi di wilayah kerja Puskesmas Tanjung Puri yaitu sebanyak 52 kasus, kemudian disusul oleh Puskesmas Sungai Durian sebanyak 48 kasus, dan Puskesmas Dara juanti 11 kasus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor determinan perilaku pencegahan DBD pada kepala keluarga Di Kelurahan Kapuas Kanan Hulu Kabupaten Sintang Tahun 2020. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan teknik Incidental Sampling. Besar sampel penelitian sebanyak 93 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara. Uji statistik menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan (p value = 0,0000), sikap (p value = 0,000), pendidikan (p value = 0,000) dan dukungan petugas kesehatan (p value = 0,003) dengan perilaku pencegahan DBD di Kelurahan Kapuas Kanan Hulu sintang. Disarankan pada masyarakat agar selalu melaksanakan kegiatan 4M plus untuk mencegah terjadinya penyakit DBD.Kata Kunci : DBD, Pencegahan DBD, Kelurahan Kapuas Kanan Hulu
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPEMILIKAN JAMBAN SEHAT DI DESA EMPAKAN KECAMATAN KAYAN HULU Gandha Sunaryo Putra; Selviana Selviana
Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 4, No 4 (2017): Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.797 KB) | DOI: 10.29406/jkmk.v4i3.866

Abstract

Salah satu permasalahan di Indonesia dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat adalah permasalahan pembangunan sanitasi. Permasalahan pembangunan sanitasi di Indonesia merupakan masalah tantangan sosial-budaya dimana yang menjadi permasalahannya adalah perilaku penduduk yang terbiasa Buang Air Besar (BAB) di sembarangan tempat. Desa Empakan merupakan salah satu desa di Kabupaten Sintang dimana penduduknya masih banyak yang buang besar sembarangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kepemilikan Jamban Sehat Di Desa Empakan Kecamatan Kayan Hulu Kabupaten Sintang. Metode penelitian dengan desain Cross Sectional, Sampel sebanyak 62 responden diambil dengan teknik purposive sampling. Teknik analisis data dengan menggunakan uji statistik  chi-square. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan yang bermakna antara pendidikan (p=0,000), tingkat ekonomi (p=0,000), pengetahuan (p=0,000), sikap (p=0,000), dan budaya (p=0,00) dengan kepemilikan jamban sehat. Disarankan kepada petugas kesehatan untuk memberikan edukasi dan motivasi kepada para kepala keluarga yang belum memiliki jamban sehat agar segera membangun jamban sehat serta mengikuti program arisan jamban sehat bagi kepala keluarga yang kurang mampu dalam membangun jamban sehat
Pengembangan Sistem Informasi Penilaian Rumah Sehat Untuk Evaluasi Bidang Penyehatan Lingkungan dan Promosi Kesehatan di Dinas Kesehatan Kota Pontianak Gandha Sunaryo Putra; Nurjazuli Nurjazuli; Atik Mawarni
Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia Vol 4, No 1 (2016): April 2016
Publisher : Magister Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (40.006 KB) | DOI: 10.14710/jmki.4.1.2016.65-73

Abstract

Activities of health house assessment evaluation have not been done by Pontianak City Health Office (CHO). To support evaluation of the activities, section of environmental sanitations needs high-quality information in order to have an accurate both plan and decision. Unfortunately, current data management still uses a manual system in which it has some weaknesses as follows: data management uses manual method and requires longer time to process; information is hard to be obtained and to be accessed; presented information is incomplete; reporting is often late; and data accurateness is not guaranteed. The aim of this study was to develop health house assessment information system to evaluate department of environmental sanitation and health promotion at Pontianak CHO. This was Pre-Experimental Design (One Group Pretest-Posttest Design). System development used a FAST method (Framework for the Application of System Thinking). Number of subjects was 5 respondents. This study was conducted from December 2014 to September 2015. The results of observation and interview were analysed using content analysis and described using balanced average score. Overall, balanced average score before developing the system was 7.51 whereas balanced average score after developing the system was 21.87 (difference=14.36). There were statistically significant differences (p<0.05) between before and after developing the system in terms of the accessibility, completeness, clarity, speed, timeliness, and accurateness. Information system of healthy house assessment after being developed was able to overcome the problems of accessibility, completeness, clarity, speed, timeliness, and accurateness of information. Therefore, Pontianak CHO needs to utilise the information system of healthy house assessment as a source of information to support evaluation of healthy house assessment activities at Pontianak CHO. 
Intervensi Kasus DBD Melalui KIE Serta Penyegaran Kader JUMANTIK di Desa Baning Panjang Kecamatan Sintang Ibnu Idris; Dian Indahwati Hapsari; Gandha Sunaryo Putra; Ria Risti Komala Dewi
Jurnal Buletin Al-Ribaath Vol 17, No 2 (2020): Buletin Al-Ribaath
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/br.v17i2.2358

Abstract

Demam Berdarah Dengue merupakan salah satu penyakit menular yang  seringkali mengalami Kejadian Luar Biasa (KLB). Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Puskesmas Kebong diketahui bahwa kasus DBD selalu terjadi dalam tiga tahun terakhir di Desa Baning Panjang. Pada tahun 2019 ditemukan 14 kasus DBD di Desa Baning Panjang. Tujuan dari kegiatan ini untuk memberikan informasi mengenai penyakit DBD kepada masyarakat Desa Baning Panjang dan mengaktifkan kembali kader JUMANTIK yang tidak berjalan sebagaimana mestinya. Hasil dari kegiatan ini adalah meningkatnya pengetahuan masyarakat mengenai penyakit DBD dan kader JUMANTIK yang mulai aktif kembali. Disarankan kepada Puskesmas Kebong untuk lebih aktif dalam melakukan monitoring terhadap para kader JUMANTIK yang ada di Desa Baning Panjang. Diharapkan agar Desa Baning Panjang bisa mengalokasikan anggaran untuk biaya operasional dalam pelaksanaan pemantauan jentik berkala yang dilakukan para kader JUMANTIK.