Penyelenggaraan pendidikan di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal memerlukan evaluasi yang komprehensif agar program yang dilaksanakan sekolah benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan mampu meningkatkan mutu layanan pendidikan secara berkelanjutan. Permasalahan yang melatarbelakangi penelitian ini adalah masih terdapatnya kesenjangan antara program pendidikan yang diselenggarakan sekolah dengan harapan dan kebutuhan nyata masyarakat setempat, khususnya di wilayah kepulauan Maluku. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi penyelenggaraan pendidikan berbasis kebutuhan masyarakat di SMP Negeri 1 Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat, Provinsi Maluku, dengan menggunakan model evaluasi Context, Input, Process, dan Product. Penelitian menerapkan pendekatan gabungan kuantitatif dan kualitatif dengan desain penjelasan berurutan, melibatkan seratus sembilan puluh satu responden yang terdiri atas guru, siswa, orang tua, tokoh masyarakat, dan komite sekolah. Data dikumpulkan melalui angket berskala Likert, wawancara mendalam, observasi, serta studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan analisis kualitatif secara interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyelenggaraan pendidikan berada pada kategori cukup baik dengan nilai rata-rata keseluruhan tiga koma dua delapan. Kompetensi pendidik memperoleh nilai tertinggi sebagai kekuatan utama sekolah, sedangkan keterlibatan masyarakat dan ketersediaan sarana prasarana menjadi aspek yang paling memerlukan perhatian. Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan mutu pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kompetensi pendidik, tetapi juga oleh kemitraan sekolah dengan masyarakat, relevansi kurikulum terhadap potensi lokal, dan kelengkapan sarana pembelajaran, sehingga menghasilkan rekomendasi strategis bagi kebijakan pendidikan di wilayah tersebut.