Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Gaya Bahasa Dalam Puisi Anak "Dokter" Karya Rizki Fakultas Bahasa Seni Dan Humaniora Universitas Hamzanwadi Aenani Tajrian; Yulia Rahmayani; M. Azizaturrahman
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1733

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi, mengklasifikasikan, dan mendeskripsikan fungsi serta makna gaya bahasa yang terdapat dalam puisi anak berjudul "Dokter" karya Rizki, sekaligus mengungkapkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Puisi anak dipandang sebagai bentuk karya sastra yang kaya akan nilai pendidikan dan ekspresi perasaan anak, sehingga kajian gaya bahasanya penting dilakukan untuk memahami cara anak mengekspresikan diri melalui bahasa. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan stilistika. Sumber data berupa teks puisi "Dokter" karya Rizki, sedangkan data penelitian berupa kata, frasa, dan baris yang mengandung gaya bahasa. Data dikumpulkan melalui studi dokumentasi dan dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman, meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa puisi "Dokter" mengandung empat gaya bahasa dominan, yaitu: (1) repetisi pada kata "membantu", "bahagia", dan frasa "orang tuaku" yang menegaskan motivasi dan intensitas perasaan penyair; (2) anafora melalui pengulangan kata "Dan" di awal baris yang menciptakan kesan kesinambungan; (3) pleonasme pada frasa "Membahagiakan orangtuaku bersama orang tuaku" dan "aku sungguh sangat bahagia sekali" yang memperkuat ekspresi kebahagiaan; serta (4) klimaks yang terbentuk dari struktur emosi yang meningkat dari awal hingga akhir puisi. Gaya bahasa tersebut berfungsi menegaskan gagasan utama dan membangun efek dramatik. Selain itu, puisi ini mengandung nilai empati dan kepedulian sosial, cinta keluarga, kerja keras dan pengabdian, serta konsep kebahagiaan yang bermakna. Penelitian ini diharapkan dapat memperkaya kajian stilistika puisi anak dan memberikan kontribusi bagi pengajaran apresiasi sastra di sekolah dasar.
Bahasa Kias Sebagai Etika: Telaah Majas Dan Nilai Sosial Dalam Puisi Hujan Bulan Juni Isropiani Isropiani; Aenani Tajrian; Paisal Tami; M Azizaturrahman; Herman Wijaya
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1781

Abstract

Puisi Hujan Bulan Juni yang ditulis oleh Sapardi Djoko Damono, seorang sastrawan terkemuka Indonesia, menunjukkan penggunaan bahasa yang sederhana namun kaya akan makna filosofis dan nilai sosial. Studi ini bertujuan untuk membedah peran majas, yang berfungsi sebagai bahasa kias, bukan hanya sebagai hiasan, tetapi juga sebagai penyampai nilai moral dengan pendekatan stilistika dan analisis kualitatif deskriptif pada teks puisi secara keseluruhan. Sumber data utama berasal dari puisi tersebut, dengan perhatian khusus pada elemen linguistik yang penting. Temuan analisis menunjukkan bahwa personifikasi "hujan yang tabah" menggambarkan etika ketahanan dan pengendalian diri saat menghadapi ketidakpastian; metafora "jejak-jejak kakinya yang ragu-ragu" merepresentasikan sikap santun dalam mempertimbangkan perasaan dan hak privasstilistiki orang lain; struktur paralel "Tak ada yang lebih sabar / Dari pada hujan. . . " menekankan kekokohan prinsip moral dalam masyarakat; sementara interaksi harmoni antara hujan, jalan, dan pohon memberikan gambaran tentang toleransi dan hidup secara berdampingan dengan damai. Kata kerja aktif seperti menghapus, membiarkan, dan menyerap menekankan etika tindakan yang bijaksana, arif, dan penuh empati. Secara keseluruhan, majas dalam puisi ini berfungsi sebagai alat etika yang paling tinggi: kebijaksanaan dalam keheningan dan ketabahan dalam menahan diri, yang relevan sebagai cermin norma perilaku masyarakat modern. Penelitian ini menggarisbawahi peran sastra sebagai pelatih etika masa kini.