Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh financial attitude dan Fear of Missing Out (FoMO) terhadap financial management behavior, serta menguji peran self control sebagai variabel moderasi pada Generasi Z di Kota Mataram. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis asosiatif kausal. Populasi penelitian adalah Generasi Z berdomisili di Kota Mataram yang jumlahnya tidak diketahui secara pasti, dengan sampel sebanyak 96 responden yang ditentukan melalui rumus Lemeshow dan teknik non-probability purposive sampling berdasarkan lima kriteria. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner skala Likert 1-5 secara daring menggunakan Google Form. Analisis data menggunakan Partial Least Square-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan bantuan SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa financial attitude berpengaruh positif dan signifikan terhadap financial management behavior (β = 0,341; t = 3,872; p = 0,000). Fear of Missing Out (FoMO) juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap financial management behavior (β = 0,184; t = 1,982; p = 0,048). Self control tidak terbukti memoderasi pengaruh financial attitude terhadap financial management behavior (β = -0,088; t = 0,135; p = 0,893) maupun pengaruh FoMO terhadap financial management behavior (β = -0,088; t = 1,120; p = 0,263). Nilai R² sebesar 0,611 menunjukkan bahwa financial attitude, FoMO, dan self control mampu menjelaskan 61,1% variasi financial management behavior, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain. Penelitian ini mendukung Behavioral Finance Theory dan Theory of Planned Behavior bahwa sikap keuangan dan tekanan sosial digital berperan penting dalam membentuk perilaku pengelolaan keuangan Generasi Z, sementara kemampuan pengendalian diri belum terbukti memperkuat maupun memperlemah hubungan tersebut. Generasi Z di Kota Mataram disarankan meningkatkan kesadaran atas sikap keuangan yang positif serta kewaspadaan terhadap tekanan tren digital dalam mengelola keuangan pribadi.