Maria Eka Putri
Fakultas Kedokteran Dan Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Jakarta, Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Faktor – Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Myalgia pada Nelayan di Desa Batukaras Pangandaran Jawa Barat Atthariq Atthariq; Maria Eka Putri
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 14, No 1 (2018): JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
Publisher : Faculty of Public Health, Faculty of Medicine and Health, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jkk.14.1.74-82

Abstract

Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar ke-4 di dunia dan sekitar 17.000 pulau terdapat 8090 desa pesisir yang tersebar di 300 Kabupaten/Kota pesisir. Sebanyak 67.87 juta bekerja di sektor informal sebagai nelayan atau sekitar 30% penduduk Indonesia. Data hasil penelitian Kementerian Kesehatan pada 2006 mengenai penyakit dan kecelakaan yang terjadi pada nelayan menyebutkan bahwa sejumlah nelayan di Pulau Bungin, Nusa Tenggara Barat menderita nyeri persendian sebesar 57.5%. Tujuan dari penelitian ini adalah diketahuinya hasil analisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian myalgia pada nelayan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain studi cross sectional. Populasi penelitian ini adalah nelayan dengan jumlah sampel 140 responden. Analisis data dilakukan dengan uji Chi Square α 0.05. Hasil penelitian ini diperoleh bahwa variabel yang secara statistik memiliki hubungan yang bermakna dengan kejadian myalgia adalah umur (pvalue=0.019), penghasilan (pvalue=0.004), lama kerja (pvalue=0.024) dan masa kerja (pvalue=0.001). Diperlukan penelitian selanjutnya dengan menambahkan variabel-variabel penelitian yang belum diteliti dengan analisa yang lebih mendalam. Kata Kunci: myalgia; nelayan; otot
Dampak Kerja Shift dan Tingkat Stres terhadap Kadar Gen Brain-Derived Neurotrophic Factor (BDNF) pada Perawat Selama Pandemi Covid-19 Atthariq; Maria Eka Putri; Muhammad Fachri; Risky Akaputra; Dede Renovaldi
Majalah Kedokteran Indonesia Vol 75 No 3 (2025): Journal of The Indonesian Medical Association - Majalah Kedokteran Indonesia, Vo
Publisher : PENGURUS BESAR IKATAN DOKTER INDONESIA (PB IDI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47830/jinma-vol.75.3-2025-1583

Abstract

Introduction: The project aims to investigate how the Covid-19 epidemic influenced nurses’ stress levels, shift work, and BDNF mRNA expression. Hospitalized patient numbers in Indonesia were rising sharply during the outbreak. This illness has a major impact on nurses’ levels of weariness and stress, which follow each other. High-stress workers have lower serum levels of brain-derived neurotrophic factor (BDNF). Workload, job conflicts, and sleep difficulties are some of the causes that lead to this stress.Methods: The study was conducted at the Cempaka Putih Islamic Hospital in Central Jakarta, Indonesia, from July to September 2020. The study used an analytical observational approach and a cross-sectional design. The number of nurses who participated in this study was 89 people who were selected using This study included 89 nurses who were recruited using a purposive selection technique based on predetermined inclusion and exclusion criteria. Anthropometric measures and intravenous blood collection were used to gather data for real-time PCR analysis of the BDNF gene mRNA expression.Result: The mean BDNF mRNA expression level was 8.93 ng/mL. Nurses reported work-related stress, with a significant correlation (p less than 0.05) between BDNF mRNA expression, work shift, and stress levels. According to the findings, those with low, moderate, and high stress levels had mean BDNF levels of 11.69, 8.65, and 7.36, respectively. Statistical testing revealed a significant difference (p less than 0.001) in the mean mRNA expression of the BDNF gene across subjects with low, moderate, and high stress levels.Conclusion: During the Covid-19 pandemic, a statistical correlation was found between nurse stress levels, work shifts and low BDNF levels.
Edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada Siswa SMPIT Al-Ikhlas Cikunir Bekasi Atthariq; Maria Eka Putri; Dinda Dhiya Nasywa
Jurnal Abdimas Kedokteran dan Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2024): Jurnal Abdimas Kedokteran dan Kesehatan (JARAS)
Publisher : Faculty of Medicine and Health Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jaras.2.2.109-114

Abstract

Pentingnya pembentukan kebiasaan hidup sehat pada usia remaja, terutama di tingkat SMP, yang merupakan fase krusial perkembangan fisik, psikologis, dan sosial. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di SMPIT Al-Ikhlas Cikunir, Bekasi, dengan fokus pada edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) bagi siswa. Peserta yang terlibat adalah siswa SMPIT Al-Ikhlas Cikunir Bekasi kelas 7 berjumlah 95 orang. SMPIT Al-Ikhlas sendiri memiliki sarana sanitasi yang memadai, namun belum memiliki program kesehatan sekolah yang rutin dan berkesinambungan. Selain itu, kondisi eksternal sekolah di wilayah perkotaan menambah tantangan, seperti polusi udara, keterbatasan ruang terbuka hijau, serta maraknya konsumsi makanan cepat saji yang digemari siswa. Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan pemahaman siswa mengenai PHBS serta membiasakan perilaku sehat di lingkungan sekolah maupun di rumah. Edukasi disampaikan oleh tim pengabdian melalui metode presentasi interaktif, pemutaran video edukasi, dan praktik langsung mencuci tangan sesuai standar WHO. Materi yang diberikan mencakup konsep dasar PHBS, manfaat kebersihan diri, pola makan sehat, bahaya rokok, serta cara menjaga kebersihan lingkungan sekolah. Evaluasi kegiatan dilakukan dengan pre-test dan post-test. Hasilnya menunjukkan peningkatan pengetahuan siswa, dengan rata-rata skor 90 pada pre-test dan meningkat menjadi 94 pada post-test. Hal ini menunjukkan adanya kenaikan skor rerata pengetahuan sebelum dan setelah diberikan edukasi meski tidak signifikan. Hal ini dapat diasumsikan bahwa pengetahuan siswa tentang PHBS sudah cukup baik sebelum diberikan edukasi. Saran untuk pengabdian masyarakat selanjutnya yaitu mengeksplor isu lain yang menarik dan terkini terkait kondisi siswa.