Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KELUHAN NYERI PUNGGUNG BAWAH (LOW BACK PAIN) PADA NELAYAN DI DESA BATU KARAS KECAMATAN CIJULANG PANGANDARAN Atthariq Wahab
Biomedika Vol 11, No 1 (2019): Biomedika Februari 2019
Publisher : Universitas Muhamadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/biomedika.v11i1.7599

Abstract

Data from the Ministry of Health's 2006 research on diseases and accidents that occur in fishermen and traditional divers, said that a number of fishermen on Bungin Island, West Nusa Tenggara suffered from joint pain (57.5 percent) and mild to deafness hearing loss (11.3 percent ) The results of the initial research health research on fishermen in Batukaras Village showed that the 10 most diseases were dominated by diseases related to low back pain. The aim of this study is to explore causes factor asscociation with low back pain in Batu Karas Village Community Fishermen Group. This study uses a quantitative approach with a cross sectional study design. The population in this study was the Batu Karas Village Community Fishermen Group. This sampling was carried out based on the fishermen presented at the time of the study (accidental sampling) and willing to become research respondents by filling out and signing informed consent as many as 140 respondents. Data retrieval is done by structured interviews with questionnaires. Variables that have a statistically significant relationship with the incidence of complaints of lower back pain are years of work, smoking habits, with a p-value 0.005. The conclusion of this study are the work period of more than 20 years and smoking habits associated with lower back pain.Key words: Fishermen, Low Back Pain, The Work Period, Smoking Habits
Turnover Karyawan Di Rumah Sakit Rawamangun Atthariq Atthariq Atthariq; Dantjahjono Koentjoro
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 1 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
Publisher : Faculty of Public Health, Faculty of Medicine and Health, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (603.092 KB) | DOI: 10.24853/jkk.12.1.62-70

Abstract

Rumah Sakit Rawamangun merupakan salah satu rumah sakit swasta di Jakarta yang mempunyai visi menjadi rumah sakit yang terbaik dalam pelayanan jasa kesehatan masyarakat dalam rangka pembangunan kesehatan di Jakarta. Namun usaha ini mendapat hambatan dibidang SDM karena tingginya angka Turnover karyawan di Rumah Sakit Rawamangun. Angka Turnover karyawan yang tinggi dijadikan sebagai suatu indikasi adanya masalah di organisasi ini sehingga perlu di eksplorasi faktor faktor apa saja yang mempengaruhinya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk Menggali faktor faktor apa saja yang mempengaruhi tingginya angka Turnover karyawan di Rumah Sakit Rawamangun. Desain penelitian menggunakan Kualitatif eksploratif. Subjek penelitiannya adalah karyawan yang masih bekerja di Rumah Sakit Rawamangun dan karyawan yang sudah keluar dari Rumah Sakit Rawamangun. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara yang mendalam terhadap karyawan baik yang sudah keluar maupun karyawan yang masih bekerja di Rumah Sakit Rawamangun, juga dilakukan Focus Group Discussion (FGD) terhadap karyawan yang masih bekerja. Dari beberapa hasil yang dikumpulkan baik secara wawancara yang mendalam maupun FGD didapat permasalahan: alasan bertahan, alasan keluar maupun harapan terhadap Rumah Sakit. Alasan bertahan karena suasana kerja yang kekeluargaan dan memperoleh ilmu dan pengalaman yang bermanfaat. Alasan keluar karena peraturan yang tidak jelas, kurangnya penghargaan terhadap karyawan, kompensasi yang kurang dan jaminan masa depan yang masih belum jelas. Harapan terhadap Rumah Sakit agar melihat kembali peraturan dan kebijakan yang ada dan berlaku untuk karyawan juga memperhatikan kesejahteraan karyawan yang bekerja di Rumah Sakit. Sehingga dap[at disimpulkan bahwa Penyebab utama keluarnya karyawan dari Rumah Sakit Rawamangun adalah antara lain diterimanya sebagai pegawai negeri, alasan keluarga dan alasan ingin mengembangkan ilmu pengetahuan diri sendiri, ini semua dipengaruhi oleh faktor ketidak puasan dalam bekerja karena kurangnya kompensasi yang kurang memadai, peraturan Rumah Sakit yang tidak jelas, tidak ada penghargaan terhadap karyawan. Semua ini mempengaruhi tingginya angka Turnover karyawan Kata kunci: Turnover, karyawan, eksplorasi.
Faktor – Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Myalgia pada Nelayan di Desa Batukaras Pangandaran Jawa Barat Atthariq Atthariq; Maria Eka Putri
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 14, No 1 (2018): JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
Publisher : Faculty of Public Health, Faculty of Medicine and Health, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jkk.14.1.74-82

Abstract

Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar ke-4 di dunia dan sekitar 17.000 pulau terdapat 8090 desa pesisir yang tersebar di 300 Kabupaten/Kota pesisir. Sebanyak 67.87 juta bekerja di sektor informal sebagai nelayan atau sekitar 30% penduduk Indonesia. Data hasil penelitian Kementerian Kesehatan pada 2006 mengenai penyakit dan kecelakaan yang terjadi pada nelayan menyebutkan bahwa sejumlah nelayan di Pulau Bungin, Nusa Tenggara Barat menderita nyeri persendian sebesar 57.5%. Tujuan dari penelitian ini adalah diketahuinya hasil analisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian myalgia pada nelayan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain studi cross sectional. Populasi penelitian ini adalah nelayan dengan jumlah sampel 140 responden. Analisis data dilakukan dengan uji Chi Square α 0.05. Hasil penelitian ini diperoleh bahwa variabel yang secara statistik memiliki hubungan yang bermakna dengan kejadian myalgia adalah umur (pvalue=0.019), penghasilan (pvalue=0.004), lama kerja (pvalue=0.024) dan masa kerja (pvalue=0.001). Diperlukan penelitian selanjutnya dengan menambahkan variabel-variabel penelitian yang belum diteliti dengan analisa yang lebih mendalam. Kata Kunci: myalgia; nelayan; otot
Dampak Kerja Shift dan Tingkat Stres terhadap Kadar Gen Brain-Derived Neurotrophic Factor (BDNF) pada Perawat Selama Pandemi Covid-19 Atthariq; Maria Eka Putri; Muhammad Fachri; Risky Akaputra; Dede Renovaldi
Majalah Kedokteran Indonesia Vol 75 No 3 (2025): Journal of The Indonesian Medical Association - Majalah Kedokteran Indonesia, Vo
Publisher : PENGURUS BESAR IKATAN DOKTER INDONESIA (PB IDI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47830/jinma-vol.75.3-2025-1583

Abstract

Introduction: The project aims to investigate how the Covid-19 epidemic influenced nurses’ stress levels, shift work, and BDNF mRNA expression. Hospitalized patient numbers in Indonesia were rising sharply during the outbreak. This illness has a major impact on nurses’ levels of weariness and stress, which follow each other. High-stress workers have lower serum levels of brain-derived neurotrophic factor (BDNF). Workload, job conflicts, and sleep difficulties are some of the causes that lead to this stress.Methods: The study was conducted at the Cempaka Putih Islamic Hospital in Central Jakarta, Indonesia, from July to September 2020. The study used an analytical observational approach and a cross-sectional design. The number of nurses who participated in this study was 89 people who were selected using This study included 89 nurses who were recruited using a purposive selection technique based on predetermined inclusion and exclusion criteria. Anthropometric measures and intravenous blood collection were used to gather data for real-time PCR analysis of the BDNF gene mRNA expression.Result: The mean BDNF mRNA expression level was 8.93 ng/mL. Nurses reported work-related stress, with a significant correlation (p less than 0.05) between BDNF mRNA expression, work shift, and stress levels. According to the findings, those with low, moderate, and high stress levels had mean BDNF levels of 11.69, 8.65, and 7.36, respectively. Statistical testing revealed a significant difference (p less than 0.001) in the mean mRNA expression of the BDNF gene across subjects with low, moderate, and high stress levels.Conclusion: During the Covid-19 pandemic, a statistical correlation was found between nurse stress levels, work shifts and low BDNF levels.
An Analysis of Hospital Information Systems and Service Quality on Patient Satisfaction in Maternal and Child Health Services in Indonesia Nurmalia Lusida; Atthariq Atthariq; Andriyani Andriyani; Irna Hasanah; Raghib Filhaq
Sanskara Manajemen Dan Bisnis Vol. 4 No. 03 (2026): Sanskara Manajemen dan Bisnis (SMB)
Publisher : Eastasouth Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/smb.v4i03.899

Abstract

This study analyzes the effect of Hospital Information Systems (HIS) and service quality on patient satisfaction in maternal and child health care services in Indonesia. A quantitative research design was applied using a cross-sectional approach involving 150 respondents who had utilized maternal and child health services. Data were collected using a structured questionnaire based on a five-point Likert scale and analyzed using SPSS version 25. The analysis included descriptive statistics, validity and reliability testing, classical assumption tests, and multiple linear regression analysis. The results indicate that both Hospital Information Systems and service quality have a positive and significant effect on patient satisfaction. Service quality demonstrates a stronger influence compared to HIS. The coefficient of determination (R²) of 0.610 indicates that 61% of the variation in patient satisfaction is explained by the two independent variables. The findings highlight the importance of integrating digital health systems with high-quality service delivery to improve patient satisfaction in maternal and child health care settings. This study provides practical implications for hospital management and policymakers in strengthening healthcare service performance through technological and human resource improvements.
Edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada Siswa SMPIT Al-Ikhlas Cikunir Bekasi Atthariq; Maria Eka Putri; Dinda Dhiya Nasywa
Jurnal Abdimas Kedokteran dan Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2024): Jurnal Abdimas Kedokteran dan Kesehatan (JARAS)
Publisher : Faculty of Medicine and Health Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jaras.2.2.109-114

Abstract

Pentingnya pembentukan kebiasaan hidup sehat pada usia remaja, terutama di tingkat SMP, yang merupakan fase krusial perkembangan fisik, psikologis, dan sosial. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di SMPIT Al-Ikhlas Cikunir, Bekasi, dengan fokus pada edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) bagi siswa. Peserta yang terlibat adalah siswa SMPIT Al-Ikhlas Cikunir Bekasi kelas 7 berjumlah 95 orang. SMPIT Al-Ikhlas sendiri memiliki sarana sanitasi yang memadai, namun belum memiliki program kesehatan sekolah yang rutin dan berkesinambungan. Selain itu, kondisi eksternal sekolah di wilayah perkotaan menambah tantangan, seperti polusi udara, keterbatasan ruang terbuka hijau, serta maraknya konsumsi makanan cepat saji yang digemari siswa. Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan pemahaman siswa mengenai PHBS serta membiasakan perilaku sehat di lingkungan sekolah maupun di rumah. Edukasi disampaikan oleh tim pengabdian melalui metode presentasi interaktif, pemutaran video edukasi, dan praktik langsung mencuci tangan sesuai standar WHO. Materi yang diberikan mencakup konsep dasar PHBS, manfaat kebersihan diri, pola makan sehat, bahaya rokok, serta cara menjaga kebersihan lingkungan sekolah. Evaluasi kegiatan dilakukan dengan pre-test dan post-test. Hasilnya menunjukkan peningkatan pengetahuan siswa, dengan rata-rata skor 90 pada pre-test dan meningkat menjadi 94 pada post-test. Hal ini menunjukkan adanya kenaikan skor rerata pengetahuan sebelum dan setelah diberikan edukasi meski tidak signifikan. Hal ini dapat diasumsikan bahwa pengetahuan siswa tentang PHBS sudah cukup baik sebelum diberikan edukasi. Saran untuk pengabdian masyarakat selanjutnya yaitu mengeksplor isu lain yang menarik dan terkini terkait kondisi siswa.