Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

KARAKTERISTIK CAMPURAN SEMI FLEXIBLE PAVEMENT DENGAN MENGGUNAKAN ADDITIVE VISCOCRETE-10 PADA MORTAR DAN GILSONITE PADA ASPAL DITINJAU DARI UJI KUAT LENTUR Iwayan Dermana
JURNAL PLANOLOGI DAN SIPIL (JPS) Vol 1 No 1 (2019): JPS Volume 1 Nomor 1, Februari 2019
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Road pavement damage within its service period has always been a problem of land transportation. The pavement failure to bear the load is one of the decreasing factors to the pavement durability. It is important to select the appropriate pavement to anticipate such problem. Commonly used pavement types (stiff and flexible pavement) have their strengths and weakness. Innovation and technology development are required to obtain better pavement. One of the efforts was developing the semi-flexible pavement by combining the current pavement strengths. Therefore, the researcher attempted to study the semi flexible pavement characteristics using the viscocrete-10 additive in mortar and Gilsonite in asphalt reviewed by flexural strength test. Research was carried out by composing the open graded asphalt (OGA) specimens in beam shape with asphalt concentration of 2.5%, 3.0%, and 3.5% and added with 0.3% Gilsonite additive. The OGA beam shaped was grouted with mortar cement using the additive viscocrate-10 concentrations of 0.8%, 0.9% and 1.0% to become the semi flexible pavement specimen. Next, the 28 days specimen was tested for its flexural strength using the method of 4 loading points. Analysis of the specimen strength and flexural test under the maximum load was taken to the specimen. Results of the research showed that the deflection and flexural strength varied in accordance to the increasing addition of asphalt as well as viscocrete-10 concentration. The highest value of the flexible strength, which was 3.32 MPa, was achieved by the specimen with asphalt and viscocrete additive concentration of 2.5% and 0.8%, respectively. The highest flexural strength value, which was 3.60mm, was obtained by the specimen with 3.5% asphalt content and 1.0% viscocrete-10 content. The test taken to the comparing specimen, which was the deflection pavement (SMA 0/11) showed 1.19MPa and 11.3 mm flexural strength. The stiffness test (normal concrete) indicated that the bending strength was 4.6 MPa with 1.53 mm flexural strength.
STUDI PERENCANAAN DIMENSI SUMUR RESAPAN AIR HUJAN UNTUK RUMAH TINGGAL DI DUSUN TOPAN RIAU Iwayan Dermana
JURNAL REKAYASA Vol 7 No 1 (2017): Jurnal REKAYASA
Publisher : Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan. Universitas Bung Hatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (933.145 KB)

Abstract

Pertumbuhan penduduk yang semakin pesat secara langsung menambah jumlah bangunan hunian. Hal tersebut mengakibatkan berkurangnya daerah tangkapan hujan (daerah yang mampu meresapkan air hujan). Air hujan yang jatuh pada bangunan hunian biasanya hanya dialirkan ke saluran - saluran yang bermuara ke sungai, danau, laut dan lainnya tanpa diresapkan kembali ke dalam tanah. Hal tersebut dapat mengurangi kuantitas air tanah. Keadaan ini bertolak belakang dengan terus meningkatnya kebutuhan makluk hidup akan air tanah. Untuk menjaga kelestarian air tanah, air hujan yang jatuh pada daerah hunian harus kembali diresapkan kedalam tanah menggunakan sumur resapan. Untuk menghasilkan dimensi sumur resapan yang efisien, maka perlu dilakukan penelitian mengenai laju infiltrasi dan besar debit air yang dihasilkan dari curah hujan tertinggi daerah tersebut. Dari hasil penelitian maka diperoleh sebuah dimensi sumur resapan yang mampu menampung dan meresapkan air hujan yang jatuh pada bangunan hunian.
KARAKTERISTIK PERKERASAN KAKU DAN PERKERASAN LENTUR DI TINJAU DARI UJI KUAT LENTUR Iwayan Dermana
Selodang Mayang: Jurnal Ilmiah Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Indragiri Hilir Vol 4 No 3 (2018): Volume 4, Nomor 3, Desember 2018
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Indragiri Hilir Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47521/selodangmayang.v4i3.109

Abstract

Road pavement damage within its service period has always been a problem of land transportation. The pavement failure to bear the load is one of the decreasing factors to the pavement durability. It is important to select the appropriate pavement to anticipate such problem. Commonly used pavement types (stiff and flexible pavement) have their strengths and weakness. Therefore, the researcher attempted to study the characteristics of stiff and flexible pavement using the viscocrete-10 additive in mortar and Gilsonite in asphalt reviewed by flexural strength test.
Tata Bangunan Gedung Bertingkat di Kota Teluk Kuantan Adinata, Surya; Rurianti, Dwi Visti; Dermana, Iwayan; Afrizal, Rikki
Journal of Infrastructure and Civil Engineering Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/jice.v4i1.56

Abstract

Secara geografis Kuantan Singingi berbatasan langsung dengan propinsi Sumatera Barat yang mana kita ketahui Sumatera Barat adalah daerah yang rawan gempa. Maka untuk mengantisipasi hal tersebut diperlukan suatu analisis struktur yang mengarah pada perencanaan bangunan yang tahan gempa, selain struktur yang dirancang harus memenuhi syarat kekuatan dan keamanan, juga perlu dilakukan dipertimbangkan dari segi ekonomisnya serta tata kelola bangunan yang baik. Tata bangunan gedung bertingkat di kota Teluk Kuantan ini dilakukan pada perencanaan gedung empat lantai yang terdiri dari 4 lantai bangunan beton bertulang. Model struktur portal 3 dimensi, berupa portal beton bertulang dengan system struktur portal rangka terbuka (open frame). Untuk analisis mekanika menggunakan program SAP 2000 Education. Untuk perencanaan struktur menggunakan konsep daktilitas penuh, analisis pembebanan meliputi beban mati, beban hidup, dan beban gempa. Pembahasan struktur meliputi dimensi plat lantai, balok dan kolom beserta penulangannya. Pada plat lantai digunakan tebal plat 120 cm dan tulangan pokok menggunakan tulangan P10. Pada balok digunakan tulangan pokok D16 dan tulangan sengkang menggunakan tulangan P10. Sedangkan pada kolom menggunakan tulangan pokok D16 dan tulangan sengkang menggunakan tulangan P10. Dari hasil pembahasan keseluruhan sudah memenuhi syarat kekuatan dan keamanan. Dimensi yang digunakan pada balok dan kolom pelat lantai yang dipakai terlalu besar dari hasil analisis. dari lantai atas sampai lantai bawah dengan ukuran antara lain, balok induk 300/500, kolom 400/400 dengan tulangan D16. Sedangkan pada balok bentang 5000 mm menggunakan besi tulangan D16.
Analisis Distribusi Hujan Jam-Jaman di Sub DAS Sungai Mess Hermawan, Chitra; Dermana, Iwayan; Harmiyati, Harmiyati
JURNAL RISET INOVASI DAERAH Vol. 2 No. 1 (2024): Journal of Regional Research and Innovation (RIVDA)
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Pelalawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sub watershed Sungai Mess is one sub watershed which empties into the Sungai Singingi. Changes in global climate affect rainfall patterns change, in the scale of space, time, and scale. The purpose of this study is to determine the validity of rainfall existing data, to investigate the characteristics of rainfall, to determine the distribution pattern of hourly rainfall in the Kuantan sub watershed. The validity of rainfall data was conducted by RAPS (Rescaled Adjusted Partial sums). The rainfall characteristics were determined by grouping data based on the duration and occurrence of rainfall. Analysis of distribution pattern of hourly rainfall was based on observed data and finded the similiarity with Mononobe Modified method, Alternating Block Method (ABM), and Triangular Hyetograph Method (THM). The analysis resulted in the validity of eight rain stations from the existing nine stations. Rainfall in the Keduang sub watershed was dominated by two-hour rainfall events. Pattern of rainfall distribution hourly showed that rainfall distribution in 2, 3, 5, 7, and 8 hours follows Modified Mononobe model, while the pattern of rainfall distribution in 4 and 6 hours follows Triangular Hyetograph Method (THM) model.
Tata Bangunan Gedung Bertingkat di Kota Teluk Kuantan Adinata, Surya; Rurianti, Dwi Visti; Dermana, Iwayan; Afrizal, Rikki
Journal of Infrastructure and Civil Engineering Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/jice.v4i1.56

Abstract

Secara geografis Kuantan Singingi berbatasan langsung dengan propinsi Sumatera Barat yang mana kita ketahui Sumatera Barat adalah daerah yang rawan gempa. Maka untuk mengantisipasi hal tersebut diperlukan suatu analisis struktur yang mengarah pada perencanaan bangunan yang tahan gempa, selain struktur yang dirancang harus memenuhi syarat kekuatan dan keamanan, juga perlu dilakukan dipertimbangkan dari segi ekonomisnya serta tata kelola bangunan yang baik. Tata bangunan gedung bertingkat di kota Teluk Kuantan ini dilakukan pada perencanaan gedung empat lantai yang terdiri dari 4 lantai bangunan beton bertulang. Model struktur portal 3 dimensi, berupa portal beton bertulang dengan system struktur portal rangka terbuka (open frame). Untuk analisis mekanika menggunakan program SAP 2000 Education. Untuk perencanaan struktur menggunakan konsep daktilitas penuh, analisis pembebanan meliputi beban mati, beban hidup, dan beban gempa. Pembahasan struktur meliputi dimensi plat lantai, balok dan kolom beserta penulangannya. Pada plat lantai digunakan tebal plat 120 cm dan tulangan pokok menggunakan tulangan P10. Pada balok digunakan tulangan pokok D16 dan tulangan sengkang menggunakan tulangan P10. Sedangkan pada kolom menggunakan tulangan pokok D16 dan tulangan sengkang menggunakan tulangan P10. Dari hasil pembahasan keseluruhan sudah memenuhi syarat kekuatan dan keamanan. Dimensi yang digunakan pada balok dan kolom pelat lantai yang dipakai terlalu besar dari hasil analisis. dari lantai atas sampai lantai bawah dengan ukuran antara lain, balok induk 300/500, kolom 400/400 dengan tulangan D16. Sedangkan pada balok bentang 5000 mm menggunakan besi tulangan D16.
ANALISIS BEBAN KENDARAAN TERHADAP KERUSAKAN PERKERASAN LENTUR (ASPAL) Di Jl. BRAWIJAYA KECAMATAN KUANTAN TENGAH Rivaldo; chitra Hermawan; Iwayan Dermana
JURNAL PLANOLOGI DAN SIPIL (JPS) Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal Planologi dan Sipil, Februari 2026
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/jps.v8i1.4889

Abstract

Jalan Brawijaya Kecamatan Kuantan Tengah ini merupakan jalur yang sangat sibuk. Di sepanjang jalan Brawijaya banyak dilewati oleh kendaraan berat karena jalan ini merupakan salah satu jalan yang dibuka untuk dilintasi kendaraan berat yang membawa muatan. Ini juga yang menjadikan salah satu penyebab cepat rusaknya perkerasan jalan lentur. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jumlah lalu-lintas harian rata-rata beban sumbu yang melalui jalan perkerasan aspal di jalan Brawijaya Kecamatan Kuantan Tengah, mengetahui pengaruh beban sumbu kendaraan terhadap tingkat kerusakan jalan pada ruas jalan Brawijaya Kecamatan Kuantan Tengah. Metode penelitian ini menggunakan pedoman dari Bina Marga Pd T-14-2003. Penelitian ini dilakukan selama 7 hari (Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, Sabtu, dan Minggu). Hasil analisa lalu-lintas harian rata-rata pada kendaraan ringan seperti sedan, oplet, dan pick up memiliki jumlah kendaraan sebanyak 3.059 unit, untuk bus kecil berjumlah 12 unit, untuk bus besar berjumlah 33 unit, untuk truk 2 as berjumlah 780 unit, untuk truk 3 as berjumlah 690 unit, dan untuk truk 4 as berjumlah 48 unit. Total LHR dari hasil analisa kendaraan berjumlah 4.622 kendaraan/hari. Berdasarkan perhitungan faktor lalu-lintas kendaraan didapat nilai ESAL total sebesar 22.399,47271 dan hasil perhitungan Truck Factor 14,44195> 1, dimana nilai itu menunjukan bahwa kondisi kerusakan jalan yang ada dikarenakan beban kendaraan yang melintas pada ruas jalan Brawijaya Kecamatan Kuantan Tengah ini mengalami beban berlebih (Over load). Faktor beban berlebih yang terjadi pada jalan Brawijaya menyebabkan 2 jenis kerusakan yaitu distorsi alur dengan tingkat kerusakan yang tinggi dan cacat permukaan dengan tingkat kerusakan yang tinggi.
ANALISIS BEBAN KENDARAAN TERHADAP KERUSAKAN JALAN (ASPAL) Di Jl. BRAWIJAYA KECAMATAN GUNUNG TOAR Busra Dinata; Ade Irawan; Iwayan Dermana
JURNAL PLANOLOGI DAN SIPIL (JPS) Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal Planologi dan Sipil, Februari 2026
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/jps.v8i1.4890

Abstract

Jalan Brawijaya Kecamatan Gunung Toar ini merupakan jalur yang sangat sibuk. Di sepanjang jalan Brawijaya banyak dilewati oleh kendaraan berat karena jalan ini merupakan salah satu jalan yang dibuka untuk dilintasi kendaraan berat yang membawa muatan. Ini juga yang menjadikan salah satu penyebab cepat rusaknya perkerasan jalan lentur. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jumlah lalu-lintas harian rata-rata beban sumbu yang melalui jalan perkerasan aspal di jalan Brawijaya Kecamatan Kuantan Tengah, mengetahui pengaruh beban sumbu kendaraan terhadap tingkat kerusakan jalan pada ruas jalan Brawijaya Kecamatan Gunung Toar. Metode penelitian ini menggunakan pedoman dari Bina Marga Pd T-14-2003. Penelitian ini dilakukan selama 7 hari (Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, Sabtu, dan Minggu). Hasil analisa lalu-lintas harian rata-rata pada kendaraan ringan seperti sedan, oplet, dan pick up memiliki jumlah kendaraan sebanyak 2.818 unit, untuk bus kecil berjumlah 6 unit, untuk bus besar berjumlah 15 unit, untuk truk 2 as berjumlah 761 unit, untuk truk 3 as berjumlah 584 unit, dan untuk truk 4 as berjumlah 32 unit. Total LHR dari hasil analisa kendaraan berjumlah 4.216 kendaraan/hari. Berdasarkan perhitungan faktor lalu-lintas kendaraan didapat nilai ESAL total sebesar 19.889,03749 dan hasil perhitungan Truck Factor 14,28810> 1, dimana nilai itu menunjukan bahwa kondisi kerusakan jalan yang ada dikarenakan beban kendaraan yang melintas pada ruas jalan Brawijaya Kecamatan Gunung Toar ini mengalami beban berlebih (Over load). Faktor beban berlebih yang terjadi pada jalan Brawijaya menyebabkan 4 jenis kerusakan yaitu distorsi alur, retak buaya, lobang dan cekungan.
ANALISA KINERJA SIMPANG BERSINYAL SIMPANG EMPAT SAWAH TELUK KUANTAN Ano Wilanda; Chitra Hermawan; Iwayan Dermana
JURNAL PLANOLOGI DAN SIPIL (JPS) Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal Planologi dan Sipil, Februari 2026
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/jps.v8i1.4891

Abstract

Simpang bersinyal berperan penting dalam mengatur pergerakan kendaraan, mengurangi konflik arus, serta meningkatkan keselamatan lalu lintas. Namun, efektivitasnya dipengaruhi oleh volume kendaraan, desain geometrik, dan pengaturan sinyal. Simpang Empat Sawah di Kota Teluk Kuantan merupakan simpang strategis yang menghubungkan ruas-ruas jalan utama, namun kondisi eksisting menunjukkan adanya antrean panjang dan tundaan tinggi terutama pada jam sibuk. Penelitian ini bertujuan menganalisis kinerja lalu lintas dan tingkat pelayanan simpang pada kondisi eksisting. Data diperoleh melalui survei geometrik, volume lalu lintas selama tujuh hari pada empat periode waktu, serta survei siklus sinyal lampu lalu lintas. Analisis dilakukan menggunakan Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI, 2014) dengan parameter kapasitas, derajat kejenuhan, panjang antrean, dan tundaan. Hasil analisis menunjukkan bahwa tundaan rata-rata melebihi 60 detik/smp, panjang antrian cukup tinggi, serta derajat kejenuhan mendekati atau melampaui batas ideal. Berdasarkan PKJI 2014, tingkat pelayanan simpang berada pada kategori F sehingga belum optimal dalam melayani arus lalu lintas. Diperlukan penanganan berupa pengaturan ulang sinyal, penambahan fase, atau pelebaran pendekat agar kinerja simpang lebih efisien.
ANALISIS PERENCANAAN TEBAL PERKERASAN KAKU DENGAN METODE MANUAL DESAIN PERKERASAN (MDP) BINA MARGA 2017 (STUDI KASUS PADA RUAS JALAN NAPAL – GUMANTI KECAMATAN PERANAP KABUPATEN INDRAGIRI HULU) Teti Teti Erlianti; Chitra Hermawan; Iwayan Dermana
JURNAL PLANOLOGI DAN SIPIL (JPS) Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal Planologi dan Sipil, Februari 2026
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/jps.v8i1.4938

Abstract

Jalan Napal merupakan salah satu ruas jalan di Desa Gumanti, Kecamatan Peranap, Kabupaten Indragiri Hulu. Meningkatnya jumlah penduduk dan kendaraan setiap tahun menyebabkan kebutuhan terhadap sarana transportasi jalan yang memadai semakin tinggi. Terlebih lagi, jalan ini sering dilalui kendaraan berat, sehingga diperlukan infrastruktur yang kuat dan tahan lama. Oleh karena itu, perencanaan struktur perkerasan yang tepat sangat penting untuk menunjang mobilitas masyarakat serta distribusi barang dan jasa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menentukan tebal perkerasan kaku pada ruas Jalan Napal berdasarkan pedoman Manual Desain Perkerasan (MDP) Bina Marga Tahun 2017. Hasil analisis menunjukkan bahwa tebal pelat beton yang dibutuhkan adalah 295 mm, lapis pondasi bawah (Lean Concrete) 100 mm, dan lapis drainase 150 mm. Sambungan menggunakan dowel berdiameter 38 mm, panjang 450 mm, dengan jarak 300 mm, serta tie bars berdiameter 16 mm, panjang 700 mm, dan jarak 750 mm. Tulangan memanjang dan melintang menggunakan besi berdiameter 8 mm dengan jarak 150 mm. Untuk jalan sepanjang 1.000 meter yang dibagi menjadi 200 segmen, dibutuhkan 1.000 batang tie bars (5 per segmen) dan 3.184 batang dowel (16 per sambungan pada 199 titik). Dowel tidak dipasang pada awal dan akhir ruas jalan karena bukan sambungan antar segmen. Hasil ini dapat dijadikan acuan dalam pengadaan material dan pelaksanaan konstruksi jalan di lokasi tersebut.