Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Implementasi Teknologi Tepat Guna Sumur Bor untuk Penyediaan Air Bersih Pascabencana di Desa Alue Leuhop Murhaban; Joli Supardi; Bambang Tripoli; Teuku Farizal; Muzakir; Mukhlizar; Herdi Susanto; Veranita; Rivansyah Suhendra; Muh. Nurtanzis Sutoyo
TENANG : Teknologi, Edukasi, dan Pengabdian Multidisiplin Nusantara Gemilang Vol. 3 No. 1 (2026): Juni
Publisher : Perhimpunan Ahli Teknologi Informasi dan Komunikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71234/tenang.v3i1.125

Abstract

Desa Alue Leuhop, Kecamatan Woyla Barat, Kabupaten Aceh Barat, merupakan wilayah rawan banjir dan longsor yang sering mengalami gangguan akses terhadap air bersih pascabencana. Sumber air tradisional seperti sumur gali dan mata air mudah tercemar oleh lumpur, limbah, serta bakteri patogen, sehingga meningkatkan risiko penyakit akibat lingkungan. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan ketersediaan air bersih yang tahan bencana melalui pembangunan sumur bor, pemasangan pompa air, penyediaan tangki penampungan, dukungan genset, serta edukasi sanitasi dan pemeliharaan fasilitas. Metode pelaksanaan meliputi persiapan, implementasi, monitoring, dan evaluasi dengan pendekatan partisipatif yang melibatkan pemerintah desa, masyarakat, dosen, dan mahasiswa. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa fasilitas yang dibangun mampu memberikan akses air yang lebih stabil bagi warga, termasuk 64 kepala keluarga penerima manfaat. Selain itu, program ini meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang penggunaan air secara bijak, perawatan sumur bor, kebersihan lingkungan, serta deteksi sederhana terhadap perubahan kualitas air. Kegiatan ini membuktikan bahwa integrasi teknologi tepat guna, partisipasi masyarakat, dan dukungan perguruan tinggi dapat memperkuat kesehatan, kemandirian, serta ketahanan desa yang rawan bencana. Program ini berpotensi direplikasi di wilayah lain yang mengalami masalah serupa. Keberhasilan ini menegaskan pentingnya kolaborasi lokal dalam menciptakan layanan air bersih yang berkelanjutan, responsif terhadap kebutuhan warga, dan adaptif terhadap kondisi darurat secara mandiri di tingkat desa.