Hayatun C. Noho
Jurusan Sejarah, Universitas Negeri Gorontalo, Gorontalo, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Menguak Lembaran Sejarah Lokal: Kajian dan Sosialisasi Periode Orde Baru di Gorontalo untuk Generasi Muda Andris K. Malae; Tonny Iskandar Mondong; Helman Manay; Arya Blongkod; Rivaldi Dukalang; Adelia Ladja; Hayatun C. Noho; Mariaynti Kasim; Saskia P. Ilahude; Nur Ali Aziz; Dandriyanto Isa; Nurfadila N. Laite; Yulpa Nisa; Adelia
Sosiologi Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2026): Sosiologi Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Program Studi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/sjppm.v3i2.588

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengintroduksi dan menyosialisasikan sejarah lokal periode Orde Baru di Gorontalo kepada generasi muda, mengingat minimnya muatan sejarah daerah tersebut dalam literatur dan buku teks sejarah nasional. Kegiatan ini dilaksanakan di SMKS Bina Mandiri Bone Bolango pada tanggal 7 April 2026, dengan melibatkan 20 siswa kelas X dan guru mata pelajaran sejarah. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif-edukatif dengan penerapan model Contextual Learning (CTL), yang meliputi tahapan persiapan, implementasi melalui bedah sumber sejarah dan diskusi interaktif, serta evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pendekatan kontekstual berhasil membangun kesadaran historis (historical awareness) siswa, di mana mereka mampu memahami dan mengaitkan dinamika lokal seperti transmigrasi, pembangunan infrastruktur, dan perubahan sosial-politik di Gorontalo pada masa Orde Baru, dengan kebijakan nasional. Sosialisasi ini tidak hanya menjembatani kesenjangan antara sejarah nasional dan realitas lokal, tetapi juga memberikan pengayaan sumber ajar bagi guru, sehingga pembelajaran sejarah di sekolah menjadi lebih kritis, relevan, dan bermakna bagi peserta didik.