M Aknan
IAI Darussalam Hasyim Asy’ari Ogan Komering Ilir, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

REKONSTRUKSI MANAJEMEN KELAS BERBASIS NILAI-NILAI PENDIDIKAN ISLAM: STUDI FENOMENOLOGI DI SMK WALI SONGO RANTAU DURIAN I, OGAN KOMERING ILIR M Aknan; Lailatur Rohmah
CONTEMPLATE: Jurnal Ilmiah Studi Keislaman Vol 6 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : LP3M Universitas Al-Qur'an Ittifaqiah Indralaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53649/contemplate.v6i2.2331

Abstract

Manajemen kelas merupakan elemen fundamental dalam membangun pembelajaran yang efektif, adaptif, dan berorientasi pada pembentukan karakter peserta didik. Penelitian ini bertujuan menganalisis rekonstruksi tata kelola kelas di SMK Wali Songo Rantau Durian I, Kabupaten Ogan Komering Ilir, serta memaknainya melalui perspektif Pendidikan Islam. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologis. Data diperoleh melalui observasi partisipatif, telaah dokumen, dan wawancara mendalam dengan kepala sekolah, wali kelas, guru mata pelajaran, dan peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen kelas berlangsung melalui integrasi empat fungsi manajerial POAC (Planning, Organizing, Actuating, Controlling) yang diaktualisasikan melalui nilai-nilai Pendidikan Islam, yaitu nizhām (keteraturan), shūrā (musyawarah), al-nadhāfah (kebersihan), dan itqān (ketekunan serta akuntabilitas). Temuan menegaskan bahwa manajemen kelas tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga menjadi instrumen pembentukan akhlakul karimah. Model integrasi POAC dan nilai Islam berpotensi diterapkan pada pendidikan kejuruan berciri khas keagamaan.
Pesantren and Local Islamic Civilization in South Sumatra: Identity, Resistence, and Glocalization Zainuddin Zainuddin; Imam Nasruddin; M Aknan; Mustafiyanti Mustafiyanti
Socratika: Journal of Progressive Education and Social Inquiry Vol. 3 No. 3 (2026)
Publisher : South Sulawesi Education Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/46mv1h65

Abstract

This study examines how pesantren in South Sumatra negotiate the pressures of globalization, state educational standardization, and digital transformation while preserving their local Islamic identity and epistemic legitimacy. Using a qualitative historical-sociological design informed by an educational ontology framework, fieldwork was conducted in Palembang, Musi Banyuasin, and Ogan Komering Ilir between 2023 and 2024. Data were gathered through semi-structured interviews with pesantren leaders, kiai, santri, and alumni, alongside participant observation and archival document analysis Pesantren resilience relies on selective adaptation rather than isolation or total assimilation. Over 60% of institutions studied adopt general curricula and digital technologies while strictly preserving core identity markers, specifically the authority of the kiai and the study of kitab kuning. Furthermore, leadership models are transitioning from purely charismatic authority to hybrid forms that combine religious legitimacy with modern managerial competence. The study conceptualizes pesantren as a "living civilization" that dynamically adapts peripheral practices while keeping core ontological commitments intact. This finding highlights the need for educational policies and accreditation frameworks that safeguard epistemic and cultural diversity while facilitating global engagement, directly aligning with Sustainable Development Goals 4, 10, and 16.