Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Faktor yang Berpengaruh Terhadap Angka Timbulan Sampah: Analysis of factors influencing waste generation rates Ulfa Aulia; Vidya Hadju
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 7 No. 6: Juni 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v7i6.5535

Abstract

Timbulan sampah merupakan jumlah sampah yang timbul dari masyarakat dalam satuan volume maupun berat per kapita perhari, atau perluas bangunan atau perpanjang jalan. Pengelolaannya dan penanganan sampah masih dilakukan dengan paradigma lama yaitu dengan kumpul angkut buang dan hal tersebut menjadi kebiasaan dalam sehari-hari. Kemudian, tidak hanya pada pengelolaan sampah, tetapi tidak adanya tempat pemilahan dan terbatasnya lahan tempat pengelolaan sampah. Hal tersebutlah yang melatar belakangi peneliti untuk mengetahui apakah ada pengaruh pendidikan, pekerjaan dan pengetahuan masyarakat tentang angka timbulan sampah. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain penelitian survey analitik dengan rancangan penelitian Cross Sectional, variabel independen yaitu tingkat pendidikan, pekerjaan, dan pengetahuan dengan variabel dependen yaitu angka timbulan sampah rumah tangga. Populasi berjumlah 264 rumah tangga dengan metode Simple Random Sampling dan pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode pengambilan sampel sesuai dengan SNI 19-3964-1994 sampel pada penelitian ini adalah 215 responden rumah tangga di Perumahan Citra Agrindo Kecamatan Limboto Kabupaten Gorontalo dengan analisis data menggunakan uji statistik Regresi Logistik Sederhana. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan diperoleh hasil bahwa pendidikan memiliki nilai signifikansi sebesar p=0.029 yang berarti terdapat hubungan antara pendidikan dengan angka timbulan sampah, pekerjaan memiliki nilai signifikansi sebesar p=0.02 yang berarti terdapat hubungan antara pekerjaan dengan angka timbulan sampah, dan pengetahuan memiliki nilai signifikansi sebesar p=0.002 yang berarti terdapat hubungan antara pengetahuan dengan angka timbulan sampah.Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa pendidikan, pekerjaan dan pengetahuan berpengaruh secara signifikan terhadap angka timbulan sampah dengan nilai signifikansi p=0.029, p=0.02, dan p=0.002.
Analisis Penggunaan Aplikasi SPP-IRT Dalam Meningkatkan Kualitas Pelayanan Kesehatan Di Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo: Analysis of the Use of the SPP-IRT Application in Improving the Quality of Health Services at the Gorontalo District Health Office Dihyat Hasan; Herlina Jusuf; Vidya Hadju
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Juli 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i7.7699

Abstract

Kualitas pelayanan kesehatan didefinisikan sebagai tingkat keberhasilan dalam memberikan layanan yang memenuhi kebutuhan dan harapan masyarakat dengan standar yang aman, efisien, efektif, dan berkelanjutan. Tujuan penelitian untuk mengetahui proses pengawasan penggunaan aplikasi SPP-IRT dan mengidentifikasi penyebab pelaku usaha yang belum mendapatkan sertifikat dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif. Informan kunci adalah Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo. Informan biasa empat orang yaitu dua orang pegawai Sumber Daya Kesehatan dan dua orang Pelaku Usaha. Penelitian ini dilaksanakan di Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo. Waktu penelitian pada bulan Januari 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, Pengawasan yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo terhadap Pelaku Usaha Industri Rumah Tangga Pangan (IRTP) masih belum maksimal. Perlu adanya evaluasi yang optimal seperti pembaruan aplikasi SPP-IRT, dan memberitahukan kepada Pelaku Usaha untuk selalu melakukan komunikasi dengan Dinas Kesehatan terkait kelengkapan berkasnya. Hal ini menjadi peran penting sebagai bentuk upaya peningkatan kualitas pelayanan dalam mendapatkan sertifikat.