Steven Toar Sambouw
Universitas Pertahanan Republik Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Optimalisasi Kolaborasi Regional Asean dalam Membangun Resiliensi Keamanan Maritim Menghadapi Ancaman IUU Fishing, Kejahatan Transnasional, dan Persaingan Kekuatan Besar di Indo-Pasifik Asep Iwa Soemantri; Lukman Yudho Prakoso; Harri Dolly Hutabarat; Amin Lestari; Steven Toar Sambouw
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 6 No. 8 (2026): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v6i8.3811

Abstract

Kawasan Indo-Pasifik menjadi pusat pertumbuhan ekonomi global sekaligus arena kompetisi geopolitik yang semakin kompleks. Di tengah dinamika tersebut, negara-negara ASEAN menghadapi berbagai ancaman keamanan maritim seperti Illegal, Unreported, and Unregulated Fishing (IUU Fishing), kejahatan transnasional maritim, penyelundupan narkotika, perdagangan manusia, perompakan, serta meningkatnya rivalitas kekuatan besar yang berpotensi mengganggu stabilitas kawasan. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi kolaborasi regional ASEAN dalam menghadapi ancaman keamanan maritim serta merumuskan strategi optimalisasi kerja sama kawasan untuk membangun resiliensi keamanan maritim yang berkelanjutan. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus dan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ASEAN telah memiliki berbagai mekanisme kerja sama seperti ASEAN Maritime Forum, Expanded ASEAN Maritime Forum, ADMM-Plus, dan ReCAAP yang telah memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan koordinasi antarnegara, namun masih menghadapi kendala berupa kesenjangan kapasitas keamanan maritim, integrasi data yang terbatas, perbedaan regulasi nasional, dan tekanan geopolitik eksternal. Penelitian menyimpulkan bahwa penguatan Maritime Domain Awareness, interoperabilitas kelembagaan, diplomasi maritim regional, pertukaran informasi keamanan maritim, harmonisasi regulasi, dan pembangunan kapasitas bersama merupakan faktor utama dalam meningkatkan resiliensi keamanan maritim ASEAN. Dengan menerapkan prinsip-prinsip implementasi kebijakan keamanan maritim (integrasi, interaksi, transparansi, kontrol, akuntabilitas, kerahasiaan, dan regulasi) serta pendekatan empat matriks keamanan maritim Christian Bueger (Sea Power, Economic Development, Human Security, dan Marine Environment), ASEAN dapat membangun sistem keamanan maritim yang lebih adaptif dan terintegrasi untuk menghadapi ancaman multidimensional yang terus berkembang serta mendukung visi Komunitas ASEAN 2045 yang aman, tangguh, dan berkelanjutan.
Optimalisasi Maritime Domain Awareness Berbasis Artificial Intelligence untuk Meningkatkan Resiliensi Keamanan Maritim Indonesia Menghadapi Ancaman Hibrida Global Pada Jalur Perdagangan Internasional Indo-Pasifik Lukman Yudho Prakoso; Hudiarto Krisno Utomo; Harri Dolli Hutabarat; Asep Iwa Soemantri; Steven Toar Sambouw
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 6 No. 8 (2026): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v6i8.3822

Abstract

Perkembangan ancaman hibrida global di kawasan Indo-Pasifik telah meningkatkan kompleksitas tantangan keamanan maritim yang tidak hanya mencakup ancaman militer, tetapi juga kejahatan lintas negara, serangan siber, gangguan ekonomi, dan ancaman informasi. Sebagai negara kepulauan dengan posisi strategis dalam jalur perdagangan internasional, Indonesia membutuhkan sistem Maritime Domain Awareness (MDA) yang mampu mendeteksi, menganalisis, dan merespons ancaman secara cepat serta terintegrasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi MDA Indonesia dalam menghadapi ancaman hibrida global serta merumuskan strategi optimalisasi MDA berbasis Artificial Intelligence (AI) untuk meningkatkan resiliensi keamanan maritim nasional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus strategis. Data diperoleh melalui studi literatur, analisis dokumen, observasi, serta wawancara mendalam dengan para ahli dan pemangku kepentingan terkait. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles, Huberman, dan SaldaƱa melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi MDA Indonesia masih menghadapi kendala berupa fragmentasi data antarinstansi, keterbatasan pengawasan real-time, ancaman siber, serta belum optimalnya pemanfaatan teknologi AI. Strategi optimalisasi berbasis AI melalui integrasi Big Data Analytics, Machine Learning, sistem peringatan dini, dan dukungan pengambilan keputusan dapat memperkuat dimensi Sea Power, Economic Development, Marine Environment, dan Human Security. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan AI-Based MDA merupakan strategi penting dalam membangun sistem keamanan maritim Indonesia yang adaptif, terintegrasi, dan berkelanjutan.