Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pejuang anti-bullying: Kampanye kebaikan melalui poster dan roleplay di SD Alkhairat 02 Kota Ternate Eko Purnomo; Bujuna Alhadad; Risna Srinawati; Kodrat Hi Karim; Rosida Marasabessy; Nurhuda Taepon; Dwi W. Nurharyanto; Ridwan Jusuf; Suhardi Abdullah; Samsu Somadayo; Selvi Wulandari; Darmawaty Hadi; Wawan S. Nadra; Ayu A. Akbar; Andi Ramadani; Asri S. Tamalene; Fauzia Harun
ABSYARA: Jurnal Pengabdian Pada Masayarakat Vol 7 No 1 (2026): ABSYARA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/ab.v7i1.36458

Abstract

Bullying in elementary schools can negatively affect students’ emotional, social, academic, and moral development and contribute to an unsafe school environment. This community service program aimed to improve students’ understanding of the forms, effects, and prevention of bullying while fostering empathy and the courage to respond to bullying incidents. The program was conducted at SD Alkhairat 02 Kota Ternate using a participatory-educational approach that combined interactive presentations, discussions, roleplay, and the creation of kindness campaign posters. The roleplay involved students taking the roles of perpetrators, victims, and bystanders to help them understand bullying situations and appropriate responses through the 3L approach (Lawan, Lari, Lapor—Resist, Leave, Report). Evaluation was conducted qualitatively through participatory observation during the activities, documentation of student posters, and observation of students’ responses and participation. The results showed that students began to distinguish between joking and bullying after participating in the roleplay activities. Students also demonstrated empathy toward victims and showed courage in helping their peers and reporting bullying incidents to teachers. They actively participated in creating and presenting kindness campaign posters. The activity concluded with a joint commitment declaration as “Pejuang Kebaikan” (Kindness Champions). These findings suggest that combining posters and roleplay can provide a relevant educational approach for introducing bullying prevention to elementary school students. Continued involvement of teachers, parents, and school policies is needed to support the consistent application of anti-bullying values.
Peningkatan Hasil Belajar Matematika melalui Penerapan Model Pembelajaran Teams Games Tournament: Sebuah Literature Review Dian Hasna; Rosida Marasabessy; Almas Laitani; Emi Nursalamah; Khairun Anam
Amalgamasi: Journal of Mathematics and Applications Vol. 5 No. 1 (2026): Amalgamasi: Journal of Mathematics and Applications
Publisher : Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55098/amalgamasi.v5.i1.pp1-12

Abstract

Rendahnya hasil belajar matematika pada siswa sekolah dasar masih menjadi tantangan dalam pembelajaran karena konsep matematika yang bersifat abstrak serta penerapan pembelajaran yang masih berpusat pada guru. Kondisi tersebut mengakibatkan siswa mengalami kesulitan memahami materi dan kurang aktif dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas model pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) dalam meningkatkan hasil belajar matematika siswa sekolah dasar. Penelitian menggunakan metode literature review dengan mengkaji artikel-artikel ilmiah yang diperoleh melalui Google Scholar dan portal SINTA. Proses seleksi dilakukan berdasarkan kriteria inklusi yang telah ditetapkan sehingga diperoleh 11 artikel yang relevan untuk dianalisis. Analisis data dilakukan secara deskriptif melalui sintesis terhadap temuan penelitian terdahulu. Hasil kajian menunjukkan bahwa seluruh artikel yang dianalisis melaporkan peningkatan hasil belajar matematika setelah penerapan model pembelajaran TGT. Selain meningkatkan aspek kognitif, model TGT juga mampu meningkatkan keaktifan belajar, motivasi, kerja sama, dan pemahaman konsep matematika siswa melalui aktivitas diskusi, permainan akademik, dan turnamen antarkelompok. Temuan ini menunjukkan bahwa model pembelajaran TGT merupakan alternatif pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan hasil belajar matematika di sekolah dasar. Oleh karena itu, guru disarankan menerapkan model pembelajaran TGT sebagai salah satu strategi pembelajaran yang inovatif dan berpusat pada siswa.