Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peningkatan Produktivitas dan Kualitas Kopi serta Transformasi Pengolahan Kopi di LMDH Argo Santoso, Curahpoh, Curahdami, Bondowoso Muhammad Ghufron Rosyady; Tri Wahyu Saputra; Yusuf Rachmandhika; M. Rifki Aulia Refani; Mochammad Fernanda Sudariva Putra; Garnis Forestryananta; Aji Jabal Abdillah; Tegas Hari Murti; Hana Nurul Arisma; Devinta Alfi Pramesti
INTEGRITAS : Jurnal Pengabdian Vol 10 No 1 (2026): JANUARI - JULI
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/integritas.v10i1.7674

Abstract

Desa Curahpoh merupakan Desa Binaan Universitas Jember (UNEJ), khususnya Program Studi Ilmu Pertanian (Perkebunan) yang berlokasi di Kampus 2 UNEJ Bondowoso. Sebagian besar masyarakat Desa Curahpoh bermata pencaharian sebagai petani, dengan sekitar 75% di antaranya merupakan petani kopi. Perekonomian masyarakat sangat bergantung pada hasil panen kopi yang dikelola pada lahan Perhutani melalui sistem kerja sama, di mana petani diwajibkan menyerahkan 10% dari hasil produksi. Petani kopi di Desa Curahpoh tergabung dalam Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Argo Santoso yang telah memiliki legalitas kelembagaan sejak 8 Maret 2017. Permasalahan utama yang dihadapi petani kopi adalah fluktuasi harga dan rendahnya harga jual kopi yang disebabkan oleh kualitas produk yang belum optimal. Rendahnya kualitas kopi dipengaruhi oleh penggunaan varietas yang beragam dan tidak seragam, sehingga menyebabkan perbedaan waktu pemasakan, ketidaktepatan waktu panen, serta mutu biji kopi yang tidak konsisten. Sebagian besar hasil panen dijual langsung kepada tengkulak tanpa melalui proses pengolahan pascapanen, sementara pengolahan kopi masih terbatas untuk konsumsi pribadi. Upaya pendampingan sebelumnya telah dilakukan melalui kegiatan klonalisasi kopi dan hibah klon unggul, sehingga petani mampu melakukan perbanyakan tanaman secara mandiri melalui kebun percontohan yang telah dibangun. Namun demikian, tantangan utama yang masih dihadapi adalah rendahnya produktivitas dan kualitas kopi serta belum diterapkannya teknologi pengolahan pascapanen yang memadai. Program Pengabdian kepada Masyarakat skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas dan mutu kopi melalui penerapan pengolahan kopi secara basah serta pengembangan dan aplikasi teknologi pascapanen kopi
Pemberdayaan Petani melalui Produksi Mikroorganisme Lokal (MOL) dan Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) untuk Meningkatkan Produktivitas Padi dan Silase di Desa Kemiri, Kabupaten Jember Ahmad Ilham Tanzil; Wildan Muhlison; Tri Wahyu Saputra; Puji Rahayu; Roni Yulianto; Tri Anantoro; Yusnan Hadi; Fariz Kustiawan Alfarisy; Syafina Pusparani; Yusuf Rachmandhika; Wahyu Nurkholis Hadi Syahputra
Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara Vol 9 No 3 (2025): Volume 9 Nomor 3 Tahun 2025
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/ja.v9i3.23940

Abstract

Kemiri Village, Panti District, Jember Regency is one of the rice-producing villages but faces the problem of scarcity of subsidized fertilizers and ineffective management of agricultural waste. This needs to be overcome with simple but effective handling. This community service activity aims to empower farmers through the production of Local Microorganisms (MOL) and Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) to increase rice productivity while supporting the potential of livestock in the village. The target partner in this activity is the Sidodadi farmer group consisting of 30 farmers. The implementation method includes training in making MOL and PGPR, applying PGPR to rice plants, and making silage as animal feed. The results of the activity show that the activities carried out related to the use of PGPR can help increase rice growth, improve yields, and reduce dependence on chemical fertilizers. In addition, making silage successfully processes green fodder into quality feed that supports food security for livestock in the village. In the future, this activity is expected to strengthen the sustainability of agricultural and livestock practices in Kemiri Village and improve the economy of farmers.