Mujiyanto
Institut Nalanda

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

STRATEGI PC PERMABUDHI PEKANBARU DALAM PENGELOLAAN PELAYANAN KEAGAMAAN UNTUK MEWUJUDKAN KEHARMONISAN INTERNAL UMAT BUDDHA Suryanti; Sutrisno; Mujiyanto
Jotika Journal in Education Vol. 6 No. 1 (2026): Agustus
Publisher : Jotika English and Education Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keharmonisan internal merupakan salah satu faktor penting dalam menjaga keberlangsungan kehidupan beragama dan memperkuat solidaritas umat dalam suatu komunitas keagamaan. Dalam konteks umat Buddha, keberagaman latar belakang organisasi, tradisi, dan praktik keagamaan menuntut adanya pengelolaan pelayanan keagamaan yang mampu mengakomodasi kebutuhan seluruh umat secara adil dan inklusif. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi pengelolaan pelayanan keagamaan yang dilakukan oleh PC Permabudhi Pekanbaru dalam mewujudkan keharmonisan internal umat Buddha di Kota Pekanbaru. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi yang melibatkan pengurus organisasi, tokoh agama, dan umat Buddha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pengelolaan pelayanan keagamaan dilaksanakan melalui perencanaan partisipatif, penguatan komunikasi organisasi, pembinaan umat yang berkelanjutan, serta pelaksanaan kegiatan keagamaan dan sosial yang inklusif. Nilai-nilai Buddhis seperti mettā, karuṇā, muditā, dan upekkhā menjadi landasan utama dalam pelaksanaan pelayanan. Strategi tersebut terbukti mampu meningkatkan partisipasi umat, memperkuat solidaritas sosial, dan menciptakan hubungan yang harmonis di lingkungan umat Buddha Kota Pekanbaru.
ANALISIS STRATEGI PENGURUS VIHARA DALAM MENINGKATKAN PARTISIPASI GENERASI MUDA PADA KEGIATAN KEAGAMAAN (DI VIHARA PUBBA MANGALA ARAMA PEKANBARU) Siti; Mettadewi Wong; Mujiyanto
Jotika Journal in Education Vol. 6 No. 1 (2026): Agustus
Publisher : Jotika English and Education Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya partisipasi generasi muda dalam kegiatan keagamaan di Vihara Pubba Mangala Arama. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena generasi muda merupakan penerus organisasi dan kehidupan keagamaan Buddha di vihara. Oleh karena itu, penelitian ini difokuskan pada analisis strategi pengurus vihara dalam meningkatkan partisipasi generasi muda pada kegiatan keagamaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi yang dilakukan pengurus vihara, faktor pendukung dan penghambat partisipasi generasi muda, serta bentuk keterlibatan generasi muda dalam kegiatan keagamaan di vihara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian terdiri atas Kepala Vihara Bhante Indaguno Thera, Ketua Yayasan Pubba Mangala Bapak Boby Atmaja, Wakil Ketua Karakasabha Ari Wijaya, serta generasi muda vihara. Analisis data dilakukan secara interaktif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan sehingga menghasilkan data yang sistematis dan mendalam mengenai strategi pembinaan generasi muda di vihara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengurus vihara menggunakan berbagai strategi untuk meningkatkan partisipasi generasi muda, seperti pendekatan komunikasi persuasif, pelibatan generasi muda dalam organisasi dan kegiatan keagamaan, inovasi program keagamaan, serta pemanfaatan media sosial sebagai sarana informasi dan komunikasi. Keteladanan Bhante dan pengurus vihara juga menjadi faktor penting dalam membangun kedekatan dengan generasi muda. Selain itu, kegiatan kebersamaan seperti bakti sosial, perayaan hari besar Buddhis, dan kegiatan kepemudaan terbukti mampu meningkatkan rasa memiliki terhadap vihara. Namun demikian, penelitian juga menemukan adanya hambatan berupa kesibukan sekolah, kuliah, pekerjaan, serta pengaruh lingkungan sosial modern yang menyebabkan partisipasi generasi muda belum optimal. Dengan demikian, strategi pembinaan yang adaptif, komunikatif, dan berkelanjutan menjadi faktor penting dalam meningkatkan keterlibatan generasi muda pada kegiatan keagamaan di vihara.