Mettadewi Wong
Institut Nalanda

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Penerapan Meditasi Untuk Meningkatkan Konsentrasi Dan Prestasi Belajar Siswa Kelas VII Sekolah Darma Yudha Pekanbaru TABAH WISNU WIBOWO; Lauw Acep; Mettadewi Wong
Pendidikan Dasar dan Manajemen Pendidikan Vol. 7 No. 1 (2026): Manajemen Pendidikan dan Pendidikan Dasar
Publisher : STABN RADEN WIJAYA WONOGIRI JAWA TENGAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53565/bahusacca.v7i1.2988

Abstract

Penelitian bertujuan meningkatkan konsentrasi dan prestasi belajar 30 siswa kelas VII SMP Darma Yudha Pekanbaru melalui meditasi. Desain Penelitian Tindakan Kelas, dua siklus (Kemmis-McTaggart). Data: observasi konsentrasi, tes, catatan lapangan. Meditasi 5 menit sebelum pembelajaran dilaksanakan secara sistematis. Temuan: keterlibatan aktif meningkat, distraksi menurun, respons pertanyaan lebih cepat; nilai rata-rata 72,00 naik signifikan menjadi 82,00. Meditasi terbukti efektif, murah, dan mudah diterapkan untuk optimalisasi kognitif siswa SMP.
ANALISIS STRATEGI PENGURUS VIHARA DALAM MENINGKATKAN PARTISIPASI GENERASI MUDA PADA KEGIATAN KEAGAMAAN (DI VIHARA PUBBA MANGALA ARAMA PEKANBARU) Siti; Mettadewi Wong; Mujiyanto
Jotika Journal in Education Vol. 6 No. 1 (2026): Agustus
Publisher : Jotika English and Education Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya partisipasi generasi muda dalam kegiatan keagamaan di Vihara Pubba Mangala Arama. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena generasi muda merupakan penerus organisasi dan kehidupan keagamaan Buddha di vihara. Oleh karena itu, penelitian ini difokuskan pada analisis strategi pengurus vihara dalam meningkatkan partisipasi generasi muda pada kegiatan keagamaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi yang dilakukan pengurus vihara, faktor pendukung dan penghambat partisipasi generasi muda, serta bentuk keterlibatan generasi muda dalam kegiatan keagamaan di vihara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian terdiri atas Kepala Vihara Bhante Indaguno Thera, Ketua Yayasan Pubba Mangala Bapak Boby Atmaja, Wakil Ketua Karakasabha Ari Wijaya, serta generasi muda vihara. Analisis data dilakukan secara interaktif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan sehingga menghasilkan data yang sistematis dan mendalam mengenai strategi pembinaan generasi muda di vihara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengurus vihara menggunakan berbagai strategi untuk meningkatkan partisipasi generasi muda, seperti pendekatan komunikasi persuasif, pelibatan generasi muda dalam organisasi dan kegiatan keagamaan, inovasi program keagamaan, serta pemanfaatan media sosial sebagai sarana informasi dan komunikasi. Keteladanan Bhante dan pengurus vihara juga menjadi faktor penting dalam membangun kedekatan dengan generasi muda. Selain itu, kegiatan kebersamaan seperti bakti sosial, perayaan hari besar Buddhis, dan kegiatan kepemudaan terbukti mampu meningkatkan rasa memiliki terhadap vihara. Namun demikian, penelitian juga menemukan adanya hambatan berupa kesibukan sekolah, kuliah, pekerjaan, serta pengaruh lingkungan sosial modern yang menyebabkan partisipasi generasi muda belum optimal. Dengan demikian, strategi pembinaan yang adaptif, komunikatif, dan berkelanjutan menjadi faktor penting dalam meningkatkan keterlibatan generasi muda pada kegiatan keagamaan di vihara.
Tisso sikkhā dan Pendidikan Karakter Modern serta Implikasinya bagi Sekolah Minggu Buddha Lin Shiang Liem; Acep Lauw; Mettadewi Wong
RUMI: Rumah Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 3 (2026): RUMI (Rumah Ilmiah Jurnal Multidisiplin) (Juni)
Publisher : RUMI: Rumah Jurnal Ilmiah Multidisiplin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan karakter modern berbasis virtue ethics mengandaikan ontologi substansial tentang diri sebagai bearer of virtue, sementara paradigma ini jarang dikritisi secara metafisis. Artikel ini menganalisis pendidikan karakter dalam kerangka Tisso Sikkhā untuk menawarkan alternatif ontologi prosesual. Penelitian menggunakan metode kajian konseptual-filosofis komparatif dengan analisis tekstual terhadap Tipiṭaka (khususnya Sutta Piṭaka dan Abhidhamma) serta literatur virtue ethics kontemporer. Hasil menunjukkan konvergensi metodologis dalam habituasi kebajikan, namun divergensi mendasar pada tataran ontologis dan teleologis. Pendidikan karakter modern beroperasi dalam asumsi agen moral yang stabil dan berorientasi pada civic virtue, sedangkan Tisso Sikkhā memahami karakter sebagai proses kondisional tanpa inti diri permanen (anattā) dengan orientasi soteriologis menuju vimutti. Implikasinya, Sekolah Minggu Buddha perlu menggeser fokus dari konstruksi identitas moral ke rekayasa kondisi batin melalui integrasi sīla-samādhi-paññā. Artikel ini berkontribusi pada rekonstruksi teoretis pendidikan karakter dalam studi agama berbasis ontologi prosesual.
Strategi Manajemen Sekolah Minggu Buddha Dalam Merespons Krisis Guru PAB Dan Penguatan Identitas Keagamaan Siswa Di Pontianak Vandy Vandy; Sutrisno Sutrisno; Mettadewi Wong
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 3 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i3.1243

Abstract

Keterbatasan guru Pendidikan Agama Buddha di sekolah formal Kota Pontianak menyebabkan layanan pembelajaran agama bagi peserta didik Buddhis belum optimal. Kondisi ini mendorong Sekolah Minggu Buddha (SMB) berperan sebagai pendidikan nonformal yang mendukung pembelajaran agama sekaligus pembinaan moral, spiritual, dan penguatan identitas keagamaan siswa. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi strategi manajemen Sekolah Minggu Buddha dalam merespons keterbatasan guru Pendidikan Agama Buddha serta kontribusinya terhadap penguatan identitas keagamaan siswa Buddhis di Kota Pontianak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus di Sekolah Minggu Buddha Vihara Vajra Bumi Kertayuga Kota Pontianak. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diperoleh melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sekolah Minggu Buddha telah menerapkan fungsi manajemen pendidikan yang mencakup perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi program secara berkelanjutan. Pembelajaran dilaksanakan melalui cerita Jātaka, puja bakti, meditasi, diskusi Dhamma, permainan edukatif, dan pembiasaan nilai-nilai Buddhis. Strategi tersebut mendukung layanan Pendidikan Agama Buddha di sekolah formal sekaligus memperkuat identitas keagamaan siswa melalui peningkatan kedisiplinan, tanggung jawab, kebiasaan berdoa, serta pemahaman dan pengamalan nilai-nilai Buddhis dalam kehidupan sehari-hari.