Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

SEJARAH PERKEMBANGAN PONDOK PESANTREN MTI PANINGGAHAN Amrina; Afdayeni, Melia
Nazharat: Jurnal Kebudayaan Vol. 29 No. 2 (2023): NAZHARAT: Jurnal Kebudayaan
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30631/nazharat.v29i2.110

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk:(1) Menjelaskan bagaiamana sejarah berdirinya Pondok Pesantren MTI Paninggahan;(2) Menjelaskan bagaimana perkembangan dari Pondok Pesantren MTI Paninggahan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif-naratif yang melalui tahap heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa Pondok Pesantren MTI Paninggahan adalah sebuah Pondok Pesantren yang berdiri di Nagari Paninggahan dimana sebelum memiliki bangunan permanen sendiri seperti saat ini Pondok pesantren MTI Paninggahan beberapa kali pindah lokasi belajar yaitu pada awalnya di surau tinggi dengan menggunakan sistem halaqah oleh H. Djawaher Arsyad yang khusus mengajarkan ilmu agama Islam yang bersumber dari kitab kuning, kemudian mendapat tanah wakaf sehingga pindah ke daerah Tabing Paninggahan dengan belajar berubah menjadi klasikal menggunakan meja kursi, lalu pindah kembali karena terjadi perselisihan antara Buya H. Djawaher Arsyad dengan Anduraem salah satu pengurus pondok pesantren MTI Paninggahan akibat partai politik, sehingga Buya H. Djawaher Aryad meminjam bangunan SD sebagai lokasi belajar sementara. Dan setelah waktu peminjaman bangunan SD berakhir, proses belajar santri pondok pesantren MTI Paninggahan kembali lagi ke lokasi awal yaitu surau tinggi dan disitulah Pondok Pesantren MTI Paninggahan dibangun dan berkembang hingga saat ini.
KEHIDUPAN MASYARAKAT ISLAM DI NAGARI KURAI TAJI PARIAMAN PADA MASA PEMBERONTAKAN PRRI 1958-1961 Hakim, Arief Rahman; Afdayeni, Melia
Nazharat: Jurnal Kebudayaan Vol. 32 No. 2 (2025): NAZHARAT: Jurnal Kebudayaan
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30631/nazharat.v32i2.263

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya memahami kondisi sosial dan keagamaan masyarakat Nagari Kurai Taji pada masa pemberontakan Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI) tahun 1958–1961. Sebagai salah satu nagari di Pariaman, Kurai Taji memiliki keragaman dalam praktik keagamaan yang mencerminkan dinamika Islam lokal antara tradisi tarekat dan gerakan modernis. Konflik PRRI tidak hanya berdampak pada aspek politik dan militer, tetapi juga turut memengaruhi kehidupan sosial keagamaan masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana perubahan kondisi sosial dan keagamaan masyarakat Kurai Taji sebelum dan selama pemberontakan PRRI Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah dengan tahapan, 1) Heuristik, pengumpulan sumber primer seperti arsip dokumen yaitu manuskrip yang ditulis oleh Kasim Munafy anggota Masyumi Padang Pariaman, serta wawancara dengan tokoh masyarakatdan sumber sekunder berupa wawancara dengan orang yang mengetahui peristiwa di Kurai Taji ini secara lisan maupun tulisan, kemudian buku-buku dan karya ilmiah terkait 2) Kritik sumber, yakni penilaian terhadap keaslian dan kredibilitas sumber; 3) Interpretasi, yaitu penafsiran terhadap fakta sejarah yang diperoleh; dan 4) Historiografi, yaitu penyusunan narasi sejarah berdasarkan hasil penelitian yang sesuai dengan pedoman penulisan karya ilmiah Program Studi Sejarah dan Peradaban Islam, UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum PRRI, kehidupan sosial keagamaan masyarakat Kurai Taji berjalan harmonis meskipun terdapat perbedaan paham antara tarekat Syattariyah dan Muhammadiyah. Namun saat PRRI berlangsung, kehidupan masyarakat mengalami gangguan signifikan. 
Metode Tempoyak Kelapa : Ekspresi Pendidikan Sufistik dalam Sejarah Islam Tradisional Minangkabau (Kajian Historis atas Peran Syekh Muhammad Yunus di Nagari Kapa, 1940–1962) Rahman, Adi; Nofra, Doni; Suriani , Suriani; Afdayeni, Melia
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 5 No 3: Desember (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v5i3.1808

Abstract

Penelitian ini menyelidiki praktik pendidikan Islam tradisional yang diimplementasikan oleh Syekh Muhammad Yunus (Tuanku Sasak) di Nagari Kapa, Pasaman Barat, pada kurun 1940 hingga 1962. Metode Tempoyak Kelapa penggunaan tempurung kelapa sebagai substitusi bantal dianalisis sebagai sebuah bentuk disiplin fisik-spiritual yang bermuatan nilai-nilai asketisme (zuhud), konsistensi (istiqomah), dan kesungguhan hati (mujahadah). Dengan menggunakan pendekatan kualitatif historis, pengumpulan data secara observasi, wawancara dengan anak, cucu, menantu, murid dan tokoh akademisi, kemudian pengumpulan arsip serta dokumentasi. Penelitian ini mengungkap bagaimana metode tersebut berfungsi sebagai instrumen transformasi karakter santri sekaligus penanda era transisi pendidikan dari sistem surau non-formal ke lembaga pendidikan terstruktur. Hasil kajian menunjukkan bahwa metode ini merepresentasikan integrasi antara ajaran tasawuf, kearifan lokal Minangkabau (“alam takambang jadi guru”), dan kebutuhan pedagogis pada masanya tempurung kelapa sebagai pengganti bantal tidur bagi para santri saat lelah dalam belajar. Dalam penerapannya terdapat empat cabang keilmuan yakni: aqidah, fiqih, tarikh dan nahwu. manfaatnya adalah, menggajarkan mengenai kesungguhan hati dalam belajar yang dibarengi dengan niat, istiqomah di mana para santri diajarkan mengenai keikhlasan dan zuhud yakni suatu prinsip untuk tidak ketergantungan terhadap dunia yang mengajarkan para santri tentang kesederhaan dan fleksibilitas dalam belajar.