Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penerapan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (Spip) Dan Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan Dana Desa (Studi Kasus Desa Parinding Kecamatan Baraka) Adityaningsih , Yuliana; Suriani , Suriani
Economics and Digital Business Review Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : STIE Amkop Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/ecotal.v5i2.1457

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis penerapan sistem pengendalian internal pemerintah (SPIP) dan akuntabilitas pengelolan keuangan Desa Parinding Kecamatan Baraka. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kualitatif dan kuantitatif. Sumber data yang digunakan dalam penelitian yaitu data primer dan sekunder. Teknik analisis data yang digunakan dalam Penelitian ini adalah analisis deskriptif dengan hasil observasi untuk menginterpretasikan analisis penerapan sistem pengendalian intern pemerintah dan akuntabilitas pengelolaan keuangan dana desa pada Desa Parinding. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pengendalian intern pemerintah (SPIP) masih belum sepenuhnya diterapkan seperi 8 ayat 1a dan 1d, pasal 10 ayat 1a pasal 18 ayah 3b, 21 ayat 2a, pasal 34 ayat 2a, dan pasal 44 ayat 1. Sedangkan untuk akuntabilitasnya sudah dikatakan akuntabel sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 20 Tahun 2018 tentang Pengelolaan Keuangan Dana Desa.
Metode Tempoyak Kelapa : Ekspresi Pendidikan Sufistik dalam Sejarah Islam Tradisional Minangkabau (Kajian Historis atas Peran Syekh Muhammad Yunus di Nagari Kapa, 1940–1962) Rahman, Adi; Nofra, Doni; Suriani , Suriani; Afdayeni, Melia
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 5 No 3: Desember (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v5i3.1808

Abstract

Penelitian ini menyelidiki praktik pendidikan Islam tradisional yang diimplementasikan oleh Syekh Muhammad Yunus (Tuanku Sasak) di Nagari Kapa, Pasaman Barat, pada kurun 1940 hingga 1962. Metode Tempoyak Kelapa penggunaan tempurung kelapa sebagai substitusi bantal dianalisis sebagai sebuah bentuk disiplin fisik-spiritual yang bermuatan nilai-nilai asketisme (zuhud), konsistensi (istiqomah), dan kesungguhan hati (mujahadah). Dengan menggunakan pendekatan kualitatif historis, pengumpulan data secara observasi, wawancara dengan anak, cucu, menantu, murid dan tokoh akademisi, kemudian pengumpulan arsip serta dokumentasi. Penelitian ini mengungkap bagaimana metode tersebut berfungsi sebagai instrumen transformasi karakter santri sekaligus penanda era transisi pendidikan dari sistem surau non-formal ke lembaga pendidikan terstruktur. Hasil kajian menunjukkan bahwa metode ini merepresentasikan integrasi antara ajaran tasawuf, kearifan lokal Minangkabau (“alam takambang jadi guru”), dan kebutuhan pedagogis pada masanya tempurung kelapa sebagai pengganti bantal tidur bagi para santri saat lelah dalam belajar. Dalam penerapannya terdapat empat cabang keilmuan yakni: aqidah, fiqih, tarikh dan nahwu. manfaatnya adalah, menggajarkan mengenai kesungguhan hati dalam belajar yang dibarengi dengan niat, istiqomah di mana para santri diajarkan mengenai keikhlasan dan zuhud yakni suatu prinsip untuk tidak ketergantungan terhadap dunia yang mengajarkan para santri tentang kesederhaan dan fleksibilitas dalam belajar.