Ola Alifiyanti Zahra Purnama
Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemikiran Kritik Hadis M. Syuhudi Ismail: Integrasi Metode Klasik dan Pendekatan Modern di Indonesia Febri Ferdiansah Ferdiansah; Ola Alifiyanti Zahra Purnama; Azis Arifin
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i2.14328

Abstract

Kajian hadis di Indonesia mengalami perkembangan yang signifikan melalui kontribusi para sarjana kontemporer, salah satunya M. Syuhudi Ismail. Ia berupaya menjembatani metodologi hadis klasik dengan perspektif analisis modern, sehingga melahirkan pendekatan yang kritis dan kontekstual. Penelitian ini didasarkan pada studi kepustakaan terhadap karya-karya utama Syuhudi, seperti Hadis Nabi Menurut Pembela, Pengingkar, dan Pemalsunya dan Kaidah Kesahihan Sanad Hadis. Hasil kajian menunjukkan bahwa Syuhudi menekankan pentingnya keseimbangan proporsional antara kritik sanad dan kritik matan, menolak pengabaian hadis secara total, serta mendorong penafsiran rasional yang tetap relevan dengan realitas kontemporer. Kontribusi intelektualnya berperan besar dalam membentuk perkembangan studi hadis di Indonesia, meskipun gagasan-gagasannya belum sepenuhnya diterima di kalangan pesantren tradisional.
Otentisitas Hadis Menurut Ulama Hadis dan Sufi: Tinjauan Komparatif dan Rekonstruksi Model Integratif Sulistiani Sulistiani; Ola Alifiyanti Zahra Purnama; Uum Umaroh Husaeni; Ahmad Haikal; Agus Ali Dzawafi
SERUMPUN : Journal of Education, Politic, and Social Humaniora Vol. 4, No. 2 : SERUMPUN (JULY-AUGUST 2026)
Publisher : Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61590/srp.v4i2.484

Abstract

Penelitian ini mengkaji konsep otentisitas hadis dari dua perspektif utama dalam tradisi keilmuan Islam, yaitu ulama hadis (muhaddisin) dan tradisi tasawuf (sufi), melalui pendekatan komparatif-analitis berbasis studi kepustakaan. Ulama hadis menekankan verifikasi historis melalui kritik sanad dan matan sebagai instrumen utama penentuan validitas riwayat, dengan mengembangkan disiplin ilmu seperti jarh wa ta'dil dan klasifikasi hadis. Sementara itu, tradisi sufi memberikan perhatian lebih besar pada dimensi spiritual, transformasi batin, dan pemaknaan esoteris yang terkandung dalam hadis, meskipun mayoritas tokoh sufi tetap mengakui otoritas Al-Qur'an dan Sunnah sebagai landasan. Analisis komparatif menunjukkan bahwa kedua tradisi memiliki tujuan fundamental yang sama, yakni menjaga dan menghidupkan Sunnah Nabi Muhammad SAW, meskipun berbeda secara metodologis dan epistemologis. Penelitian ini kemudian menawarkan rekonstruksi berupa Multilevel Integrative Model yang menempatkan verifikasi sanad-matan sebagai fondasi utama, diikuti diferensiasi konteks penggunaan hadis, integrasi hermeneutis-spiritual, serta kontrol akademik dan komunal sebagai mekanisme pengawasan. Model ini diharapkan menjadi kontribusi metodologis bagi pengembangan studi hadis kontemporer yang lebih integratif, seimbang, dan dialogis antara pendekatan historis-kritis dan pendekatan spiritual.