p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Cendekia Ilmiah
Endang Kusuma Astuti
Universitas Ngudi Waluyo, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Legalitas dan Mitigasi Risiko Perjanjian Lisan Studi Kasus Transaksi Jual Beli Telur pada UMKM CV Makmur Jaya Suyanto Suyanto; Endang Kusuma Astuti
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 3: April 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/j-ceki.v5i3.16714

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keabsahan hukum dan implementasi mitigasi risiko pada perjanjian lisan dalam transaksi jual beli telur ayam di ekosistem UMKM. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis empiris dengan pendekatan kualitatif-deskriptif melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, dan studi dokumen pada CV Makmur Jaya. Temuan penelitian menunjukkan bahwa meskipun perjanjian lisan memiliki kekuatan mengikat berdasarkan Pasal 1338 KUHPerdata, terdapat risiko tinggi terkait pembuktian wanprestasi pada komoditas yang memiliki fluktuasi harga harian ekstrem dan risiko kerusakan fisik barang. Sebagai solusi, penelitian ini mengidentifikasi penggunaan digitalisasi pencatatan keuangan sederhana sebagai instrumen pendukung bukti transaksi yang efektif dalam menutupi celah hukum kontrak lisan. Kesimpulannya, penguatan kepastian hukum pada UMKM retail tidak harus melalui formalitas kontrak yang kaku, melainkan melalui integrasi antara etika bisnis, digitalisasi administrasi, dan edukasi hukum yang berkelanjutan.
Pertanggungjawaban Kurator dalam Pengurusan Kepailitan yang Mengedepankan Prinsip Independen Berdasarkan UU Nomor 37 Tahun 2004 Muhammad Ahnaf Rangga Priftadi; Indra Yuliawan Yuliawan; Muhamad Latif; Endang Kusuma Astuti
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 3: April 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/j-ceki.v5i3.16715

Abstract

Berdasarkan Undang-Undang tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang, kurator memiliki peran sentral dalam mengurus dan membereskan harta pailit sejak putusan pailit dijatuhkan hingga proses kepailitan berakhir. Dalam pelaksanaannya, kurator dituntut untuk bertindak secara profesional, objektif, dan independen karena setiap tindakan yang diambil memiliki konsekuensi hukum bagi debitor dan kreditor. Namun demikian, dalam praktik masih ditemukan potensi konflik kepentingan, perbedaan penafsiran kewenangan, serta keterbatasan mekanisme pengawasan yang dapat memengaruhi akuntabilitas kurator. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk pertanggungjawaban hukum kurator dalam pengurusan kepailitan serta menelaah urgensi penerapan prinsip independensi dalam pelaksanaan tugasnya. Penelitian ini menggunakan metode hukum normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan dan konseptual, yang diperkuat dengan pendekatan empiris melalui wawancara dengan praktisi kepailitan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurator dapat dimintai pertanggungjawaban hukum, baik secara perdata maupun pidana, apabila terbukti melakukan kelalaian atau perbuatan melawan hukum yang menimbulkan kerugian terhadap harta pailit. Temuan ini menegaskan bahwa penerapan prinsip independensi yang konsisten serta penguatan sistem pengawasan terhadap kinerja kurator menjadi krusial untuk menjamin kepastian hukum, keadilan, dan perlindungan bagi para pihak dalam proses kepailitan.