p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Karimah Tauhid
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Literatur Review : Efektivitas Pencucian Buah Tomat (Solanum lycopersicum) dalam Menurunkan Kadar Difenokonazol dan Azoksistrobin Widya Firdiani Chandraningtyas; Raden Siti Nurlaela; Distya Riski Hapsari
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 8 (2026): Karimah Tauhid (In Progress)
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i8.25389

Abstract

Tomat merupakan komoditas hortikultura penting di Indonesia yang rentan terhadap hama dan jamur, sehingga petani sering menggunakan fungisida difenokonazol dan azoksistrobin secara berlebihan, yang mengakibatkan residunya menempel pada buah dan berpotensi membahayakan konsumen. Efektivitas berbagai metode pencucian dalam mengurangi residu tersebut masih belum banyak diteliti. Penelitian ini bertujuan mengkaji efektivitas pencucian buah tomat dalam menurunkan kadar residu difenokonazol dan azoksistrobin berdasarkan kajian literatur. Metode yang digunakan adalah literature review melalui Google Scholar, ScienceDirect, dan PubMed dengan dengan prioritas publikasi 10 tahun terakhir. Data diekstrak dari dua jurnal relevan, meliputi jenis larutan pencuci, durasi pencucian, dan persentase penurunan residu, kemudian dibandingkan secara deskriptif. Hasil kajian menunjukkan bahwa pencucian dengan air mengalir selama 5 detik mampu menurunkan residu difenokonazol sebesar 66,24% dan azoksistrobin sebesar 46,89%; pencucian 10 detik menurunkan difenokonazol hingga 100% dan azoksistrobin sebesar 93,93%; serta pencucian 15 detik mampu menghilangkan kedua residu hingga 100%. Sebaliknya, perendaman dalam air biasa, asam asetat 5%, natrium bikarbonat 5%, dan natrium hipoklorit 1% selama 30 menit hanya mencapai efektivitas maksimal 47%. Dengan demikian pencucian tomat dengan air mengalir selama minimal 15 detik terbukti menjadi metode paling efektif, praktis, dan ekonomis untuk meminimalkan residu fungisida, sehingga direkomendasikan sebagai standar bagi konsumen maupun industri pangan.
Penerapan Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP) pada Proses Produksi Wafer untuk Menjamin Keamanan Pangan Muhamad Ari Ismail; Siti Nur Aliyah; Lusy Octaviani; Siti Nazwa Hidayah; Widya Firdiani Chandraningtyas; Dian Safitri; Intan Kusumaningrum
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 8 (2026): Karimah Tauhid (In Progress)
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i8.25489

Abstract

Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP) merupakan sistem keamanan pangan yang digunakan untuk mengidentifikasi dan mengendalikan potensi bahaya pada proses produksi pangan. Produk wafer memiliki risiko bahaya biologis, kimia, dan fisik, seperti pertumbuhan mikroba, ketengikan akibat oksidasi lemak, serta kontaminasi logam. Kajian ini bertujuan menyusun rencana HACCP pada proses produksi wafer krim untuk menjamin keamanan produk. Metode yang digunakan meliputi identifikasi bahaya, penetapan Critical Control Point (CCP), penentuan batas kritis, pemantauan, tindakan korektif, verifikasi, dan dokumentasi. Hasil analisis menunjukkan terdapat empat CCP, yaitu penerimaan minyak nabati, metal detector, cooling room, serta pengemasan dan penyimpanan. Pengendalian pada titik-titik tersebut mampu mencegah dan meminimalkan risiko bahaya yang dapat memengaruhi keamanan dan mutu produk. Penerapan HACCP secara konsisten diharapkan dapat menghasilkan produk wafer yang aman, bermutu, dan sesuai dengan persyaratan keamanan pangan.