Keterbatasan lahan pekarangan dan kurang efisiennya penyiraman manual menjadi salah satu kendala dalam pengembangan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) di lingkungan perkotaan. Kondisi tersebut juga dialami oleh ibu-ibu PKK Posyandu Lingkungan X Kelurahan Lalang Kecamatan Medan Sunggal yang belum memanfaatkan teknologi untuk mendukung budidaya TOGA secara optimal. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kapasitas masyarakat melalui penerapan Internet of Things (IoT) pada sistem drip irrigation sebagai upaya meningkatkan efisiensi penyiraman dan pemanfaatan lahan sempit. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif yang meliputi observasi, Focus Group Discussion (FGD), sosialisasi, pelatihan budidaya TOGA, pelatihan penggunaan sistem drip irrigation berbasis IoT, instalasi alat, pendampingan, serta monitoring dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan peserta dengan persentase peningkatan berkisar antara 44,8% hingga 95,0% setelah pelatihan dan pendampingan. Implementasi sistem drip irrigation berbasis IoT juga meningkatkan efisiensi penggunaan air serta mempermudah proses penyiraman tanaman. Selain menghasilkan inovasi teknis, kegiatan ini berkontribusi terhadap peningkatan literasi teknologi, partisipasi masyarakat, terbentuknya kader pengelola TOGA, serta penguatan kapasitas komunitas dalam mengelola TOGA secara berkelanjutan. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan teknologi tepat guna berbasis IoT dapat menjadi alternatif pemberdayaan masyarakat dalam mendukung pengembangan smart agriculture skala rumah tangga di kawasan perkotaan