Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

SOSIALISASI PEMANFAATAN METODE SENTRIFUGAL DALAM MENINGKATKAN KUALITAS VIRGIN COCONUT OIL (VCO) DESA TELAGA TUJUH Nurul Huda Panggabean; Puji Prastowo; Aswarina Nasution; Ayu Putri Ningsih; Susilawati Amdayani
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 5 (2025): Vol.6 No. 5 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i5.51579

Abstract

Pembuatan VCO (Virgin Coconut Oil) dilakukan dengan beberapa metode, antara lain menggunakan pemanasan maupun tanpa pemanasan. Pemanasan dilakukan dengan merebus santan kelapa menggunakan api kecil hingga santan mengeluarkan minyak, namun metode ini sering menyebabkan perubahan warna pada minyak dan berbau tengik sehingga kualitas VCO yang dihasilkan kurang baik dan tidak bertahan lama. Metode lainnya yaitu dengan cara mekanik, kelapa setelah diparut akan mengalami proses pengadukan secara manual, hal ini akan membantu dalam pelepasan emulsi santan, dimana protein, minyak dan air akan terpisah sendiri melalui metode ini. Metode ini dirasa cukup efektif karena prosesnya tanpa menggunakan pemanasan. Hasil produksi VCO masyarakat di Desa Telaga Tujuh Kabupaten Deli Serdang masih belum optimal dikarenakan VCO masih berbau tengik setelah jangka waktu penyimpanan 30 hari, produksi menggunakan metode tanpa pemanasan. Dibutuhkan perbaikan metode dalam proses produksi dan pengemasan, agar kualitas VCO dapat terjaga dengan baik. Sosialisasi yang dilakukan sebagai upaya peningkatan pemahaman masyarakat sebagai pelaku kegiatan produksi VCO di Desa Telaga Tujuh. Sosialisasi memperkenalkan kepada masyarakat tentang proses produksi VCO menggunakan teknologi tepat guna mesin sentrifugal dan adanya tahap pendinginan dalam pengolahan santan. Proses pendinginan dalam produksi VCO bermanfaat untuk memperlambat atau mencegah reaksi oksidasi dan hidrolisis pada santan yang dapat menyebabkan penurunan kualitas VCO. Mesin sentrifugal bermanfaat untuk menghasilkan VCO yang bebas kontaminasi, cara ini juga efektif dan efisien karena menghasilkan rendemen yang lebih banyak dibandingkan metode fermentasi. Berdasarkan hasil yang diperoleh, masyarakat memiliki peningkatan pemahaman dalam hal pemanfaatan teknologi tepat guna dalam memperbaiki kualitas produk VCO menggunakan mesin sentrifugal dan proses pendinginan dalam pengolahannya.
PEMANFAATAN INTERNET OF THINGS (IOT) PADA SISTEM DRIP IRRIGATION UNTUK TANAMAN OBAT Puji Pratowo; Nurul Huda Panggabean; Aswarina Nasution; Susilawati Amdayani; Tuti Hardianti; Muhammad Nur Hudawi Pasaribu
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 7 (2026): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v9i7.%p

Abstract

Keterbatasan lahan pekarangan dan kurang efisiennya penyiraman manual menjadi salah satu kendala dalam pengembangan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) di lingkungan perkotaan. Kondisi tersebut juga dialami oleh ibu-ibu PKK Posyandu Lingkungan X Kelurahan Lalang Kecamatan Medan Sunggal yang belum memanfaatkan teknologi untuk mendukung budidaya TOGA secara optimal. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kapasitas masyarakat melalui penerapan Internet of Things (IoT) pada sistem drip irrigation sebagai upaya meningkatkan efisiensi penyiraman dan pemanfaatan lahan sempit. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif yang meliputi observasi, Focus Group Discussion (FGD), sosialisasi, pelatihan budidaya TOGA, pelatihan penggunaan sistem drip irrigation berbasis IoT, instalasi alat, pendampingan, serta monitoring dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan peserta dengan persentase peningkatan berkisar antara 44,8% hingga 95,0% setelah pelatihan dan pendampingan. Implementasi sistem drip irrigation berbasis IoT juga meningkatkan efisiensi penggunaan air serta mempermudah proses penyiraman tanaman. Selain menghasilkan inovasi teknis, kegiatan ini berkontribusi terhadap peningkatan literasi teknologi, partisipasi masyarakat, terbentuknya kader pengelola TOGA, serta penguatan kapasitas komunitas dalam mengelola TOGA secara berkelanjutan. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan teknologi tepat guna berbasis IoT dapat menjadi alternatif pemberdayaan masyarakat dalam mendukung pengembangan smart agriculture skala rumah tangga di kawasan perkotaan