Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan tingkat pengetahuan peternak sapi potong mengenai deteksi birahi dalam mendukung keberhasilan inseminasi buatan di Kelurahan Dutulanaa, Kecamatan Limboto. Aspek yang dikaji meliputi pemahaman tentang tanda-tanda birahi, waktu pengamatan, ketepatan pelaporan kepada inseminator, serta waktu pelaksanaan inseminasi buatan. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan metode survei terhadap 33 peternak yang dipilih melalui purposive sampling dan simple random sampling berdasarkan kriteria memiliki sapi betina produktif, menggunakan ternak sebagai akseptor inseminasi buatan, dan bersedia menjadi responden. Data primer dikumpulkan melalui observasi dan wawancara terstruktur menggunakan kuesioner berisi 15 pernyataan, sedangkan data sekunder diperoleh dari instansi terkait. Instrumen terlebih dahulu diuji validitas dan reliabilitas. Data dianalisis secara deskriptif dalam bentuk skor dan persentase, kemudian dikategorikan menjadi baik, cukup, dan kurang. Hasil penelitian menunjukkan skor pengetahuan sebesar 360 dengan persentase 72,73%, sehingga tingkat pengetahuan peternak berada pada kategori cukup. Peternak umumnya telah mengenali sebagian tanda birahi dan memahami pentingnya inseminasi buatan, tetapi masih terdapat kelemahan dalam menentukan waktu birahi, melakukan pengamatan secara teratur, dan melaporkan kondisi ternak secara tepat kepada inseminator. Temuan ini menegaskan perlunya penyuluhan berulang, demonstrasi lapangan, media visual, pencatatan reproduksi, dan pendampingan teknis yang disesuaikan dengan karakteristik peternak. Peningkatan pengetahuan tersebut diharapkan memperbaiki ketepatan waktu inseminasi, mengurangi kegagalan perkawinan, meningkatkan peluang kebuntingan, serta mendukung efisiensi reproduksi dan pengembangan populasi sapi potong secara berkelanjutan di wilayah penelitian, serta memperkuat layanan reproduksi ternak berbasis kebutuhan peternak setempat secara lebih terarah.