Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Efek Madu Lebah Hutan (Apis dorsata Fabr.) Berbagai Konsentrasi Terhadap pH dan Uji Organoleptik Susu Ultra High Temperature (UHT) Selawati Palilati; Fahrullah; Ishak Korompot
Food Scientia : Journal of Food Science and Technology Vol 1 No 2 (2021): Juli - Desember
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.394 KB) | DOI: 10.33830/fsj.v1i2.2181.2021

Abstract

The research aims to observe the effect of addition wild honey (Apis dorsata Fabr.) on pH and organoleptic values of ultra high temperature milk (UHT). The research was done using an experimental method using a non-factorial completely randomized design with five levels using SPSS 16. Different concentrations of wild honey (A1= control; A2= 5%; A3= 10%; A4= 15% and A5=20%) were used. The data was statistically analyzed using analysis of variance (ANOVA) with 5% significance level and further processed with Duncan's Multiple Range Test (DMRT). Organoleptic tests for colour, taste and overall preference were also done using qualitative tests (scores). The value of pH gave a significant value (P<0,01) between treatment. The higher the use of wild honey concentration, the lower the pH value produced. The higher the concentration of wild honey, the higher the organoleptic value. The best treatment in terms of colour, taste, and level of preference was observed in the sample with the 20% honey concentration, each of which resulted in an average score of 4.
Peran Penyuluh dalam Keberhasilan Kelompok Peternak Sapi Potong di Kecamatan Tabongo, Kabupaten Gorontalo Minarsi Tihua; Widiastuti Ardiansyah; Susan Mokoolang; Ishak Korompot
Student Scientific Creativity Journal Vol. 4 No. 3 (2026): Student Scientific Creativity Journal
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/sscj-amik.v4i3.6176

Abstract

This study examines the role of extension agents in supporting the success of beef cattle farmer groups in Tabongo District, Gorontalo Regency. The success of farmer groups is influenced not only by livestock potential, but also by the effectiveness of extension services, institutional capacity, and farmers’ willingness to adopt improved farming practices. Using an explanatory approach, the study collected primary data from 50 members of beef cattle farmer groups across nine villages through a Likert-scale questionnaire. Data were analyzed using descriptive statistics, validity and reliability tests, classical assumption tests, and multiple linear regression. The descriptive findings show that extension agents performed well as educators, facilitators, motivators, dynamizers, and catalysts. However, the catalyst role was excluded from the regression model because its indicators were invalid. Partially, only the motivator role had a significant effect on group success, with a coefficient of 1.683, t-value of 4.758, and significance value of 0.000. The educator, facilitator, and dynamizer roles showed positive but insignificant effects. Simultaneously, the roles of extension agents significantly influenced group success, with an F-value of 9.474 and significance value of 0.000. The R Square value of 0.457 indicates that extension agents explained 45.7% of group success.
Analisis Tingkat Keberhasilan Inseminasi Buatan Pada Sapi Potong Di Kecamatan Limboto Barat Kabupaten Gorontalo Supriyanto Bahuwa; Wahyu Sulistyo; Ishak Korompot; Susan Mokoolang; Dewa Oka Suparwata
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 2 (2026): Maret - Juni
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i2.9973

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat keberhasilan inseminasi buatan (IB) pada sapi potong di Kecamatan Limboto Barat Kabupaten Gorontalo serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan tersebut. Penelitian dilaksanakan menggunakan metode survei dengan pengambilan data primer melalui observasi dan wawancara terhadap peternak. Variabel yang diamati meliputi umur induk, paritas, Body Condition Score (BCS) dan waktu inseminasi buatan sebagai variabel bebas, serta status kebuntingan sebagai variabel terikat. Tingkat keberhasilan IB dianalisis menggunakan indikator Service per Conception (S/C), Conception Rate (CR) dan Non Return Rate (NRR), sedangkan analisis faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan IB dilakukan menggunakan regresi logistik biner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai S/C sebesar 2,77, CR sebesar 37,04% dan NRR sebesar 40,12%, yang secara keseluruhan menunjukkan bahwa tingkat keberhasilan inseminasi buatan di lokasi penelitian berada pada kategori kurang baik. Hasil analisis regresi logistik menunjukkan bahwa secara simultan variabel umur induk, paritas, BCS dan waktu inseminasi buatan berpengaruh signifikan terhadap keberhasilan kebuntingan. Secara parsial, variabel BCS dan waktu inseminasi berpengaruh signifikan terhadap keberhasilan IB dengan nilai signifikansi < 0,05, sedangkan variabel lainnya tidak berpengaruh signifikan. Variabel yang paling dominan memengaruhi keberhasilan IB adalah variabel BCS. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa keberhasilan inseminasi buatan pada sapi potong dipengaruhi oleh kombinasi faktor biologis dan manajemen reproduksi, sehingga diperlukan upaya peningkatan melalui perbaikan kondisi ternak dan optimalisasi pelaksanaan inseminasi buatan.
Karakteristik Sosial Ekonomi Peternak Sapi Potong Dan Kaitannya Dengan Skala Usaha Di Kecamatan Limboto Kabupaten Gorontalo Irhamni Abdullah; Ishak Korompot; Ramlan Pomolango; Meity Melani Mokoginta; Dewa Oka Suparwata
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 2 (2026): Maret - Juni
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i2.10158

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik sosial dan ekonomi peternak sapi potong serta hubungannya dengan skala usaha di Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 91 responden yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner terstruktur. Variabel penelitian meliputi karakteristik sosial (umur, pendidikan, pengalaman beternak dan jumlah tanggungan keluarga), karakteristik ekonomi (sumber modal, biaya operasional dan pendapatan), serta skala usaha yang diukur berdasarkan jumlah kepemilikan ternak. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif dan uji korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik sosial peternak berada pada kategori sedang hingga tinggi dan relatif homogen, sedangkan karakteristik ekonomi berada pada kategori rendah hingga sedang. Skala usaha peternakan sapi potong didominasi oleh skala kecil hingga menengah. Hasil uji korelasi menunjukkan bahwa karakteristik sosial tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan skala usaha (rs = 0,037; p > 0,05), sedangkan karakteristik ekonomi memiliki hubungan yang sangat kuat dan signifikan (rs = 0,837; p < 0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa faktor ekonomi merupakan determinan utama dalam pengembangan skala usaha peternakan sapi potong, karakteristik sosial tidak berpengaruh secara langsung. Peningkatan skala usaha perlu difokuskan pada penguatan akses terhadap sumber daya ekonomi, khususnya modal dan pendapatan usaha.
Penerapan Marketing Mix dan Analisis SWOT pada Usaha Susu Kambing Skala Kecil di Kelurahan Molosipat Kecamatan Sipatana Kota Gorontalo Rifal K Yusuf; Ishak Korompot; Terri Repi
Jurnal Riset Multidisiplin Agrisosco Vol 4, No 2 (2026): Vol 4 No 2 Agustus 2026 (In Press)
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengembangan, Pemberdayaan Potensi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61316/jrma.v4i2.250

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan bauran pemasaran (marketing mix) serta mengidentifikasi faktor internal dan eksternal melalui analisis SWOT sebagai dasar penyusunan strategi pengembangan pada usaha susu kambing skala kecil milik Bapak Madjid Dilo di Kelurahan Molosipat, Kecamatan Sipatana, Kota Gorontalo. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Informan terdiri atas satu pemilik usaha, satu pekerja, dan lima konsumen yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana serta analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha menghasilkan rata-rata 16 botol (4 liter) susu kambing per hari, dengan penjualan sekitar 12 botol (3 liter) per hari. Penerapan bauran pemasaran didukung oleh kualitas produk yang baik, harga yang sesuai, dan distribusi langsung kepada konsumen. Namun, usaha masih menghadapi kendala berupa kemasan yang sederhana, kapasitas produksi dan ketersediaan produk yang terbatas, jangkauan distribusi yang belum luas, serta promosi yang belum optimal. Analisis SWOT menunjukkan bahwa usaha memiliki peluang untuk berkembang melalui inovasi kemasan, peningkatan promosi digital, dan perluasan jaringan pemasaran guna meningkatkan daya saing dan keberlanjutan usaha.
Evaluasi Kebijakan Bantuan Ternak Sapi Potong di Kecamatan Wonosari Kabupaten Boalemo Rahmat Bano; Mohammad Ervandi; Ishak Korompot; Terri Repi; Dewa Oka Suparwata
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.10156

Abstract

Program bantuan ternak sapi potong merupakan salah satu kebijakan pemerintah yang bertujuan untuk meningkatkan populasi ternak, memperkuat usaha peternakan rakyat, dan meningkatkan kesejahteraan peternak. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui implementasi program bantuan ternak sapi potong di Kecamatan Wonosari Kabupaten Boalemo; (2) mengevaluasi efektivitas pelaksanaan program bantuan ternak sapi potong; (3) mengidentifikasi kendala yang dihadapi dalam implementasi program; dan (4) merumuskan implikasi kebijakan untuk meningkatkan keberhasilan program bantuan ternak sapi potong. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif yang didukung data kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan penyebaran kuesioner kepada peternak penerima bantuan ternak sapi potong di Kecamatan Wonosari. Analisis data kuantitatif dilakukan menggunakan statistik deskriptif, sedangkan data kualitatif dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Evaluasi implementasi program menggunakan teori implementasi kebijakan George C. Edward III yang meliputi komunikasi, sumber daya, disposisi pelaksana, dan struktur birokrasi. Sementara itu, efektivitas program dievaluasi berdasarkan indikator pencapaian tujuan, manfaat program, dampak program, dan keberlanjutan program. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi program bantuan ternak sapi potong berada pada kategori baik. Dimensi komunikasi program memperoleh skor indeks 0,605, sumber daya program 0,634, disposisi pelaksana 0,640, dan struktur birokrasi 0,722. Efektivitas program berada pada kategori baik hingga sangat baik dengan skor pencapaian tujuan program sebesar 0,823, manfaat program 0,854, dampak program 0,823, dan keberlanjutan program 0,782. Program bantuan ternak terbukti mampu meningkatkan kepemilikan ternak, mendukung pengembangan usaha peternakan rakyat, serta memberikan manfaat ekonomi bagi peternak penerima bantuan.
Studi Komparatif Karakteristik Dan Indeks Morfometrik Sebagai Prediktor Bobot Badan Pada Sapi Bali (Bos Javanicus), Simmental Dan Limousin (Bos Taurus) Di Kecamatan Wonosari Kabupaten Boalemo Prayoga Setiawan; Wahyu Sulistyo; Ishak Korompot; Ramlan Pomolango; Dewa Oka Suparwata
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1057

Abstract

Perbedaan karakteristik genetik antar bangsa sapi menyebabkan variasi ukuran tubuh dan performans. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan untuk mengevaluasi performans ternak adalah melalui pengukuran karakteristik morfometrik, yang dapat menggambarkan pertumbuhan, perkembangan kerangka tubuh serta kapasitas produksi ternak. Karakteristik morfometrik berhubungan erat dengan bobot badan ternak yang merupakan salah satu indikator utama produktivitas sapi potong karena berkaitan langsung dengan potensi produksi daging dan nilai ekonomi ternak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik dan indeks morfometrik sebagai prediktor estimasi bobot badan pada sapi Bali (Bos javanicus), sapi Simmental dan sapi Limousin (Bos taurus) di Kecamatan Wonosari. Penelitian dilaksanakan menggunakan metode survei dengan pendekatan kuantitatif deskriptif. Sampel penelitian terdiri atas 60 ekor sapi jantan umur 2–3 tahun untuk setiap bangsa sapi. Variabel yang diamati meliputi karakteristik morfometrik berupa tinggi pundak, panjang badan, lingkar dada, lebar dada, dalam dada dan lebar pinggul. Indeks morfometrik yang dihitung meliputi Body Index (BI), Thoracic Index (TI) dan Pelvic Index (PI). Estimasi bobot badan dihitung menggunakan rumus Winter. Analisis data dilakukan secara deskriptif menggunakan nilai rerata, standar deviasi dan koefisien varians, dilanjutkan dengan analisis korelasi Pearson dan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sapi Simmental dan sapi Limousin memiliki karakteristik morfometrik dan estimasi bobot badan lebih tinggi dibandingkan sapi Bali. Nilai Body Index tertinggi terdapat pada sapi Bali, sedangkan Thoracic Index dan Pelvic Index tertinggi terdapat pada sapi Limousin. Karakteristik morfometrik menunjukkan hubungan kuat hingga sangat kuat terhadap bobot badan, dimana sebagian besar variabel memiliki hubungan signifikan (Sig.<0,05). Pada sapi Limousin, variabel lebar dada dan lebar pinggul menunjukkan hubungan yang relatif lebih rendah terhadap bobot badan dibandingkan variabel morfometrik lainnya. Hasil regresi menunjukkan bahwa model terbaik diperoleh pada sapi Simmental dengan nilai R² sebesar 0,666, diikuti sapi Limousin sebesar 0,580 dan sapi Bali sebesar 0,283. Variabel dominan yang berpengaruh terhadap bobot badan adalah Body Index pada sapi Bali dan sapi Limousin, sedangkan pada sapi Simmental terdiri atas Body Index dan Pelvic Index. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa karakteristik morfometrik memiliki kemampuan lebih baik dalam memprediksi bobot badan dibandingkan indeks morfometrik. Ukuran tubuh seperti lingkar dada dan panjang badan dapat digunakan sebagai indikator praktis dalam pendugaan bobot badan dan evaluasi performa fenotipik sapi potong pada sistem peternakan rakyat.
Peran Inseminator terhadap Keberhasilan Inseminasi Buatan pada Sapi Potong di Kecamatan Telaga Biru Kabupaten Gorontalo Jufri Harun; Susan Mokoolang; Terri Repi; Ishak Korompot; Dewa Oka Suparwata
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.10061

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan peran inseminator dengan keberhasilan inseminasi buatan (IB) pada sapi potong di Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo. Penelitian menggunakan metode survei dengan pendekatan kuantitatif terhadap 100 peternak peserta program IB. Peran inseminator diukur melalui empat dimensi, yaitu kompetensi teknis, intensitas dan frekuensi pelayanan, efektivitas edukasi dan komunikasi, serta monitoring, pencatatan, dan pelaporan. Keberhasilan IB dinilai menggunakan Service per Conception (S/C), Conception Rate (CR), dan Non Return Rate (NRR). Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan uji validitas, reliabilitas, analisis deskriptif, dan korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan seluruh dimensi peran inseminator berada pada kategori sangat baik, dengan skor kompetensi teknis 0,9395, intensitas dan frekuensi pelayanan 0,9380, edukasi dan komunikasi 0,9420, serta monitoring, pencatatan, dan pelaporan 0,9340. Indikator keberhasilan reproduksi menunjukkan S/C sebesar 1,67, CR 54,55%, dan NRR 77,00%. Kompetensi teknis berhubungan positif dan signifikan dengan keberhasilan IB (ρ=0,461), demikian pula intensitas pelayanan (ρ=0,371), edukasi dan komunikasi (ρ=0,219), serta monitoring, pencatatan, dan pelaporan (ρ=0,589). Dimensi terakhir memiliki hubungan paling kuat. Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan keberhasilan IB memerlukan penguatan kompetensi inseminator, ketepatan pelayanan, edukasi peternak, dan sistem pencatatan reproduksi yang berkelanjutan. Hasil ini memberikan dasar bagi instansi peternakan untuk menyusun pelayanan reproduksi berbasis data yang konsisten, terukur, dan mudah dievaluasi secara berkala.
Tingkat Pengetahuan Peternak tentang Deteksi Birahi pada Sapi Potong dalam Mendukung Keberhasilan Inseminasi Buatan di Kelurahan Dutulanaa Kecamatan Limboto Eliyas Kau; Ishak Korompot; Susan Mokoolang; Mohammad Ervandi; Dewa Oka Suparwata
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.10154

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan tingkat pengetahuan peternak sapi potong mengenai deteksi birahi dalam mendukung keberhasilan inseminasi buatan di Kelurahan Dutulanaa, Kecamatan Limboto. Aspek yang dikaji meliputi pemahaman tentang tanda-tanda birahi, waktu pengamatan, ketepatan pelaporan kepada inseminator, serta waktu pelaksanaan inseminasi buatan. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan metode survei terhadap 33 peternak yang dipilih melalui purposive sampling dan simple random sampling berdasarkan kriteria memiliki sapi betina produktif, menggunakan ternak sebagai akseptor inseminasi buatan, dan bersedia menjadi responden. Data primer dikumpulkan melalui observasi dan wawancara terstruktur menggunakan kuesioner berisi 15 pernyataan, sedangkan data sekunder diperoleh dari instansi terkait. Instrumen terlebih dahulu diuji validitas dan reliabilitas. Data dianalisis secara deskriptif dalam bentuk skor dan persentase, kemudian dikategorikan menjadi baik, cukup, dan kurang. Hasil penelitian menunjukkan skor pengetahuan sebesar 360 dengan persentase 72,73%, sehingga tingkat pengetahuan peternak berada pada kategori cukup. Peternak umumnya telah mengenali sebagian tanda birahi dan memahami pentingnya inseminasi buatan, tetapi masih terdapat kelemahan dalam menentukan waktu birahi, melakukan pengamatan secara teratur, dan melaporkan kondisi ternak secara tepat kepada inseminator. Temuan ini menegaskan perlunya penyuluhan berulang, demonstrasi lapangan, media visual, pencatatan reproduksi, dan pendampingan teknis yang disesuaikan dengan karakteristik peternak. Peningkatan pengetahuan tersebut diharapkan memperbaiki ketepatan waktu inseminasi, mengurangi kegagalan perkawinan, meningkatkan peluang kebuntingan, serta mendukung efisiensi reproduksi dan pengembangan populasi sapi potong secara berkelanjutan di wilayah penelitian, serta memperkuat layanan reproduksi ternak berbasis kebutuhan peternak setempat secara lebih terarah.
PENERAPAN BAURAN PEMASARAN PADA USAHA AYAM PETELUR BAROKAH DI DESA DUMATI KABUPATEN GORONTALO Ishak Korompot; Widiastuti Ardiansyah; Terri Repi; Djamaludin Harun
Jurnal Agriovet Vol. 7 No. 2 (2025): JURNAL AGRIOVET
Publisher : LPPM UNIVERSITAS KAHURIPAN KEDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51158/wcjtfc87

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penerapan bauran pemasaran pada usaha ayam petelur Barokah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dimana peneliti terjun langsung di lokasi tempat usaha ayam petelur Barokah untuk mengadakan wawancara langsung ke pemilik untuk mencari tahu langsung penerapan bauran pemasaran yaitu tentang produk, harga, tempat dan promosi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk telur yang dihasilkan usaha ayam petelur Barokah dalam keadaan segar karena hasil telur pada hari itu diupayakan langsung habis terjual dan masalah harga jual telur selalu menyesuaikan dengan harga telur di pasaran dan untuk menarik pembeli setiap pembelian dalam jumlah besar (50 bak) akan diberikan potongan harga sebesar 2,5 % serta bisa dilakukan pembayaran cash tunda selama seminggu. Sistiem penjualan telur disamping pembeli datang langsung ke kandang juga telur diantar ke warung-warung atau kios yang membeli telur untuk dijual kembali ke konsumen. Masalah promosi telur diakukan dengan cara ditawarkan ke warung dan kios serta melalui kalangan keluarga dari mulut ke mulut. Usaha ayam petelur Barokah sudah menjalankan bauran pemasaran dalam kegiatan usahanya. Disarankan untuk melakukan penelitian lebih lanjut tentang analisa pendapatan usaha dan studi kelayakan usaha.