Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENDAMPINGAN PENYUSUNAN MODUL AJAR IPS BERBASIS KEARIFAN LOKAL UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU MADRASAH IBTIDAIYAH Meilia Prehartanti; Rahman Tanjung; Abdul Fatah; Hasan Al Banna; Ahmad Riyadi
ALAINA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2026): ALAINA : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Cendekia Citra Gemilang Scholar Foundation, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/alaina.v3i2.1187

Abstract

Tuntutan Kurikulum Merdeka dalam menginternalisasi nilai budaya lokal di tingkat Madrasah Ibtidaiyah (MI) sering kali terhambat oleh keterbatasan kompetensi pedagogik guru dan tingginya ketergantungan pada buku teks komersial. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan menguatkan kompetensi pedagogik guru MI melalui pendampingan penyusunan modul ajar IPS berbasis kearifan lokal. Pendampingan ini menerapkan metode Asset-Based Community Development (ABCD) melalui lima tahapan terintegrasi, yaitu pemetaan aset (discovery), perumusan visi (dream), perencanaan aksi (design), eksekusi pendampingan klinis (destiny/delivery), serta evaluasi (monitoring). Kegiatan ini melibatkan 30 guru IPS MI di Kecamatan Karawang Timur sebagai subjek pendampingan utama yang berlangsung secara intensif selama tiga bulan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kompetensi pedagogik guru yang signifikan, ditunjukkan oleh rerata N-Gain Score sebesar 0,70 (kategori tinggi) serta terwujudnya modul ajar IPS yang memenuhi kriteria sangat kontekstual (skor 3,65 dari skala 4). Selain itu, pendekatan ABCD berhasil mendorong lahirnya pranata baru berupa Tim Pengembang Modul Ajar KKG MI dan penguatan peran local leaders di tingkat madrasah. Implikasi dari kegiatan ini menegaskan bahwa pemberdayaan berbasis potensi komunitas tidak hanya menyelesaikan krisis bahan ajar kontekstual secara praktis, melainkan juga mentransformasi kemandirian profesionalisme guru serta memperkokoh pelestarian kearifan lokal melalui jalur pendidikan formal secara berkelanjutan.