Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Prediksi Harga Komoditi Jagung (Zea Mays L.) Menggunakan K-Nearest Neightbor (K-NN) di Kabupaten OKU Timur Mohamad Aji Pangestu; M. Aminullah; Didi Juhandi; Muridin
Siber Journal of Advanced Multidisciplinary Vol. 4 No. 2 (2026): (SJAM) Siber Journal of Advanced Multidisciplinary (July - September 2026)
Publisher : Siber Nusantara Research & Yayasan Sinergi Inovasi Bersama (SIBER)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/sjam.v4i2.980

Abstract

Fluktuasi harga jagung di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur menjadi salah satu permasalahan yang memengaruhi pendapatan petani serta pengambilan keputusan dalam kegiatan produksi dan pemasaran. Oleh karena itu, diperlukan suatu metode prediksi yang mampu memberikan gambaran harga pada periode mendatang. Penelitian ini bertujuan menerapkan metode K-Nearest Neighbor (K-NN) untuk memprediksi harga jagung berdasarkan data historis. Penelitian didasarkan pada konsep data mining dan machine learning, khususnya algoritma K-NN yang memanfaatkan kedekatan antar data menggunakan Euclidean Distance, dengan tahapan normalisasi Min-Max, transformasi sliding window, serta evaluasi menggunakan Root Mean Square Error (RMSE) dan Mean Absolute Percentage Error (MAPE). Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan data sekunder berupa harga jagung bulanan Kabupaten OKU Timur periode 2021–2025 yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten OKU Timur. Proses analisis dilakukan melalui normalisasi data, pembentukan data latih menggunakan sliding window periode 4, perhitungan Euclidean Distance dengan nilai k = 7, perhitungan nilai prediksi, denormalisasi, dan evaluasi model. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prediksi harga jagung tahun 2026 berturut-turut sebesar Rp3.785,71/kg (Januari), Rp4.035,72/kg (Februari), Rp4.038,10/kg (Maret), dan Rp3.816,67/kg (April). Evaluasi model menghasilkan nilai RMSE sebesar Rp439,72/kg dan MAPE sebesar 12,12%, yang termasuk kategori baik, sehingga metode K-Nearest Neighbor layak digunakan untuk memprediksi harga jagung di Kabupaten OKU Timur berdasarkan data historis.
Analisis Kelayakan dan Adaptabilitas Padi Inpari 32 di Kecamatan Belitang Mulya Setia Putri; Munsiarum; Solehan; Muridin
Siber Journal of Advanced Multidisciplinary Vol. 4 No. 2 (2026): (SJAM) Siber Journal of Advanced Multidisciplinary (July - September 2026)
Publisher : Siber Nusantara Research & Yayasan Sinergi Inovasi Bersama (SIBER)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/sjam.v4i2.1037

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat adaptabilitas varietas padi Inpari 32 serta menilai kelayakan finansial usahatani padi di Kecamatan Belitang Mulya, Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur. Penelitian menggunakan metode survei dengan pendekatan kuantitatif terhadap 30 petani pengguna varietas Inpari 32. Data primer diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara, dan penyebaran kuesioner, sedangkan data sekunder diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS), Dinas Pertanian, serta berbagai literatur ilmiah yang relevan. Analisis adaptabilitas dilakukan secara deskriptif berdasarkan penilaian responden terhadap kemampuan varietas beradaptasi pada kondisi lingkungan setempat. Analisis kelayakan finansial dilakukan melalui perhitungan biaya produksi, penerimaan, pendapatan, Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), dan Net Benefit Cost Ratio (Net B/C). Hasil penelitian menunjukkan bahwa varietas Inpari 32 memiliki tingkat adaptabilitas yang baik pada kondisi agroekologi Kecamatan Belitang Mulya yang ditunjukkan oleh pertumbuhan dan hasil produksi yang stabil. Hasil analisis finansial juga menunjukkan bahwa usahatani padi Inpari 32 layak untuk diusahakan, ditandai dengan nilai NPV yang positif, nilai IRR yang lebih tinggi dibandingkan tingkat suku bunga yang digunakan, serta nilai Net B/C lebih besar dari satu. Dengan demikian, varietas Inpari 32 tidak hanya mampu beradaptasi dengan baik terhadap kondisi lingkungan penelitian, tetapi juga memberikan keuntungan ekonomi sehingga berpotensi mendukung peningkatan pendapatan petani dan pengembangan usahatani padi secara berkelanjutan.