Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Kelayakan dan Skala Usaha Hidup Layak (Studi Kasus Usaha Ternak Bebek Peking Bapak H. Saipulloh) Fahrur Ryan; Mahidin Fahmie; Solehan; Tiyas Murtiningsih
Siber Journal of Advanced Multidisciplinary Vol. 4 No. 2 (2026): Siber Journal of Advanced Multidisciplinary (July - September 2026)
Publisher : Siber Nusantara Research & Yayasan Sinergi Inovasi Bersama (SIBER)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/sjam.v4i2.1033

Abstract

Penelitian ini berjudul Analisis Kelayakan dan Skala Usaha Hidup Layak (Studi Kasus Usaha Ternak Bebek Peking Bapak H. Saipulloh). Penelitian dilakukan karena usaha ternak bebek Peking memiliki prospek yang baik, namun perlu diketahui tingkat kelayakan finansial dan skala usaha yang mampu memenuhi kebutuhan hidup peternak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan finansial usaha serta menentukan skala usaha hidup layak pada usaha ternak bebek Peking milik Bapak H. Saipulloh di Desa Sukosari, Kecamatan Belitang, Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur. Penelitian menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dokumentasi, dan data sekunder, kemudian dianalisis menggunakan Net Present Value, Internal Rate of Return, Net Benefit Cost Ratio, serta analisis Skala Usaha Hidup Layak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha ternak bebek Peking layak secara finansial dengan nilai Net Present Value sebesar Rp209.723.891, Internal Rate of Return sebesar 21,34%, dan Net Benefit Cost Ratio sebesar 1,84. Analisis Skala Usaha Hidup Layak menunjukkan nilai 3,39, yang berarti pendapatan usaha mampu memenuhi kebutuhan hidup layak keluarga sebesar 3,39 kali. Produksi aktual sebanyak 1.900 ekor per bulan juga telah melampaui kebutuhan minimal 560 ekor per bulan. Dengan demikian, usaha ternak bebek Peking milik Bapak H. Saipulloh layak dijalankan, dikembangkan, dan mampu memberikan pendapatan yang memenuhi kebutuhan hidup layak peternak.
Analisis Kelayakan dan Adaptabilitas Padi Inpari 32 di Kecamatan Belitang Mulya Setia Putri; Munsiarum; Solehan; Muridin
Siber Journal of Advanced Multidisciplinary Vol. 4 No. 2 (2026): Siber Journal of Advanced Multidisciplinary (July - September 2026)
Publisher : Siber Nusantara Research & Yayasan Sinergi Inovasi Bersama (SIBER)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/sjam.v4i2.1037

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat adaptabilitas varietas padi Inpari 32 serta menilai kelayakan finansial usahatani padi di Kecamatan Belitang Mulya, Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur. Penelitian menggunakan metode survei dengan pendekatan kuantitatif terhadap 30 petani pengguna varietas Inpari 32. Data primer diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara, dan penyebaran kuesioner, sedangkan data sekunder diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS), Dinas Pertanian, serta berbagai literatur ilmiah yang relevan. Analisis adaptabilitas dilakukan secara deskriptif berdasarkan penilaian responden terhadap kemampuan varietas beradaptasi pada kondisi lingkungan setempat. Analisis kelayakan finansial dilakukan melalui perhitungan biaya produksi, penerimaan, pendapatan, Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), dan Net Benefit Cost Ratio (Net B/C). Hasil penelitian menunjukkan bahwa varietas Inpari 32 memiliki tingkat adaptabilitas yang baik pada kondisi agroekologi Kecamatan Belitang Mulya yang ditunjukkan oleh pertumbuhan dan hasil produksi yang stabil. Hasil analisis finansial juga menunjukkan bahwa usahatani padi Inpari 32 layak untuk diusahakan, ditandai dengan nilai NPV yang positif, nilai IRR yang lebih tinggi dibandingkan tingkat suku bunga yang digunakan, serta nilai Net B/C lebih besar dari satu. Dengan demikian, varietas Inpari 32 tidak hanya mampu beradaptasi dengan baik terhadap kondisi lingkungan penelitian, tetapi juga memberikan keuntungan ekonomi sehingga berpotensi mendukung peningkatan pendapatan petani dan pengembangan usahatani padi secara berkelanjutan.