Dicky Listin Quarta
Fakultas Psikologi, Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL TEMAN SEBAYA DENGAN HOMESICKNESS PADA MAHASISWA PERANTAU DI KOTA BANJARMASIN Syifa Safitri; Dicky Listin Quarta; Julaibib Julaibib
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v6i3.14045

Abstract

Migrant students are faced with the demands of adapting to a new academic and social environment due to being separated from their families and home surroundings. Peer social support is considered an important factor in helping students cope with homesickness. This study aims to determine the relationship between peer social support and homesickness among migrant students in Banjarmasin City. This study employed a quantitative correlational design. The research subjects consisted of 133 migrant students selected through purposive sampling. The research instruments used a homesickness scale developed by Sinantia et al. (2024) and a peer social support scale developed by Ningsih & Astuti (2024). Data were collected online using Google Forms, which was distributed through WhatsApp and Instagram. Data analysis was conducted using the Pearson product-moment correlation technique. The results showed a significant negative relationship between peer social support and homesickness (r = -0.415; p < 0.001). These results indicate that the greater the peer social support migrant students receive, the lower their homesickness, and vice versa. The findings suggest that peer social support plays an important role in helping migrant students adapt to a new environment and reduce feelings of longing for home and family. ABSTRAK Mahasiswa perantau dihadapkan pada tuntutan adaptasi terhadap lingkungan akademik dan sosial yang baru akibat terpisah dari keluarga dan lingkungan asal. Dukungan sosial teman sebaya dipandang sebagai salah satu faktor penting dalam membantu mahasiswa menghadapi homesickness. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial teman sebaya dengan homesickness pada mahasiswa perantau di Kota Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasional. Subjek penelitian berjumlah 133 mahasiswa perantau yang dipilih menggunakan teknik non-probability sampling dengan metode purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan skala homesickness yang disusun serta dikembangkan oleh Sinantia et al. (2024) dan skala dukungan sosial teman sebaya yang disusun serta dikembangkan oleh Ningsih dan Astuti (2024). Pengumpulan data dilakukan secara daring melalui Google Forms yang disebarkan melalui WhatsApp dan Instagram. Analisis data dilakukan menggunakan teknik korelasi Pearson product-moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif yang signifikan antara dukungan sosial teman sebaya dan homesickness (r = -0,415; p < 0,001). Hasil tersebut menunjukkan bahwa semakin tinggi dukungan sosial teman sebaya yang diterima mahasiswa perantau, semakin rendah tingkat homesickness yang dialami, demikian pula sebaliknya. Temuan ini menunjukkan bahwa dukungan sosial teman sebaya berperan penting dalam membantu mahasiswa perantau beradaptasi dengan lingkungan baru serta mengurangi perasaan rindu terhadap rumah dan keluarga.
PENGARUH TUNTUTAN PEKERJAAN TERHADAP STRES KERJA PADA TENAGA KESEHATAN DI RSUD X Esmasari Rezky Syahdanti; Lita Ariani; Dicky Listin Quarta
HEALTHY : Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/healthy.v5i4.13525

Abstract

ABSTRACT High job demands represent a major challenge in maintaining healthcare workers' psychological well-being while ensuring the quality of hospital services. Although the relationship between job demands and work-related stress has been widely documented, empirical evidence involving healthcare workers in regional public hospitals remains limited, highlighting the need for more context-specific investigations. This study examined the effect of job demands on work-related stress among healthcare workers at Regional Public Hospital X using a quantitative correlational design. A total of 149 healthcare workers participated in the study through a convenience sampling technique. Data were collected using the Questionnaire sur les Ressources et Contraintes Professionnelles (QRCP) and the Health and Safety Executive Work-Related Stress Scale (HSE-WRSS), and were analyzed using simple linear regression with JASP version 0.96. The findings revealed that job demands had a positive and statistically significant effect on work-related stress, accounting for 17.2% of the variance (R² = 0.172, p < 0.05). These results indicate that job demands explained 17.2% of the variation in work-related stress among healthcare workers, while the remaining 82.8% of the variance was likely attributable to other factors not included in the present research model. The findings suggest that higher job demands are associated with increased levels of work-related stress among healthcare workers and provide empirical evidence that effective management of job demands is a critical component of strategies aimed at enhancing healthcare workers' well-being and strengthening the quality of healthcare services in regional public hospitals. ABSTRAK Tingginya tuntutan pekerjaan menjadi salah satu tantangan utama dalam menjaga kesejahteraan psikologis tenaga kesehatan sekaligus mempertahankan mutu pelayanan rumah sakit. Meskipun hubungan antara tuntutan pekerjaan dan stres kerja telah banyak dilaporkan, bukti empiris pada tenaga kesehatan di rumah sakit daerah masih relatif terbatas sehingga konteks tersebut memerlukan kajian yang lebih spesifik. Penelitian ini menganalisis pengaruh tuntutan pekerjaan terhadap stres kerja pada tenaga kesehatan di RSUD X menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sebanyak 149 tenaga kesehatan dilibatkan sebagai responden melalui teknik convenience sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan Questionnaire sur les Ressources et Contraintes Professionnelles (QRCP) dan Health and Safety Executive Work-Related Stress Scale (HSE-WRSS), kemudian dianalisis menggunakan regresi linear sederhana dengan bantuan perangkat lunak JASP versi 0.96. Analisis menunjukkan bahwa tuntutan pekerjaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap stres kerja dengan kontribusi sebesar 17,2% (R² = 0,172; p < 0,05). Hasil tersebut mengindikasikan bahwa tuntutan pekerjaan mampu menjelaskan 17,2% variasi stres kerja pada tenaga kesehatan, sedangkan 82,8% variasi lainnya diperkirakan dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak tercakup dalam model penelitian ini. Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan tuntutan pekerjaan diikuti oleh meningkatnya kecenderungan stres kerja pada tenaga kesehatan serta memberikan bukti empiris bahwa pengelolaan tuntutan pekerjaan merupakan komponen penting dalam strategi peningkatan kesejahteraan tenaga kesehatan dan penguatan mutu pelayanan di rumah sakit daerah.