Ema Marminto
Universitas Jambi

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Preparasi Jaringan dan Identifikasi Kerusakan Hati Tikus Yang Diinduksi Fenilhidrazin (PHZ) M. Reyza Akbar; Ema Marminto; Manasalwah Alina Putri; Fitra Wahyuni; Anggit Prima Nugraha; Anggari Linda Destiana; Ade Adriadi
JOURNAL SAINS STUDENT RESEARCH Vol. 4 No. 5 (2026): Oktober: Jurnal Sains Student Research
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jssr.v4i5.12470

Abstract

Phenylhydrazine (PHZ) is a chemical compound that can induce hemolytic anemia and oxidative stress in experimental animals. This study aims to perform liver tissue preparation and identify histopathological changes caused by PHZ induction. White rats (Rattus norvegicus) were divided into two groups: the control group given 0.9% saline and the treatment group induced with PHZ at a dose of 60 mg/kg body weight intraperitoneally for three consecutive days. Tissue preparation included fixation using 10% formalin, dehydration with graded alcohol (70%, 80%, 90%, and 100%), clearing using xylene, embedding in paraffin, tissue sectioning at 4-5 μm thickness with a microtome, and Hematoxylin-Eosin (HE) staining. The results showed that PHZ induction caused a significant decrease in hemoglobin levels from 17-21 g/dL to 9.5-11.3 g/dL. Histological observation of liver tissue in PHZ-induced rats showed hepatocyte degeneration, cytoplasmic vacuolization, sinusoidal congestion, inflammatory cell infiltration, and cell necrosis. Spleen tissue showed red pulp hyperplasia and increased phagocytic activity. The tissue preparation successfully produced good histological preparations and allowed clear identification of histopathological changes. It can be concluded that phenylhydrazine is hepatotoxic and causes liver tissue damage through oxidative stress mechanisms.
Potensi Antimikroba Ekstrak Kayu Secang (Caesalpinia sappan L.) Terhadap Jamur Saprolegnia dan Bakteri Aeromonas salmonicida pada Sistem Perikanan Perairan Tawar Provinsi Jambi Nur Dwi Kesya Aprisilia; Tri Afiyani; Ema Marminto; May Sella; Azlinda Anggraini Putri; Ahmad Sazali; Hasna Ul Maritsa; Tedjo Sukmono
PendIPA Journal of Science Education Vol 10 No 3 (2026): July - September
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/pendipa.10.3.954-962

Abstract

Penyakit ikan yang disebabkan oleh bakteri dan jamur patogen, seperti Aeromonas salmonicida dan Saprolegnia, merupakan ancaman serius bagi budidaya perairan tawar; namun, sifat antibakteri dan antijamur dari Caesalpinia sappan L. (kayu sappan) menawarkan solusi potensial. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi dan efektivitas ekstrak Caesalpinia sappan L., yang memiliki aktivitas antimikroba terhadap patogen yang menyerang ikan air tawar. Aktivitas antibakteri dan antijamur dinilai menggunakan metode difusi cakram dan sumur pada konsentrasi ekstrak 1%, 5%, dan 10%, dengan siprofloksasin dan ketokonazol sebagai kontrol positif untuk bakteri dan jamur, masing-masing. Analisis melibatkan pengamatan dan pengukuran zona inhibisi yang dihasilkan terhadap bakteri dan jamur yang diuji. Hasil menunjukkan bahwa konsentrasi 5% ekstrak Caesalpinia sappan L. menunjukkan aktivitas penghambatan yang sangat kuat terhadap pertumbuhan A. salmonicida, sedangkan konsentrasi 10% menunjukkan aktivitas penghambatan yang sangat kuat terhadap Saprolegnia. Kesimpulannya, ekstrak Caesalpinia sappan L. menunjukkan kemampuan antijamur dan antibakteri yang signifikan pada konsentrasi 10% dan 5%, termasuk dalam kategori penghambatan "sangat kuat". Temuan ini menunjukkan bahwa ekstrak Caesalpinia sappan L. memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai agen terapeutik alami yang ramah lingkungan untuk pengelolaan penyakit di industri akuakultur.