Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

DESIGN AND ANALYSIS OF PATCHOULI STEM CHOPPER MACHINE USING DOUBLE BLADE KNIFE TO IMPROVE PATCHOULI OIL PRODUCTIVITY Sir Anderson; Syafira Salsabila; Nasirwan Nasirwan; Mulyadi Mulyadi; syukri syukri
Jurnal Ilmiah Poli Rekayasa Vol 21, No 2 (2026): April
Publisher : Pusat Penelitian dan pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30630/jipr.21.2.437

Abstract

The global demand for patchouli essential oil (Pogostemon cablin Benth.) continues to grow, with Indonesia supplying approximately 70% of world demand. One critical pre-distillation process that significantly affects oil yield is the size reduction of patchouli stems. Manual chopping is time-consuming and labor-intensive, leading to production inefficiencies. This study presents the design of a patchouli stem chopper machine intended to improve patchouli oil productivity. The design methodology begins with problem identification, followed by conceptual design using morphological matrix, component calculations, and 3D modelling using SolidWorks 2020. The machine is powered by a ¼ HP AC electric motor at 1400 rpm, reduced through a pulley-belt transmission system to achieve a blade rotational speed of 525 rpm. A double-blade planer knife type was selected due to its superior cutting performance compared to the circular knife type. Calculation results show that the machine achieves a theoretical capacity of 156 kg/h with a blade cutting force of 686.41 N, shaft diameter of 25 mm (minimum 20.93 mm by Rankine theory), V-belt length of 1.7 m, key dimensions of 6×5×20 mm, and a bearing nominal lifetime of 37,044,000 hours. The use of a double-blade planer configuration offers a novelty in bidirectional cutting ability, differentiating this design from previous gasoline-engine-based machines. It should be noted that the capacity of 156 kg/h is a theoretical value derived from design calculations and has not yet been validated through actual field or laboratory testing. Field validation of the prototype's actual performance remains a limitation of this study and is recommended for future work. The machine is expected to reduce labor requirements and increase patchouli oil production efficiency.
Pelatihan Teknik Pengoperasian Mesin Milling Vertical untuk Masyarakat Nota Effiandi; Nasirwan Nasirwan; Nusyirwan Nusyirwan; Eko Priyanda; Syafira Salsabila; Alif Rifqi Fadilah; Riki Rahman
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 7 No. 1 (2026): Edisi Januari - April
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan kompetensi permesinan pada sektor industri kecil dan menengah (IKM) merupakan langkah strategis dalam meningkatkan produktivitas dan daya saing industri nasional, khususnya bagi peserta didik tingkat menengah dan vokasi. Namun, keterbatasan fasilitas praktik dan metode pelatihan yang masih bersifat demonstratif menyebabkan rendahnya penguasaan keterampilan praktis. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dasar pengoperasian mesin milling vertical melalui pelatihan berbasis praktik langsung (hands-on training) serta mengevaluasi efektivitasnya secara kuantitatif. Kegiatan melibatkan 12 peserta yang terdiri atas 2 peserta MA, 6 peserta SMA, dan 4 peserta SMK. Metode pelatihan mengacu pada job sheet industri dan SOP keselamatan kerja. Evaluasi dilakukan melalui penilaian kualitas benda kerja hasil milling meliputi akurasi dimensi, ketepatan proses, kepatuhan K3, dan kerapian hasil. Hasil menunjukkan bahwa 83,3% peserta mampu menghasilkan benda kerja dengan deviasi dimensi ≤ ±0,5 mm dan tingkat kepatuhan K3 sebesar 91,7%. Temuan ini menunjukkan bahwa metode hands-on training efektif dalam meningkatkan keterampilan pengoperasian mesin milling vertical. Program ini diharapkan dapat menjadi model berkelanjutan untuk penguatan kapasitas pendidikan vokasi dan peningkatan kompetensi teknis, khususnya di sektor IKM